Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Terapi Gelombang Suara Baik untuk Perkembangan Otak Anak?

Benarkah Terapi Gelombang Suara Baik untuk Perkembangan Otak Anak?

Gelombang suara sejak lama diketahui mampu menstimulasi otak. Namun, benarkah ampuh untuk memengaruhi perkembangan otak anak?

Setiap orang tua ingin anaknya memiliki perkembangan otak yang maksimal. Berbagai cara pun dilakukan, salah satunya dengan terapi otak menggunakan gelombang suara.

Konon, gelombang suara yang sudah di-setting sedemikian rupa punya manfaat untuk otak anak.

Misalnya saja, mengatasi anak yang punya speech delay, tantrum, tidak fokus, susah makan, dan sering menangis. Lantas, benarkah terapi gelombang otak punya manfaat yang sedemikian dahsyat?

1 dari 3 halaman

Apa Itu Terapi Gelombang Suara?

Terapi gelombang otak ini pada dasarnya menggunakan suara atau binaural beats. Cara ini merupakan teknik yang menggabungkan dua frekuensi nada berbeda.

Terapi gelombang otak menggunakan suara yang diklaim dapat menginduksi kondisi mental. Terapi ini masih ada hubungan dengan latihan meditasi.

Binaural beats dikatakan mampu untuk menghadirkan manfaat berikut:

  • Mengurangi kecemasan.
  • Membantu mengatasi rasa sakit.
  • Menurunkan stres.
  • Meningkatkan fokus dan konsentrasi.
  • Mempromosikan kreativitas.
  • Menumbuhkan suasana hati yang positif.
  • Meningkatkan relaksasi.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi.,  Psikolog, terapi otak menggunakan gelombang suara sedang booming untuk membantu menstimulasi otak balita.

Artikel Lainnya: Terapi untuk Remaja yang Kecanduan Pornografi

Mendengarkan suara dengan gelombang tertentu diyakini memberikan efek baik untuk otak anak.

"Jadi, prosesnya anak akan mendengarkan suara dengan tingkat gelombang suara tertentu. Tujuannya untuk menstimulasi dan memperbaiki bagian-bagian tertentu di dalam otak yang katanya bisa membantu meningkatkan konsentrasi anak atau menurunkan stres," jelasnya.

Artikel Lainnya: Ragam Terapi untuk Penderita Autis

Melansir Healthline, sebuah penelitian pernah meminta delapan orang dewasa untuk mendengarkan CD binaural beats dengan frekuensi ketukan delta 1 hingga 4 Hz.

Peserta diberi instruksi untuk mendengarkan CD binaural beats tersebut selama 60 hari secara rutin.

Partisipan penelitian juga diwajibkan mengisi survei yang dilaksanakan sebelum dan sesudah uji coba. Isi survei berkisar tentang suasana hati dan kualitas hidup mereka.

Hasilnya diakui oleh peserta bahwa mendengarkan binaural beats selama 60 hari dapat  meningkatkan kualitas hidup mereka. Rasa kecemasan yang menghantui mereka pun diakui turut berkurang.

Kendati demikian, hasil penelitian kecil ini tidak lantas dianggap valid atau bisa diaplikasikan ke semua orang dan kondisi.

Penelitian yang lebih besar diperlukan untuk menentukan manfaat dan efek samping terapi gelombang suara.

Artikel Lainnya: Kenali Tanda-tanda Anak Anda Butuh Terapi Wicara

2 dari 3 halaman

Perhatikan Hal Ini saat Menggunakan Terapi Gelombang Suara

Psikolog Ikhsan menegaskan, terapi otak menggunakan gelombang suara masih belum diketahui benar manfaatnya untuk menstimulasi otak.

Namun, kalau ingin mencobanya, ya, silakan saja. Sejauh ini belum ada laporan atau efek buruk yang ditemukan akibat mendengarkan gelombang suara tertentu.

Asalkan, ortu tidak menyetel musik tersebut terlalu keras, ya. Sebab musik yang terlalu keras dapat merusak telinga!

Selain itu, lebih baik berkonsultasi dulu dengan ahlinya. Cari tahu dulu, apakah terapi ini benar-benar cocok untuk kondisi anak atau tidak.

"Sebenarnya ini masih belum pasti, ya. Namun kalau memang mau, silakan mencari profesional yang memahami teknik terapi gelombang suara tidak apa, biar tidak sembarangan," ujar psikolog Ikhsan.

"Lalu, di pasaran banyak dijual CD dari gelombang suara ini. Itu harus lebih hati-hati lagi, apakah memang itu resmi dan terverifikasi atau tidak," lanjutnya. Perlu memastikan kepada ahlinya dulu, baru yakin menggunakannya. Salah-salah cara, perkembangan anak justru dapat terganggu.

Itu dia hal yang perlu diketahui tentang terapi otak menggunakan gelombang suara. Untuk mengetahui kondisi anak lainnya, konsultasikan dengan dokter lewat LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar