Sukses

Wajib Tahu, Kadar Virus Corona Pengaruhi Risiko Gejala!

Saat ini, di masyarakat beredar asumsi kalau semakin banyak kadar virus corona di dalam tubuh, makin parah pula gejalanya. Benarkah demikian?

Para pakar masih terus meneliti perkembangan virus corona. Sebab, selain terus bermutasi, sejumlah fakta penularannya pun satu per satu ditemukan. 

Dilansir New York Times para peneliti memperkirakan dosis infektif corona hanya beberapa ratus partikel. Jumlah tersebut hampir sama dengan SARS karena keduanya memiliki kemiripan.

Sementara, di masyarakat beredar asumsi semakin banyak kadar virus corona di dalam tubuh, makin parah pula gejala yang timbul. Benarkah demikian?

1 dari 3 halaman

Bagaimana Kadar Virus Corona di Dalam Tubuh Pengaruhi Tingkat Keparahan Gejala? 

Umumnya, orang dengan kadar patogen tinggi di tubuh, baik influenza, HIV, maupun SARS, cenderung memiliki gejala lebih parah.

juga lebih mungkin menularkan virus tersebut kepada orang lain. Bagaimana dengan COVID-19?

Menurut penelitian, pasien tanpa gejala tampaknya memiliki viral load (jumlah virus di tubuh) virus corona yang sama dengan gejala berat.

Misalnya, saat petugas kesehatan di Lombardy, Italia, menyelidiki wabah COVID-19 di sana. Kesimpulannya, dari 5.000 orang yang terinfeksi, dia tidak menemukan perbedaan dalam hal viral load antara pasien bergejala dan tidak.

Sama halnya dengan dokter di Guangzhou, China, yang melayani tes swab berulang pada 94 pasien COVID-19, dimulai saat sakit hingga dinyatakan sembuh.

Mereka mengaku tak menemukan perbedaan viral load jelas antara kasus yang ringan dan parah.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Namun begitu, ahli hingga saat ini belum bisa memastikan apakah viral load yang lebih tinggi akan menyebabkan gejala yang lebih parah. Di lain sisi, jika memiliki viral load yang tinggi, diduga Anda lebih mungkin menulari orang lain.

Bagaimana tanggapan dokter terkait temuan ini? Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menyebut studi tersebut sejatinya belum banyak dilakukan sehingga belum bisa dijadikan acuan. Virus corona adalah penyakit baru yang masih terus dan harus diteliti.

“Ada studi pun belum tentu bisa dijadikan patokan karena ada berbagai faktor. Misal jumlah sampel yang sedikit, belum peer-reviewed, dan lain-lain,” jelas dr. Astrid. 

“Namun, memang ada beberapa studi yang meneliti hal ini. Hasilnya mengarah pada viral load SARS-COV2 memiliki hubungan dengan tingkat keparahan penyakit atau manifestasi klinis yang timbul,” ia menambahkan. 

Artikel Lainnya: Benarkah Pasien Reinfeksi Virus Corona Punya Gejala Lebih Parah?

2 dari 3 halaman

Pentingnya Masker dan Protokol Kesehatan Lain untuk Menghindari Infeksi Corona

Karena masih diliputi ketidakpastian itulah, hal terpenting untuk mencegah penularan adalah dengan memakai masker dan melaksanakan protokol kesehatan.

Vaksin COVID-19 memang beberapa di antaranya sudah masuk tahap uji klinis akhir. Namun, itu bukan berarti Anda bisa melonggarkan batasan-batasan protokol kesehatan.

“Vaksin bukan mengobati, tapi mencegah. Kalau sudah terinfeksi, tidak pengaruh ada vaksin. Jadi, perbaiki pola pikir dan kembali fokus pada pencegahan jika masih dalam kondisi sehat,” dr. Astrid menegaskan. 

Adapun langkah pencegahan untuk menekan risiko COVID-19 adalah sebagai berikut: 

  • Cuci tangan dengan benar. Pakailah sabun untuk membunuh virus atau organisme lain yang melekat di kulit. Usahakan cuci tangan secara rutin saat banyak beraktivitas.
  • Pakai masker setiap keluar rumah atau saat ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala penyakit. 
  • Tetap di rumah meskipun banyak tempat umum atau hiburan mulai dibuka. Penularan corona masih tinggi sehingga tetap di rumah adalah pilihan yang terbaik. 
  • Hindari berkerumun karena mungkin di sana ada orang yang membawa virus corona sehingga bisa saja terjadi penularan. 
  • Makan sehat gizi seimbang dan melakukan aktivitas sehat. Hal tersebut membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi virus corona. 

Dengan menerapkan protokol kesehatan dengan benar setidaknya kita telah menyelamatkan diri sendiri. Sekaligus, Anda berkontribusi melandaikan kurva penularan coronavirus di Indonesia.

Pantau terus perkembangan terbaru seputar pandemi virus corona hanya di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar