Sukses

Wajib Tahu, Ini Perbedaan Batu Empedu dan Batu Ginjal!

Sama-sama menggunakan istilah batu, apa perbedaan batu empedu dan batu ginjal? Mana yang lebih berbahaya bagi tubuh?

Diberi tahu kalau ada sejenis batu di dalam tubuh Anda mungkin sedikit aneh. Akan tetapi, nyatanya, ada kondisi kesehatan tertentu akibat keberadaan batu di tubuh tersebut, yakni batu empedu dan batu ginjal

Apa, sih, perbedaan kedua gangguan kesehatan ini?

1 dari 3 halaman

Perbedaan Batu Empedu dan Batu Ginjal

Batu empedu dan batu ginjal sama-sama terbentuk dari penumpukan bahan tertentu di dalam organ tubuh. 

Meski ukurannya tidak terlalu besar, keluhan nyeri dari ringan hingga berat dapat dirasakan penderitanya.

Lantas, apa perbedaan batu empedu dan batu ginjal? 

  • Batu Empedu 

Dijelaskan dr. Theresia Rina Yunita, batu empedu atau dalam istilah medis disebut kolelitiasis, adalah kondisi terdapat batu dalam kantong atau saluran empedu. Dalam beberapa kasus, batu empedu juga bisa muncul di kedua bagian tersebut.

Batu empedu merupakan hasil dari cairan empedu yang memadat dan berubah menjadi partikel keras yang menyerupai potongan batu atau kerikil. 

Beberapa gejala yang bisa dirasakan penderita, di antaranya sakit perut hebat yang menjalar ke punggung atau bahu, mual dan muntah, demam, perut kembung, dan perut terasa melilit. 

Penyebab batu empedu bisa banyak hal. Misalnya, terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak, kelebihan berat badan, kadar kolesterol tinggi, dan perubahan hormonal ibu yang baru melahirkan. 

Artikel Lainnya: Selain Batu Ginjal, Kenali Juga Batu Kandung Kemih

  • Batu Ginjal 

Batu ginjal atau nefrolitiasis dalam istilah medis adalah kondisi ketika di dalam ginjal terbentuk material keras menyerupai batu. 

Material ini terbentuk dari limbah zat-zat dalam darah yang disaring ginjal. Limbah zat ini kemudian mengendap dan lama-kelamaan mengkristal.

Untuk batu ginjal, biasanya penderita akan merasakan beberapa gejala, yaitu sakit perut di bagian samping atau punggung atau pinggang, nyeri saat berkemih, urine berdarah, dan demam.

Penyebab batu ginjal pun bisa bermacam-macam. Mulai dari sering konsumsi minuman berkafein, bersoda, konsumsi obat-obatan tertentu, dan kurangnya cairan dalam tubuh. 

Artikel Lainnya: Waspada, Makanan Ini Bisa Menjadi Penyebab Penyakit Batu Empedu

2 dari 3 halaman

Mana yang Lebih Berbahaya bagi Tubuh?

Menanggapi hal ini, dr. Theresia mengatakan keduanya sama-sama berbahaya, terlebih lagi jika tidak segera diobati. 

“Dua-duanya sama-sama berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat. Jika sama-sama ada di dalam tubuh dan dianggap sebagai dua penyakit yang berbeda, keduanya harus cepat ditangani,” ujar dr. Theresia. 

Dua kondisi tersebut juga bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari akibat rasa sakit yang diberikan. 

Apalagi jika Anda memiliki kedua penyakit ini bersamaan, rasa sakit yang dirasakan akan terasa dua kali lipat.

Lantas, bagaimana cara mengobati kedua penyakit ini? Untuk pengobatan batu ginjal, dr. Theresia mengatakan apabila batu yang ditemukan masih kecil, penderita disarankan untuk minum air putih lebih banyak.

Artikel Lainnya: Ciri dan Tanda Sakit Pinggang Akibat Batu Ginjal

Anda juga diminta untuk melakukan aktivitas fisik lebih sering agar batu dalam tubuh bisa bergerak dan keluar dengan sendirinya. 

Namun, jika ukuran batu sudah semakin membesar atau sudah terdapat gejala infeksi, pengobatan bisa dilakukan dengan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Ureteroskopi, atau Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL). 

Adapun untuk pengobatan batu empedu, penderita yang tidak memiliki gejala biasanya tidak ditatalaksana. Kecuali, jika kondisi Anda dianggap akan menimbulkan komplikasi atau sudah ada gejala.

Saat itulah, biasanya dokter akan memilih tindakan operatif. Misalnya, Kolesistektomi laparoskopi, Kolesistektomi terbuka, ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography), atau ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy).

Itulah beberapa fakta mengenai perbedaan antara batu empedu dan batu ginjal. Jika Anda memiliki gejala satu atau dua penyakit ini, jangan sungkan untuk memeriksakan diri ke dokter. 

Jika masih punya pertanyaan seputar topik ini, konsultasikan pada dokter melalui LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar