Sukses

Kenali Gejala Demam Berdarah pada Bayi

Umumnya gejala demam berdarah pada bayi sama dengan orang dewasa. Namun, orang tua harus gesit untuk memeriksakan anak jika sudah menunjukkan gejala.

Memasuki musim penghujan, biasanya diikuti dengan penambahan kasus demam berdarah di Indonesia. Infeksi yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti tersebut, bisa menyerang siapa saja. Mulai dari orang dewasa hingga bayi tak luput dari intaian.

Sebagai orang tua Anda khawatir? Agar tak terlambat penanganan, yuk simak gejala dan penanganan demam berdarah pada bayi berikut.

1 dari 3 halaman

Gejala Demam Berdarah pada Bayi

Berdasarkan penuturan dr. Valda Garcia, gejala DBD pada bayi umumnya sama dengan orang dewasa. Di antaranya:

1. Demam

Demam menjadi gejala yang paling sering dialami bayi saat terinfeksi demam berdarah. Demam ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius. 

“Untuk karakteristik demam, perjalanan demam bisa seperti pelana kuda. Jadi pada hari ketiga sampai kelima bisa turun terus naik lagi setelahnya,” ujar dr. Valda. 

2. Bintik-bintik Merah di Kulit

Gejala demam berdarah juga bisa disertai dengan bintik-bintik merah pada permukaan kulit. Jika direnggangkan, bintik merah tersebut tidak dapat hilang. 

Artikel Lainnya: Kiat Lindungi Bayi dari Serangan Demam Berdarah

3. Kantuk dan Kurang Energi

Bayi pada dasarnya belum bisa menyampaikan rasa sakit yang dikeluhkan. Namun, jika dia terus mengantuk, kurang energi, dan disertai gejala lainnya, hal tersebut bisa menjadi pertanda infeksi demam berdarah. 

4. Pendarahan yang Tak Biasa

Ciri-ciri DBD pada bayi berikutnya adalah pendarahan yang tidak biasa. Kondisi ini bisa terjadi di gusi dan hidung. Si kecil juga bisa mengalami memar pada waktu yang sama. 

5. Muntah

Infeksi demam berdarah pada bayi juga akan menyebabkan muntah beberapa kali.

Dilaporkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), biasanya bayi akan muntah minimal 3 kali dalam 24 jam saat terjangkit DBD. 

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama Saat Terserang Demam Berdarah

2 dari 3 halaman

Kapan Harus Berobat ke Dokter?

Gejala demam berdarah pada bayi sejatinya dapat menjadi parah dengan cepat. Oleh karena itu, butuh perawatan segera saat indikasi yang muncul mengarah ke infeksi DBD. 

Dokter Valda menyebut, ketika bayi sudah mulai menunjukkan gejala demam berdarah, orang tua mesti segera membawanya ke dokter.

“Saat demam tiga hari tidak kunjung membaik, bisa langsung ke dokter untuk dinilai apakah ada kemungkinan DBD atau infeksi lain,” saran dr. Valda. 

“Dari awal deteksi DBD, dilihat juga kadar trombositnya. Jika tergolong derajat berat atau butuh pemantauan ketat, dokter yang menangani akan menyarankan untuk rawat inap. Atau yang asupan cairan kurang dan berisiko dehidrasi, segeralah ke dokter,” dia mengimbuhkan. 

Dari siklusnya, penderita DBD akan mengalami gejala demam berdarah secara teratur selama 2-7 hari. Selepas demam mereda, gejala lain menjadi lebih buruk dan bisa menyebabkan perdarahan yang parah. 

Jika tidak segera tertangani dengan baik, gejala seperti dehidrasi, pendarahan, dan penurunan tekanan darah yang cepat dapat terjadi.

Gejala-gejala tersebut dapat mengancam nyawa bayi jika tidak segera mendapatkan perawatan medis. 

Hingga saat ini, demam berdarah belum tersedia vaksinnya. Oleh karena itu, jika bayi tinggal di area rawan nyamuk berkembang biak, orang tua perlu melakukan langkah pencegahan.

Misalnya, dengan cara menyingkirkan genangan air di sekitar rumah, rajin menguras bak mandi dan wadah air lain, memakai pengusir serangga di rumah.

Anda juga bisa memakaikan baju lengan panjang dan memasangkan kelambu di sekitar tempat tidur atau boks bayi.

Jangan lewatkan jadwal vaksinasi si buah hati. Manfaatkan Kalender Imunisasi dari Klikdokter sebagai pengingat Anda. Pantau juga informasi kesehatan lain di hanya aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar