Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sensasi Kulit Seperti Kesetrum, Gejala Corona? Ini Kata Dokter

Sensasi Kulit Seperti Kesetrum, Gejala Corona? Ini Kata Dokter

Sensasi kulit seperti tersengat listrik kemungkinan akibat dari antibodi yang dikeluarkan tubuh saat melawan virus corona sehingga mengganggu kerja saraf.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada tiga gejala virus corona yang paling lazim, yaitu gejala demam, batuk, dan sesak napas. Meski begitu, sebagian pasien COVID-19 nyatanya juga mengalami gejala, seperti diare, hilangnya indera perasa dan penciuman, ruam di kulit, atau nyeri tenggorokan.

Bahkan, baru-baru ini, seorang pasien virus corona dilaporkan mengalami gejala langka, yakni merasakan sensasi kulit kesetrum atau seperti tersengat listrik. Bagaimana bisa virus corona menyebabkan tubuh terasa seperti tersengat listrik?

1 dari 3 halaman

Kulit seperti Kesetrum, Benarkah Gejala Virus Corona?

Dokter Muhammad Iqbal Ramadhan mengatakan, gejala virus corona yang ditandai dengan sensasi kulit kesetrum pada dasarnya jarang terjadi.

“Biasanya akan bercampur dengan gejala atau sensasi kesemutan di hampir seluruh bagian tubuh.Tidak ada spesifik terhadap bagian tubuh tertentu (sensasi tersetrum listriknya),” ujar dr. Iqbal

WHO juga belum mengonfirmasi secara resmi bahwa sensasi tersetrum termasuk gejala corona. Sebab, menurut dr. Iqbal, gejala kulit kesetrum masih harus diteliti lebih lanjut, mengingat COVID-19 tergolong penyakit baru.

“Makanya, untuk berbagai gejala yang tiba-tiba muncul itu masih dalam masa penelitian dan belum pasti. Tetapi yang sudah pasti ada memang gejala pernapasan dan sistemik seperti demam dan lain-lain,” jelas dr. Iqbal.

Artikel Lainnya: Mata Merah Tanda Gejala Positif Corona, Hoaks atau Fakta?

Selain itu, gejala infeksi sebenarnya muncul akibat respons antibodi pada saat melawan virus atau bakteri yang menyerang. Kondisi tersebut menghasilkan beberapa reaksi, seperti demam, batuk, mual, muntah, dan juga sesak napas.

Oleh karena itu, ketika daya tahan tubuh seseorang kuat, gejala yang dialami kemungkinan tidak akan parah.

2 dari 3 halaman

Kemungkinan Penyebab Kulit Terasa Seperti Kesetrum

Dokter Iqbal menjelaskan, gejala virus corona yang ditandai dengan sensasi kulit kesetrum bisa berhubungan dengan saraf di tubuh manusia. 

“Itu mungkin akibat dari antibodi yang dikeluarkan tubuh kita untuk melawan virus corona  sehingga mengganggu kerja saraf di permukaan kulit,” papar dr. Iqbal.

Walau begitu, gejala tersebut bukanlah sebuah kondisi yang terjadi berkepanjangan. Biasanya, sensasi kulit yang nyetrum akibat virus corona hanya berlangsung sekitar satu atau dua detik. Selain itu, sensasi tersetrum yang dirasakan tidak terlalu berat dan kemungkinan dapat hilang dengan sendirinya.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Hal senada dikatakan oleh dr. Waleed Javaid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS Mount Sinai, New York, Amerika Serikat. Menurutnya, kulit terasa seperti kesetrum listrik menandakan respons kekebalan tubuh sedang meluas.

“Saat terinfeksi, sel-sel kekebalan tubuh akan diaktifkan, sehingga banyak zat kimia yang dilepaskan ke seluruh tubuh. Hasilnya, sensasi tersetrum bisa muncul. Ketika respons sistem kekebalan tubuh meningkat, kita bisa mengalami sensasi yang berbeda,” kata dr. Javaid.

Javaid mengaku pernah melihat kejadian serupa yang dialami oleh pasien dengan kondisi penyakit lain. Sensasi kesetrum sebagian besar dialami oleh pasien rawat jalan yang sehat serta peka dengan perubahan kecil di tubuh mereka.

Untuk orang yang mengalami penyakit dengan kondisi parah, sensasi kecil dan halus seperti tersetrum ini kemungkinan tidak dapat dirasakan jelas.

Oleh karena itu, di masa pandemi ini, penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar semakin kuat. Caranya dengan menerapkan pola hidup sehat, makan makanan bergizi, serta olahraga teratur.

Jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjauhi kerumunan, dan cuci tangan rajin. Apabila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut tentang gejala virus corona, konsultasi langsung dengan dokter kami lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar