Sukses

Awas, Sabun Mandi Ini Bisa Jadi Pemicu Kanker

Sabun mandi yang selama ini kita kira aman, ternyata tidak juga. Ada beberapa jenis sabun yang bisa memicu kanker.

Sabun mandi seakan tak bisa dilepaskan dari keseharian manusia. Benda tersebut digunakan untuk mengoptimalkan kebersihan tubuh saat mandi, sekaligus memberikan aroma-aroma tersendiri setelah digunakan.

Sayangnya, tidak semua jenis sabun mandi dapat digunakan dengan aman dan nyaman setiap hari. Faktanya, terdapat beberapa sabun mandi yang juga bisa menjadi pemicu kanker.

1 dari 4 halaman

Alasan Sabun Mandi Bisa Picu Kanker

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menyatakan, paparan jangka panjang terhadap senyawa triclosan yang ada di beberapa jenis sabun mandi dapat meningkatkan risiko kanker.

Hal tersebut dibuktikan lewat uji coba menggunakan tikus. Dalam studi tersebut, peneliti memberi tikus makanan atau minuman yang mengandung triclosan selama enam bulan. Hasilnya, tikus yang terpapar triclosan lebih rentan mengalami tumor hati.

"Penggunaan triclosan yang semakin meluas menghadirkan risiko toksisitas bagi organ hati, seperti halnya pada uji coba tikus," kata profesor di Universitas California, San Diego School of Medicine, Robert Tukey, dalam sebuah pernyataan.

Triclosan dapat mengganggu protein, yang disebut reseptor androstane konstitutif. Senyawa ini bertugas mengeluarkan bahan kimia dari tubuh.

Paparan triclosan secara berkelanjutan dapat membuat hati berkembang tidak semestinya sehingga membentuk tumor.

Dari temuan tersebut, peneliti berhipotesis bahwa orang-orang yang terpapar triclosan dalam waktu lama lebih berisiko mengalami kerusakan hati.

Artikel Lainnya: Amankah Mandi dengan Sabun Antiseptik Setiap Hari?

2 dari 4 halaman

Zat dalam Sabun yang Bisa Picu Kanker

Selain triclosan, sebenarnya ada beberapa zat lain dalam sabun yang juga bisa memicu kanker. Menurut dr. Devia Irine Putri, beberapa di antara zat tersebut adalah Paraben, dan Di-Ethanolamine.

  • Paraben

Paraben digunakan karena sifat anti-bakterisidal dan fungisidal. Tapi nyatanya, senyawa kimia ini mudah diserap ke dalam tubuh melalui kulit, darah, dan sistem pencernaan.

Penelitian pada hewan menunjukkan, Paraben mungkin berperan dalam gangguan endokrin.

Selain itu, senyawa ini juga diduga dapat mengganggu fungsi reproduksi pria dan dikhawatirkan menjadi agen penyebab kanker payudara.

  • Di-Ethanolamine

Di-Etanolamin digunakan untuk menciptakan tekstur lembut atau busa pada produk sabun dan sampo. Senyawa ini dapat menyebabkan iritasi ringan hingga sedang pada mata, kulit, tenggorokan, dan hidung.

International Agency for Research on Cancer (IARC) menemukan senyawa ini pada pasien kanker perut, esofagus, dan laring.

Artikel Lainnya: Tips Memilih Sabun Mandi untuk Anak

3 dari 4 halaman

Tips Pilih Sabun Mandi yang Aman

Berikut ini beberapa tips memilih sabun mandi yang aman bagi kesehatan:

1. Kenali Jenis Kulit Tubuh

Coba ketahui jenis kulit Anda. Apakah kering, normal, atau mudah alergi? Sesuaikan sabun yang dipilih dengan jenis kulit Anda.

Sabun moisturizing untuk kulit kering, sabun hydrating kulit normal, dan sabun hypoallergenic untuk kulit alergi.

"Tentukan bentuk sabun yang sesuai. Misalnya pada kulit yang cenderung berminyak, bisa pakai sabun yang batang atau sabun gel karena kandungan minyaknya lebih sedikit," jelas dr. Devia.

2. Baca Komposisi Sabun

Baca komposisi sabun dengan saksama. Pastikan sabun yang Anda beli tidak mengandung senyawa-senyawa pemicu kanker, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

3. Pilih yang Alami

"Pilih sabun yg mengandung bahan-bahan alami, seperti minyak kelapa, minyak zaitun, minyak almond, lidah buaya, atau oat," tutur dr. Devia.

4. Jangan Pakai Sabun dengan Pewangi

"Hindari sabun dengan pewangi yang menyengat. Hal ini karena bisa memicu reaksi alergi atau iritasi," tegas dr. Devia.

Baca selengkapnya tentang cara memilih sabun mandi terbaik di artikel berikut ini: Tips Memilih Sabun Mandi Terbaik.

Triclosan pada sabun adalah zat yang diduga dapat menjadi pemicu kanker. Hindari sabun yang mengandung senyawa tersebut, agar kesehatan Anda tetap terjaga.

Ingin tahu lebih lanjut tentang cara memilih sabun mandi yang tepat dan sesuai medis? Tanyakan langsung pada dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar