Sukses

Ragam Sayuran yang Bisa Difermentasi dan Menyehatkan

Tak bisa mendapatkan bakteri baik dari yoghurt karena intoleransi laktosa? Bikin saja sayuran fermentasi! Banyak jenisnya, gampang buatnya, dan sehat buat tubuh, lho.

Pernah dengar bakteri Lactobacillus? Bakteri baik yang sering ada di dalam yoghurt ini memang sudah terkenal manfaatnya dalam memelihara dan menyehatkan saluran pencernaan. 

Sayangnya, orang yang intoleransi laktosa tidak bisa mengonsumsi yoghurt sehingga manfaat tersebut sulit didapatkan. Untung saja, sayuran fermentasi bisa jadi alternatif. 

1 dari 4 halaman

Mengenal Sayuran Fermentasi

Berdasarkan dr. Valda Garcia, sayuran memang bisa difermentasi dan dikonsumsi. “Misalnya saja kimchi. Makanan khas Korea itu juga dibuat dari sayuran yang difermentasi, bukan?” tutur dr. Valda.

Jadi, sayuran fermentasi alias lacto-fermented vegetables bukanlah hal baru. Di permukaan sayuran itu sendiri sebenarnya sudah terdapat bakteri Lactobacillus. K

etika sayuran tersebut ditempatkan di lingkungan yang bebas oksigen (wadah tertutup), Lactobacillus mengubah gula dalam sayuran menjadi asam laktat.

Asam laktat itulah yang nantinya akan mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya, dan dapat berfungsi sebagai pengawet sayuran, serta memberikan sensasi rasa asam. 

Berikut ini adalah beberapa tahap yang perlu dilakukan dalam membuat sayuran fermentasi: 

  • Sayuran dicuci bersih dengan air mengalir.
  • Sayuran diberi banyak garam atau direndam dalam air garam. 
  • Sayuran kemudian disimpan dalam wadah bersih dan ditutup rapat. 
  • Proses fermentasi terjadi. Proses ini bisa berlangsung beberapa hari atau bulan.
  • Jika sudah “matang”, sayuran harus disimpan dalam tempat yang dingin (kulkas) agar proses fermentasi terhenti dan tidak membusuk. 

Proses fermentasi pada sayuran juga bisa menjadi cara penyimpanan dan pengawetan yang baik. Selain itu, tekstur sayuran fermentasi pun lebih renyah daripada sebelumnya. 

Artikel Lainnya: Kimchi Bermanfaat untuk Cegah Kanker, Mitos atau Fakta?

2 dari 4 halaman

Macam-Macam Sayuran yang Bisa Difermentasi

Pada dasarnya, Anda bisa memfermentasi hampir semua sayuran. Hanya saja, beberapa di antaranya memerlukan proses yang berbeda. 

Misalnya, sayuran tinggi air seperti labu siam dan mentimun. Mereka berpotensi lembek selama proses fermentasi. Untuk mencegahnya, Anda bisa mencampurkan daun anggur ataupun daun teh hitam. 

Adapun beberapa jenis sayuran yang bisa difermentasi dan mudah untuk didapatkan serta dibuat di rumah, yaitu:

  1. Mentimun

Mentimun adalah sayuran musim panas dan selalu menjadi bahan utama acar. Anda bisa melakukan fermentasi dengan cara mengirisnya atau memotongnya kecil-kecil. 

  1. Sawi Putih

Bahan kimchi yang satu ini sangat terkenal. Bahkan, orang-orang biasanya lebih kenal kimchi yang terbuat dari sawi putih ketimbang yang terbuat dari mentimun ataupun lobak. 

Setelah proses fermentasi selesai, sawi biasanya akan digunting-gunting dalam ukuran yang lebih kecil. 

  1. Lobak

Lobak bisa diparut, dipotong seperti stik kentang, atau dibuat seukuran batang korek api sebelum direndam dalam air garam untuk fermentasi. 

Artikel Lainnya: Inilah Mengapa Anda Perlu Konsumsi Makanan Fermentasi

  1. Brokoli

Brokoli memiliki tekstur yang renyah setelah seminggu difermentasi. Rasanya pun cukup lezat dan cocok dicampur bersama salad.

  1. Buncis

Saat buncis difermentasi, sayuran ini jarang berubah warna dan bisa semakin crunchy

  1. Wortel 

Wortel bisa diparut dan ditambahkan ke sayuran fermentasi lain atau dibuat olahan sendiri. Wortel punya rasa yang manis sehingga menambahkan kelezatan pada sayuran fermentasi. 

  1. Bawang 

Bawang putih dan bawang merah jarang bertahan lama di iklim yang hangat dan lembap. Dengan menjadikannya acar atau sayuran fermentasi, bawang menjadi lebih awet dan lebih mudah dicerna tubuh. 

  1. Paprika

Paprika dapat diawetkan dengan menjadikannya sayuran fermentasi. Rasanya akan mirip dengan paprika kalengan, dengan sensasi asam yang tajam.

Artikel Lainnya: Makanan Enak Ini Mengandung Probiotik

3 dari 4 halaman

Tips Membuat dan Menyimpan Sayuran Fermentasi

Agar pembuatan lacto-fermented vegetables tak gagal, ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan.

  • Anda harus memotong sayuran sama rata. Tujuannya untuk memastikan semuanya terfermentasi dengan kecepatan yang sama. 
  • Pastikan semua sayuran terendam dengan baik dan wadah tertutup rapat. Kuncinya adalah lingkungan bebas oksigen. 

Sayuran bisa berjamur apabila terpapar oksigen karena wadah tak tertutup rapat atau bolong. 

  • Simpan sayuran yang sudah difermentasi dalam kulkas. Suhu dingin memperlambat fermentasi dan pembusukan, sehingga sayuran Anda tetap enak selama berbulan-bulan,

Mana sayuran fermentasi yang jadi favorit Anda? Tetap ingat untuk membatasi porsinya saat mengonsumsi agar tidak berlebihan, ya!

Apabila masih ada pertanyaan seputar makanan sehat, langsung saja konsultasikan hal tersebut pada dokter lewat fitur LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar