Sukses

Protokol Kesehatan Virus Corona saat Pilkada 2020

Meski sudah ada protokol kesehatan saat pilkada 2020 berlangsung, Anda tetap harus berhati-hati dan waspada akan risiko penularan virus corona.

Angka positif virus corona di Indonesia terus menanjak. Per senin (2/11), jumlah positif COVID-19 mencapai 2618 sehingga total kasus yang ada mencapai 345.566 jiwa.

Fakta tersebut meresahkan banyak pihak, khususnya masyarakat. Belum lagi rencana digelarnya Pilkada 2020 serentak pada Desember mendatang.

 

1 dari 3 halaman

Risiko Penularan COVID-19 saat Pilkada 2020

Keresahan masyarakat terkait berlangsungnya pilkada 2020 memang jadi perbincangan beberapa waktu belakangan. Meski begitu, ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan pihaknya telah menyusun rencana teknis pemungutan suara dengan protokol kesehatan ketat.

Menanggapi hal tersebut, dr. Sepriani Timurtini Limbong mengatakan, risiko tertular virus corona masih tetap masih ada sekalipun terdapat protokol kesehatan selama pilkada berlangsung.

“Terutama saat pilkada yang masih onsite. Tentu masih ada risiko transmisi infeksi. Belum lagi kondisi kerumunan yang bisa memperburuk kondisi transmisi infeksi,” kata dr. Sepriani.

“Lalu, ketika tempat ramai dan dipenuhi oleh orang, jaga jarak minimal 2 meter tidak dapat dipertahankan dengan durasi yang lama,” sambungnya.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sudah membuat interim guidance untuk mitigasi infeksi selama pemilihan umum berlangsung. Hal itu pun kemudian dijelaskan oleh dr. Sepriani.

Artikel Lainnya: Tips Kurangi Waktu Berkumpul dengan Teman saat New Normal

“Prinsipnya sama dengan yang sebelumnya sudah sering disampaikan, yaitu lakukan 3M. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” ungkap dr. Sepriani.

“Ikuti juga dengan rekayasa lokasi pemilihan, pengaturan jalur masuk dan keluar, atur jarak kotak suara, disinfeksi bilik pemilihan, dan sebagainya,” tegasnya.

2 dari 3 halaman

Protokol Kesehatan Pilkada di Masa Pandemi

Tidak ada perbedaan dalam proses pemungutan suara pada pilkada 2020. Hanya saja, Anda wajib mematuhi protokol kesehatan guna menurunkan risiko penularan virus corona.

Beberapa protokol kesehatan pilkada di masa pandemi, antara lain:

  • Sebelum memasuki kawasan tempat pemungutan suara (TPS), cuci tangan terlebih dahulu menggunakan air mengalir dan sabun yang telah disediakan
  • Masyarakat yang hadir di kawasan TPS wajib memakai masker dan dicek suhu tubuhnya oleh petugas
  • Masyarakat yang ikut berpartisipasi akan diberikan sarung tangan plastik sekali pakai, guna menjaga kebersihan dan menurunkan risiko penularan virus corona
  • Tinta pada jari setelah mencoblos diberikan menggunakan pipet, bukan mencelupkan jari ke dalam botol

Artikel Lainnya: Harus Isolasi Akibat Infeksi Virus Corona, Ikuti Protokol Kemenkes!

Melengkapi protol kesehatan tersebut, dr. Sepriani mengimbau agar masyarakat yang sakit atau tidak fit untuk tidak datang ke TPS. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan virus penyebab penyakit.

Selain itu, dr. Sepriani juga menegaskan agar ada panduan khusus untuk pemilih yang terinfeksi COVID-19. Misalnya, petugasnya pakai APD dan dilakukan tempat terpisah.

“Kalau pun protokol ini dilaksanakan, tetap ada kemungkinan untuk terinfeksi. Misalnya, pemakaian masker yang tidak benar, tidak disiplin cuci tangan atau jaga jarak, dan sebagainya,” ucap dr. Sepriani.

“Oleh karena itu, sebisa mungkin kalau sudah memberikan hak suara, tetap karantina mandiri di rumah,” pungkasnya.

Tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku saat pilkada 2020 nanti. Ingatlah selalu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Anda tak ingin kehilangan momen bersama orang-orang terdekat akibat harus isolasi mandiri, bukan?

Cari tahu fakta lain tentang virus corona dengan berkonsultasi lebih lanjut pada dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam. Anda juga bisa menemukan berita kesehatan lain dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar