Sukses

Mengulik Fakta Terapi Memeluk Sapi untuk Redakan Stres

Memeluk sapi tengah menjadi tren di masyarakat Belanda untuk terapi meredakan stres. Bagaimana efektivitasnya menurut psikolog?

Pernahkah Anda membayangkan berpelukan dengan sapi? Mungkin sedikit menakutkan karena khawatir sapi justru bisa menyerang Anda. 

Akan tetapi, memeluk sapi nyatanya kini jadi hobi sebagian orang di Belanda. Mereka biasa menyebut aktivitas tersebut dengan koe knuffelen.

Disinyalir memeluk sapi dapat menjadi terapi untuk meredakan stres pada manusia. Bagaimana faktanya?

1 dari 3 halaman

Sekilas tentang Terapi Peluk Sapi

Terapi memeluk sapi sejatinya telah lama dipraktikkan masyarakat Belanda. Dilansir dari BBC, pemilik peternakan di Belanda, Kastane Houve, telah membuka tempat memeluk sapi selama empat belas tahun. 

Bagaimana terapi tersebut dijalankan? Orang-orang biasanya akan memulai dengan berkeliling di area peternakan sebelum memulai terapi. Kemudian, mereka menghabiskan waktu bersama seekor sapi selama 2-3 jam.

Saat itu, mereka dapat memeluk, mengelus, bersandar, dan berinteraksi dengan sapi. Aktivitas tersebut kemudian bisa menghasilkan sensasi yang menenangkan. 

Sebab, sapi mempunyai suhu tubuh yang hangat, detak jantung yang lebih lambat, dan ada kenyamanan yang datang dari tubuh besarnya. 

“Sapi adalah hewan yang sangat santai, mereka tidak berkelahi,” kata Kastane Houve. 

Sementara itu, dilansir dari Insider, Jose van Stravalen mulai menawarkan sesi terapi memeluk sapi sejak enam tahun lalu. 

Artikel Lainnya: Manfaat Menyehatkan dari Berpelukan

“Orang-orang sering mengatakan kepada saya, [pengalaman] memeluk sapi lebih dari yang mereka ekspektasikan. Orang-orang merasa hangat, diterima, dan dicintai. Inilah yang mereka butuhkan untuk membuat sapi merasakan hal yang sama,” terang Stravalen.

Tren terapi memeluk sapi saat ini nyatanya tidak hanya berkembang di Belanda. Tapi, juga di beberapa negara lainnya, seperti Amerika Serikat dan Swiss. 

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, terapi memeluk sapi untuk meredakan stres sah-sah saja dilakukan. 

“Tren memeluk sapi bisa saja menurunkan stres yang kita rasakan. Karena, ada penelitian yang bilang hewan (termasuk sapi) memiliki ‘kekuatan’ untuk menyembuhkan,” jelas Ikhsan.  

Artikel Lainnya: Manfaat Pelukan sebagai Obat untuk Penderita Gangguan Bipolar

2 dari 3 halaman

Menyingkap Manfaat Terapi Peluk Sapi untuk Redakan Stres

Dilansir BBC, memeluk sapi diyakini dapat meningkatkan rasa positif dan mengurangi stres pada manusia. Oleh karena itu, saat melakukan aktivitas tersebut terjadi peningkatan oksitosin dalam tubuh. 

Psikolog Ikhsan menjelaskan, ada ikatan biologi antara manusia dengan hewan yang menyebabkan manusia secara alami mengeluarkan zat kimia otak bernama oksitosin. 

“Oksitosin tersebut juga dapat menghalangi produksi hormon stres, serta menciptakan rasa nyaman dan tenang,” terang Ikhsan. 

“Apalagi prosesnya itu berpelukan sama hewan tersebut. Dengan berpelukan, ada sentuhan fisik juga yang sama, zat kimia oksitosinnya terproduksi juga. Jadi, waktu memeluk sapi rasanya tenang dan nyaman,” tambahnya. 

Dalam jurnal Applied Animal Behavior Science (2007), sapi memang terbukti menunjukkan tanda-tanda relaksasi yang dalam saat dipeluk. 

Sapi lalu dapat meregangkan tubuh dan membiarkan telinganya menekuk ke belakang saat dipijat di area tertentu, yakni di leher dan punggung atas.

Nah, dengan berbagai manfaatnya yang terbukti secara ilmiah, mungkin bisa menjadi alternatif Anda untuk meredakan rasa stres, nih! Tertarik mencoba?

Bila ingin tanya seputar keluhan stres atau masalah psikologis lainnya dengan lebih cepat, konsultasikan kepada dokter dan psikolog lewat LiveChat dari Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar