Sukses

Berapa Detak Jantung Normal Janin yang Sehat?

Jadi salah satu tanda bayi dalam kandungan sehat, berapa detak jantung normal bayi yang sehat? Ketahui juga cara menghitungnya menggunakan beberapa alat berikut.

Selama masa kehamilan, setiap ibu pasti excited untuk melihat dan mengetahui perkembangan bayi di dalam kandungannya. Salah satu hal yang mungkin paling ditunggu-tunggu adalah mendengar detak jantung janin. 

Ibu juga perlu tahu berapa detak jantung janin yang normal dan tidak normal selama masa kehamilan. Untuk itu, simak pembahasan mengenai detak jantung janin di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Detak Jantung Janin yang Sehat

Selain mengetahui jenis kelamin, mendengar detak jantung janin menjadi salah satu momen yang ditunggu pasangan suami istri ketika memeriksakan kandungan di rumah sakit.

Pada usia kehamilan lima minggu, biasanya jantung bayi sudah mulai terbentuk bersamaan dengan otak, sumsum tulang belakang, dan organ lainnya. 

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, Detak Jantung Janin (DJJ) mulai dapat terdeteksi di usia kehamilan delapan minggu. 

Detak jantung janin hanya akan terdengar jika Anda melakukan pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG). Normalnya, jantung janin akan berdetak sekitar 120-160 beats per minute (BPM).

“Apabila detak jantung bayi lebih lambat atau lebih cepat, ini menandakan sesuatu yang abnormal. Biasanya akan berhubungan dengan kondisi seperti penyakit jantung bawaan, infeksi intrauterine (infeksi di dalam rahim), gawat janin, dan sebagainya. Itu dia mengapa pemeriksaan secara rutin wajib dilakukan selama proses kehamilan,” ujar dr. Sepriani. 

Akan tetapi, ibu tidak perlu khawatir jika detak jantung si kecil tidak terlalu terdengar di masa-masa ini.

Kendati DJJ bisa terdengar di usia kehamilan delapan minggu, kadang prosesnya dapat lebih lama dari waktu tersebut. Untuk benar-benar bisa mendengar detak jantung janin, prosesnya bisa memakan waktu hingga usia kehamilan 12 minggu. 

Artikel lainnya: 4 Kondisi Janin yang Berbahaya

2 dari 3 halaman

Proses Pemantauan Detak Jantung Janin

Ada dua cara mendengar dan memantau detak jantung janin. Melansir dari Hopkins Medicine, berikut ulasannya: 

  • Pemantauan Jantung Janin Secara Eksternal 

Salah satu jenis alat yang sering digunakan untuk memeriksa DJJ secara eksternal adalah USG Doppler. Alat ini bisa mendengar dan merekam detak jantung janin melalui perut (abdomen) ibu. 

Selain digunakan di masa kehamilan, USG doppler juga dimanfaatkan untuk memeriksa DJJ saat proses bersalin.

Ketika menggunakan alat ini, probe ultrasound (transduser) akan diletakkan ke perut ibu, khususnya di posisi jantung janin. Transduser berfungsi mengirimkan suara detak jantung janin ke komputer. 

Nantinya, denyut dan pola detak jantung janin akan tampil di layar, hasilnya juga bisa dicetak di kertas. 

Artikel Lainnya: Menyingkap Tanda Kehamilan Kembar yang Jarang Disadari

  • Pemantauan Jantung Janin Secara Internal 

Proses mendengarkan DJJ ini menggunakan kawat tipis (elektroda) yang dipasangkan ke kepala bayi. Kabel akan masuk ke dalam rahim lewat vagina, lalu ditempel ke kepala bayi untuk mendengar detak jantungnya 

Hasil DJJ akan dihubungkan oleh kabel dan ditampilkan ke layar monitor.  Metode ini lebih akurat, karena hal-hal seperti gerakan tidak akan memengaruhi hasil hitung detak jantung janin. 

Pemantauan DJJ internal hanya bisa dilakukan apabila pemantauan eksternal tidak memberikan hasil baik. Selain itu, cara ini juga dapat dilakukan saat kantung ketuban ibu sudah pecah dan serviks terbuka. 

Dokter Sepriani juga menambahkan, “Apabila ibu hamil ada alat di rumah dan sudah terbiasa periksa sendiri (pakai Doppler di rumah), silahkan diperiksa sendiri. Selama Anda tahu lokasinya (bisa minta diajarkan oleh dokter kandungannya). Namun, jika hasilnya kurang atau lebih dari range normal, harus langsung periksa ke dokter untuk konfirmasi.” 

Mengutip Healthline, DJJ pertama bisa terhitung sekitar 90-110 kali per menit. Lalu meningkat menjadi 140-160 per menit. Akan tetapi, detak jantungnya dapat berubah-ubah sepanjang kehamilan karena janin di dalam perut masih dalam tahap perkembangan. 

Penting untuk memastikan janin dalam keadaan sehat melalui pemeriksaan kehamilan rutin di dokter kandungan. Apabila masih ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut mengenai kehamilan atau detak jantung janin, konsultasi sementara dengan dokter via Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar