Sukses

Lalat Masuk ke dalam Minuman, Amankah Dikonsumsi?

Sedang asyik ngobrol, lalat malah masuk ke minuman Anda! Dibuang sayang, tapi diminum juga ragu. Jadi, amankah mengonsumsinya?

Di mana ada makanan, di sana biasanya lalat akan datang mengerubungi. Tentu hal tersebut bisa sangat mengganggu.

Sebab, lalat diketahui merupakan hewan yang suka hinggap di area kotor, seperti tempat sampah dan bangkai hewan.

Dalam kondisi lain, minuman yang lupa ditutup juga bisa didatangi lalat. Bahkan, hingga lalat masuk ke minuman. Saat hal tersebut terjadi, orang menjadi bingung.

Terlebih saat minuman masih banyak tersisa atau merupakan jenis yang disenangi dan mahal. Jadi, baiknya tetap diminum atau dibuang saja, ya?

1 dari 3 halaman

Bolehkah Mengonsumsi Minuman yang Kemasukan Lalat?

Menanggapi hal tersebut, dr. Valda Garcia tidak menyarankan untuk mengonsumsi lagi minuman yang sudah terkontaminasi lalat.

“Sebaiknya dihindari karena kita tidak tahu sebelumnya lalat hinggap di mana dan berisiko mengontaminasi minuman. Jika tetap diminum, bisa terkena infeksi. Gejala yang ditimbulkan bisa berupa mual muntah atau diare,” ujar dr. Valda.

Dengan sifatnya yang suka hinggap di tempat kotor, lalat berpotensi memakan bakteri yang ada di sana. Misalnya, E. coli, Salmonella, dan lain-lain.

Bakteri yang termakan lalat dapat berkembang di dalam tubuh lalat. Kemudian, menjadi sumber kontaminan yang dikeluarkan melalui muntahan dan kotoran lalat.

Sementara itu, merujuk kepada jurnal BALABA pada tahun 2018, lalat terbukti menjadi vektor foodborne disease, seperti diare, disentri, muntaber, serta tipes.

Lalat memindahkan agen penyakit dari tubuhnya ke makanan atau minuman dengan beberapa cara. Di antaranya, melalui muntahan, kotoran, atau memindahkan kuman di permukaan tubuhnya.

Diketahui, lalat juga memiliki kebiasaan defekasi (BAB) dan muntah di setiap tempat hinggap mereka. Perilaku tersebut mendorong munculnya penyakit emerging (penyakit infeksi baru) serta penyebaran penyakit menular lainnya.

Artikel Lainnya: Makanan Dihinggapi Lalat, Masih Amankah Dimakan?

2 dari 3 halaman

Penyakit yang Bisa Disebabkan oleh Lalat

Menurut dr. Valda, secara keseluruhan kontaminasi lalat bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare.

“Istilahnya gastroenteritis. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh infeksi bakteri karena kontaminasi yang dibawa oleh lalat,” sebut dr. Valda.

Sementara itu, jika mengacu kepada konteks yang lebih besar, lalat dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Penyakit tersebut dibagi menjadi dua, yakni ditularkan secara langsung dan tidak langsung.

Penularan langsung terjadi melalui gigitan lalat ke tubuh manusia. Salah satunya adalah penyakit tidur yang disebabkan gigitan lalat Tsetse.

Sementara itu, penularan tidak langsung terjadi melalui pemindahan agen patogen oleh lalat ke makanan dan minuman yang dikonsumsi. Penyakit yang akan diderita, yakni diare, difteri, dan juga cacingan. 

Artikel Lainnya: Tak Melulu Soal Diare, Lalat Bisa Sebabkan Kebutaan

Dengan demikian, keberadaan lalat memang cukup mengganggu dan berisiko. Oleh karena itu, tidak ada salahnya melakukan pencegahan dan pengendalian jumlah lalat. Di antaranya:

  • Membuat sistem drainase yang baik.
  • Menutup rapat semua tempat sampah.
  • Menggunakan insektisida kimia.
  • Memakai perangkat berisi umpan organik berbahan insektisida alami, protein, dan yeast.
  • Menggunakan perangkap lalat berbahan perekat

Hal lainnya yang penting diperhatikan adalah kebersihan lingkungan rumah. Termasuk tidak membiarkan bahan makanan yang berpotensi mengundang lalat terbuka begitu saja di rumah. Misalnya, daging segar, ikan basah, dan buah.

Segera rapikan bahan makanan tersebut dan segera simpan di lemari es untuk mencegah lalat berkerumun.

Jika telah terpenuhi, jumlah lalat di sekitar rumah bisa ditekan. Potensi lalat hinggap di makanan atau minuman pun bisa diminimalkan.

Ingat, saat lalat masuk ke minuman atau minuman, jangan pernah dikonsumsi lagi. Tindakan sederhana ini bisa menghindarkan Anda dari risiko kesehatan di kemudian hari.

Jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut seputar kesehatan dan gaya hidup hanya di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar