Sukses

Fakta Bubble Tea, Bolehkah Diminum saat Hamil?

Bubble tea menjadi minuman yang sangat hits belakangan ini. Enak dan menyegarkan, bolehkah dikonsumsi ibu hamil? Simak jawaban dokter berikut.

Popularitas minuman yang mencampurkan boba atau disebut bubble tea sedang meroket belakangan ini. Segala kalangan seolah tak ingin ketinggalan menyeruput minuman dingin dengan bertabur boba di bagian dasarnya, termasuk ibu hamil.

Sebenarnya, tren minuman boba berawal dari Taiwan. Makanan kenyal berbentuk bola-bola kecil berwarna gelap ini terbuat dari tepung tapioka. 

Meski enak dan menyegarkan, sering minum bubble tea untuk ibu hamil konon tidak terlalu disarankan. Benarkah demikian?

1 dari 3 halaman

Kandungan dalam Bubble Tea

Sebelum membahasnya lebih lanjut, ada baiknya Anda mengetahui kandungan yang ada di dalam bubble tea.

Saat ini memang ada banyak sekali merek boba yang ditawarkan di pasaran. Itu artinya, sulit untuk menyebutkan pasti berapa kandungan nutrisi dan kalorinya dalam boba. 

Akan tetapi, baru-baru ini sebuah studi Food Science & Nutrition menganalisis kandungan nutrisi bubble tea dari suatu toko minuman di Los Angeles, AS. Para peneliti menemukan informasi nutrisi berikut:

  • Teh Susu + Tapioka Boba (16 ons): 299 kalori, 38 gram gula.
  • Teh Susu + Tapioka Boba (32 ons): 448 kalori, 57 gram gula.

Sebagai perbandingan, satu kaleng soda berukuran 12 ons mengandung 140 kalori dan memiliki 39 gram gula. Sementara, minuman soda seberat 20 ons memiliki 240 kalori dan 65 gram gula.

Selain itu, kandungan karbohidrat bubble tea dalam ukuran 16 ons adalah sekitar 54 gram.

Artikel Lainnya: Bahayakah bila Menelan Boba Tanpa Dikunyah Dulu?

2 dari 3 halaman

Bolehkah Ibu Hamil Minum Bubble Tea?

Sekarang pertanyaannya, apakah bolehkah bubble tea untuk ibu hamil? Menjawab hal tersebut, begini penuturan dr. Sara Elise Wijono, MRes.

"Ibu hamil minum bubble tea pada prinsipnya boleh-boleh saja, kalau sesekali. Tapi kalau jajan bubble tea-nya rutin dan sering, mungkin bisa dikatakan kurang sehat," ucap dr. Sara Elise.

"Bubble tea itu kan tinggi gula, yang berarti tinggi kalori. Pada bumil, kalau sehari-hari konsumsi makanan atau minuman tinggi kalori risiko kenaikan berat badan berlebih, bayinya juga jadi besar. Secara umum tidak sehat untuk ibu dan bayi kalau kelebihan berat badan," kata dr. Sara Elise.

Di lain sisi, konsumsi asupan tinggi gula dan kalori, termasuk bubble tea, yang sering pada ibu hamil berisiko menyebabkan diabetes gestasional.

Wanita dengan diabetes gestasional dapat merasakan pandangan kabur, mudah lelah, lebih sering berkemih, rasa mual dan muntah, serta penurunan berat badan. 

Artikel Lainnya: Awas, Sering Konsumsi Minuman Bubble Bisa Picu Penyakit

Tak berhenti di sana. Diabetes gestasional juga meningkatkan risiko operasi ceasar, melahirkan bayi dengan berat badan berlebih, bahkan kematian janin.

Agar bahaya boba untuk ibu hamil tersebut tidak menghampiri, jauh lebih baik jika Anda memperbanyak konsumsi makanan sehat bergizi lengkap.

Misalnya, nasi merah, oat, ikan, daging sapi, oat, buah dan sayuran, serta kacang-kacangan. Pastikan juga porsinya seimbang dan jumlahnya tepat.

Kalau pun Anda ingin sesekali mengonsumsi bubble tea dan minuman boba lainnya, kata dr. Sara, Anda bisa menyiasatinya dengan pengaturan jumlah gula. 

“Anda bisa meminta bubble tea tanpa gula atau gulanya setengah saja,” dia menuturkan.

Pada dasarnya, bubble tea dan minuman boba lainnya boleh-boleh saja dikonsumsi oleh ibu hamil. Hal yang penting, jangan terlalu sering dan tidak terlalu banyak.

Jika Anda masih punya pertanyaan seputar manfaat minum bubble tea? Konsultasikan langsung dengan dokter di aplikasi Klikdokter. Pantau juga usia kandungan Anda di Kalender Kehamilan

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar