Sukses

Cara Tepat Memberitahu Anda Terkena COVID-19

Mungkin kita galau, diumumkan atau tidak, ya, kalau kena COVID-19? Tapi, sebaiknya diberitahu dan inilah cara yang tepat menurut psikolog.

Tidak ada orang yang mau kena COVID-19, apalagi sampai menjadi penular. Setelah resmi dinyatakan terkena virus corona pun, beberapa orang memilih untuk merahasiakannya.

Hal ini tidak lepas dari stigma banyak orang soal penderita COVID-19. Namun, sebaiknya jangan rahasiakan kalau terkena COVID-19, terutama kepada orang-orang yang pernah berkontak fisik dengan Anda.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk memberitahu orang lain bahwa Anda terkena COVID-19?

1 dari 4 halaman

Cara Memberitahu Orang yang Berkontak Fisik saat Anda Kena COVID-19

Hal ini memang susah-susah gampang. Perlu cara yang tepat untuk menyampaikan supaya tidak membuat orang lain jadi takut.

Memberitahu kondisi yang sesungguhnya lebih baik dibanding tidak sama sekali. Dengan mengabari orang-orang yang berkontak fisik, Anda bisa bantu memutus rantai penularan.

“Penting untuk tidak saling membuat takut di setiap kesempatan,” kata Kumi Smith, Ph.D, asisten profesor epidemiologi dan kesehatan komunitas di University of Minnesota, Amerika Serikat.

Di sisi lain, Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, mengatakan, memang sebaiknya diberitahukannya saja. Apa pun konsekuensinya, harus diterima.

Artikel Lainnya: Tips Kurangi Waktu Berkumpul dengan Teman saat New Normal

"Paling utama adalah terus terang saja ke orang terdekat kalau misalnya kita kena COVID-19. Ceritakan juga kronologi awal mula kita terpapar virus corona dan alurnya bagaimana," ungkap psikolog Ikhsan.

"Jadi, orang-orang terdekat bisa tahu kapan dan di mana kita kena COVID-19, serta kapan kita kontak sama mereka. Supaya mereka bisa tracing juga aktivitas mereka sebelumnya," sambungnya.

Bila hasil tes Anda positif atau mulai merasa sakit, Smith mengatakan hal pertama yang perlu diingat adalah jangan panik dan tidak menyalahkan diri sendiri atau merasa bersalah.

Setelah Anda mengisolasi diri, buat daftar orang-orang yang perlu dihubungi. Khususnya mereka yang jaraknya kurang dari 1,5 meter – baik bermasker ataupun tidak – selama sekitar 15 menit atau lebih.

Sulit memang mengingat siapa saja yang bertemu dengan kita. Apalagi kalau aktivitas banyak di luar dan bertemu banyak orang.

Namun, usahakan untuk mengingat yang benar-benar berkontak dengan Anda, supaya penularan bisa ditekan.

Artikel lainnya: Sudah Sembuh tapi Terinfeksi Virus Corona Lagi, Bagaimana Efeknya?

2 dari 4 halaman

Bagaimana Bila Respons yang Diterima dari Orang Lain Buruk?

Pasti sulit mengungkapkan bahwa kita kena COVID-19 kepada orang sekitar. Sudah terbayang semua responsnya yang tidak selalu baik.

Respons negatif itulah yang membuat kita kadang jadi takut mengungkapkan yang sebenarnya. Padahal, mau tak mau harus tetap diungkapkan juga.

Meski begitu, tetaplah berpikir positif walau respons dari orang lain buruk.

"Pastinya kita merasa sedih kalau ada yang merespons negatif. Kalau memang ada orang sekitar yang menjauh, di satu sisi kita perlu menerimanya dan melihat juga bahwa mereka berjarak mungkin karena ada rasa khawatir dan cemas juga. Jadi, baiknya fokus ke pemulihan diri dulu," kata psikolog Ikhsan.

Selain itu, Ikhsan menyarankan agar kita cari cara atau kegiatan yang memang bisa membantu mengurangi rasa sedih atau marah atas respons orang sekitar.

Artikel lainnya: Ada Kasus COVID-19 di Kantor, Ini yang Harus Dilakukan agar Tak Cemas

3 dari 4 halaman

Cara Atasi Emosi dan Pikiran Negatif Setelah Akui Kena COVID-19

Namanya juga manusia, rasa kalut atau emosi berkecamuk setelah mengaku terkena COVID-19 pasti ada! Rasa ini perlu diatasi dengan baik. Jangan sampai malah mengganggu dan akhirnya memperburuk kondisi.

Berikut beberapa hal untuk mengatasi emosi dan pikiran negatif usai mengaku kena COVID-19:

1. Anda Membantu Menekan Penyebaran

"Sadari bahwa dengan mengakui kita kena COVID-19, justru membantu tracing penyebaran virusnya, sehingga orang di sekitar kita bisa segera dites. Sebab kalau tidak bilang, justru makin bahaya," ungkap psikolog Ikhsan.

2. Lakukan Kegiatan Positif

"Buatlah kegiatan yang menyenangkan yang mungkin bisa dilakukan saat isolasi mandiri."

3. Lakukan Relaksasi Guna Menstabilkan Emosi

"Sadari juga bahwa kondisi kita tertular COVID-19 itu di luar kendali kita. Meskipun sudah menjaga protokol kesehatan, tetapi masih tetap ada kemungkinan tertular," tegas Ikhsan.

Oleh karena itu, lakukan relaksasi. Buatlah diri lebih tenang dengan teknik pernapasan, sehingga bisa membuat emosi jadi stabil.

Jadi, jangan khawatir untuk mengungkapkan Anda terkena COVID-19. Hal ini akan membawa dampak positif bagi diri dan orang lain.

Bila ingin konsultasi ke dokter seputar COVID-19, pakai Live Chat dari KlikDokter. Anda pun bisa periksa gejala lewat tes coronavirus dan PCR Home Care.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar