Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kerja Shift Malam Bisa Picu Jantung Koroner? Ini Kata Dokter

Kerja Shift Malam Bisa Picu Jantung Koroner? Ini Kata Dokter

Benarkah wanita pekerja yang mendapat giliran shift malam berisiko terkena jantung koroner lebih tinggi? Ini faktanya!

Beberapa perusahaan ada yang menerapkan sistem kerja shift untuk karyawan mereka. Operasional kantor yang membutuhkan waktu 24 jam sehari, menjadi alasan sistem shift diberlakukan.

Artinya, sebagian karyawan yang mendapatkan shift malam tidak boleh tidur sama sekali dari malam hingga pagi hari. 

Dalam beberapa studi, kerja shift malam berpotensi mendatangkan beberapa risiko penyakit. Salah satunya adalah penyakit jantung koroner (PJK).

1 dari 3 halaman

Benarkah Kerja Shift Malam Bisa Picu Jantung Koroner?

Menurut studi dari Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School (HMS),  Amerika Serikat, wanita yang bekerja shift malam selama 10 tahun berisiko 15 hingga 18 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner. 

Angka tersebut dibandingkan dengan wanita yang tidak bekerja shift malam. “Ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan terkena penyakit jantung koroner. Misalnya, pola makan yang buruk, merokok, peningkatan indeks massa tubuh dan kurangnya aktivitas fisik” kata Celine Vetter seorang peneliti HMS. 

Peneliti kemudian mencoba mengendalikan faktor-faktor risiko tersebut. Meski begitu, mereka tetap melihat adanya peningkatan risiko penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan kerja shift bergilir.

“Meskipun risiko dan kontribusi kerja shift terhadap PJK cukup kecil, penting untuk dicatat, ini adalah faktor risiko yang bisa dicegah. Mengubah jadwal shift dapat berdampak mencegah penyakit jantung koroner,” tegas Vetter. 

Artikel Lainnya: Kenali Gangguan Tidur Akibat Kerja Shift

Vetter melanjutkan, meski studinya sejalan dengan temuan lain, tapi belum diketahui pasti kapan jam shift malam yang bisa meningkatkan risiko jantung koroner. Ada kemungkinan, jadwal shift yang beda dapat meningkat risiko berbeda pula.  

Sementara itu, dr. Arina Heidyana mengatakan kerja shift malam bukanlah pemicu jantung koroner. 

“Menurut saya tidak (memicu jantung koroner). Tergantung ke individu masing-masing bagaimana. Kecuali kalau pekerja shift malam itu memang ada faktor risikonya, seperti obesitas, merokok, kurang olahraga, dan lain sebagainya (bisa memicu jantung koroner),” terang dr. Arina. 

“Sebenarnya mau kerja jam berapa pun, kalau gaya hidup memang tidak sehat, tetap bisa meningkatkan risiko terkena jantung koroner,” dr. Arina menambahkan. 

Dengan demikian, shift malam bukanlah faktor tunggal seseorang bisa berisiko terhadap jantung koroner. 

Penyakit jantung koroner ditandai dengan kondisi rusaknya pembuluh darah utama yang memberi pasokan darah, oksigen, serta nutrisi untuk jantung. Hal tersebut disebabkan oleh penumpukan plak kolesterol dan kondisi peradangan.

Artikel Lainnya: Konsumsi Vitamin Ini, Jika Anda Sering Bekerja Malam Hari

2 dari 3 halaman

Tips Cegah Jantung Koroner Meski Harus Kerja Shift Malam

Dokter Arina memberikan tips bagi para pekerja yang mendapat jatah shift malam supaya terhindar dari risiko jantung koroner. Misalnya, beberapa  cara berikut ini. 

  • Tidak boleh makan makanan sembarangan, terutama yang berlemak. 
  • Kurangi ngemil saat jaga malam karena bisa menaikkan berat badan. 
  • Hindari merokok.
  • Tidak berlebihan saat minum kopi.
  • Setelah jaga malam, pastikan istirahat yang cukup. Normalnya tidur selama 7-8 jam.
  • Jangan lupa untuk berolahraga. 

Dengan menerapkan pola hidup sehat, risiko jantung koroner bisa diminimalkan. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk mengecek kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sebab, jika sudah menderita jantung koroner, salah satu penangannya adalah mengubah gaya hidup. Selain itu, Anda juga harus rutin minum obat-obatan dan melakukan prosedur medis lain jika dibutuhkan.

Pasien jantung koroner bisa mengonsumsi obat penurun kolesterol, beta blockers, aspirin, serta nitrat. Namun, ketika kondisi penderita semakin memburuk, maka tindakan operasi perlu dilakukan.

Itu dia beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegah penyakit jantung koroner. Apabila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, Anda bisa konsultasi dengan dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar