Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Bahaya Ejakulasi di Anus Saat Anal Seks

Beberapa pasangan lebih memilih melakukan seks anal. Namun, sebenarnya cara memuaskan keinginan seksual ini kurang direkomendasikan. Ini Alasannya!

Anal seks berarti memasukkan penis ke dubur, sehingga sperma tidak akan sampai ke sel telur. Posisi seks ini sering menjadi pilihan sebagian pasangan yang ingin mencegah kehamilan.

Karena anal seks dianggap tidak membuahkan kehamilan, sebagian pasangan akan melakukannya tanpa alat pelindung (kondom).

Padahal, hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit menular seksual, apalagi jika diiringi dengan ejakulasi di anus.

1 dari 3 halaman

Bahaya Ejakulasi saat Seks Anal

Menurut dr. Atika, secara medis seks anal merupakan praktik seksual yang paling erat kaitannya dengan transmisi HIV.

“Selain itu, masalah higienitas juga menjadi perhatian utama. Kita tahu dubur mengandung banyak sekali kuman,” terang dr. Atika.

Faktanya, anus merupakan tempat yang nyaman bagi bakteri E. Coli untuk berkembang biak. Bakteri tersebut dapat menyebar melalui luka di kulit.

Kemungkinan penyebaran infeksi jauh lebih tinggi jika pasangan melakukan anal seks tanpa kondom, dan kemudian beralih ke seks vaginal atau oral (tanpa kondom juga).

“Sebenarnya medis kurang menyarankan (anal seks). Namun, dikembalikan pada keputusan masing-masing pasangan,” ujar dr. Atika.

Artikel Lainnya: Bolehkah Menggunakan Baby Oil sebagai Pelumas Seks?

Selain adanya risiko penyakit menular seksual, anal seks nyatanya juga berpeluang menyebabkan kehamilan meski kemungkinannya sangat kecil. Pasalnya, ada kemungkinan air mani masuk ke vagina setelah melakukan anal seks.

2 dari 3 halaman

Penyakit yang Terjadi Akibat Ejakulasi Anal

Berdasarkan dr. Atika, ejakulasi anal dapat meningkatkan risiko penularan penyakit HIV/AIDS, gonore, sifilis, dan lain sebagainya.

“Kalau mau menurunkan risiko penularan penyakit tersebut, caranya dengan menggunakan pengaman seperti kondom,” saran dr. Atika.

Di samping itu, lubang anus pada dasarnya tidak menghasilkan lubrikan (pelumas) seperti vagina.

Artikel Lainnya: Kaum Gay dan Transgender Paling Berisiko HIV/AIDS?

Oleh karena itu, selain akan merasa nyeri selama penetrasi, anal seks juga dapat mengakibatkan luka di dubur.

Otot di sekitar anus yang berbentuk cincin dapat pula longgar jika seks anal dilakukan berulang kali. Lambat laun, hal tersebut bisa menyebabkan ketidakmampuan untuk menahan buang air besar (BAB).

Tidak berhenti di situ. Seks anal pada penderita wasir juga dapat memperburuk kondisi yang ada.

Meski demikian, posisi seks ini tidak mungkin mencetuskan wasir apabila sedari awal belum mengalaminya.

Seks anal bukan solusi terbaik untuk mencegah kehamilan. Posisi seks tersebut malah bisa membuat Anda mengalami penyakit menular seksual, yang akan menurunkan kualitas di atas ranjang.

Oleh karena itu, pikir dua kali sebelum melakukan seks anal. Jika ingin aman atau butuh saran lebih lanjut mengenai hal tersebut, tak perlu sungkan untuk berkonsultasi kepada dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar