Sukses

Kenali Penyebab dan Gejala Stroke pada Bayi Baru Lahir

Stroke juga bisa menyerang bayi yang baru lahir. Mari ketahui penyebab dan gejala stroke pada bayi.

Kebanyakan orang menganggap stroke adalah penyakit yang menyerang orang tua atau lansia. Akan tetapi, bayi baru lahir sebenarnya memiliki risiko stroke yang sama tingginya dengan orang dewasa.

Stroke dalam 28 hari pertama kehidupan ternyata banyak tidak disadari orang tua. Terdapat beberapa gejala yang tidak dipahami.

Penyebab Stroke pada Bayi Baru Lahir

Stroke adalah penurunan aliran darah atau berhenti secara tiba-tiba di otak yang cukup parah, sehingga menimbulkan kerusakan pada otak. Ada dua jenis stroke yakni iskemik dan hemoragik.

Menurut dr. Adeline Jaclyn, stroke yang paling umum terjadi pada bayi adalah jenis iskemik.

"Penyebab paling umum adalah stroke iskemik yang terjadi saat gumpalan darah menghambat aliran darah ke otak bayi," jelas dr. Adeline.

Stroke iskemik memang terjadi ketika aliran darah ke otak berkurang. Biasanya akibat gumpalan yang disebut trombus di salah satu pembuluh darah di otak.

Sementara, stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di dalam atau dekat otak pecah. Akibatnya, menyebabkan perdarahan di otak.

"Selain itu, faktor risiko stroke pada bayi baru lahir terjadi bila ibu mempunyai penyakit autoimun, gangguan koagulasi, infeksi, penyakit jantung kongenital, diabetes, dan trauma," ungkap dr. Adeline.

Selain itu, dr. Adeline menjelaskan faktor risiko juga tinggi ketika selama kehamilan terjadi infeksi plasenta dan infeksi air ketuban.

Jika bayi baru lahir mengidap cacat lahir yang meliputi lubang di jantung, maka gumpalan darah akan lebih mudah keluar dari bagian tubuh lain melalui jantung dan hingga ke otak.

Riwayat keluarga yang mengalami masalah pembekuan darah juga membuat risiko stroke lebih tinggi pada bayi baru lahir. Faktor risiko lainnya ialah dehidrasi dan persalinan.

Artikel Lainnya: Kenali Jenis-Jenis Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi

1 dari 3 halaman

Gejala Stroke pada Bayi Baru Lahir

Stroke pada bayi baru lahir biasanya tidak menunjukkan gejala jelas. Akibatnya, malah tidak terobati sampai ia dewasa.

Gejala biasanya baru terlihat saat usia anak semakin bertambah. Tandanya pun mirip orang dewasa.

"Kebanyakan bayi tidak menunjukkan gejala stroke yang jelas sampai bertambah umur. Keterlambatan bicara dan kesulitan dalam mengatur keseimbangan dapat menjadi tanda-tanda anak mengalami stroke saat baru lahir," jelas dr. Adeline. 

"Selain itu, gejala paling sering dapat berupa kejang. Gejala lainnya ialah ngantuk berlebihan, letargi (berkurangnya tonus otot), hemiparesis (kelemahan pada satu sisi tubuh), kesulitan makan, apnea (periode napas berhenti sementara), sampai gangguan neurologis," sambungnya.

Selain itu, handedness bisa menjadi gejala stroke yang mungkin muncul beberapa saat setelah kelahiran, yaitu dari usia sekitar 6 minggu sampai 6 bulan kehidupan.

Bayi-bayi yang mengalami handedness mungkin menyukai tangan kiri atau kanan. Lalu, menggunakan tangan tersebut lebih banyak.

Artikel Lainnya: Anak Obesitas Rentan Terkena Stroke?

2 dari 3 halaman

Pengobatan Stroke pada Bayi Baru Lahir

Menurut dr. Adeline, pengobatannya kurang lebih sama dengan orang dewasa. Tapi, tergantung pada jenis strokenya.

Bila iskemik, maka dengan antikoagulan. Namun bila perdarahan, jangan menggunakan antikoagulan.

Jika bayi mengalami stroke hemoragik yang berarti ada perdarahan di otak, maka sebaiknya tidak menggunakan antikoagulan karena akan memperparah perdarahan.

Stroke pada bayi sebenarnya bisa dicegah. Ibu hamil harus makan dengan benar, tidak merokok, dan hindari dehidrasi.

Bila calon ibu memiliki riwayat kelainan pembekuan darah, ia harus melakukan pemeriksaan.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ia memiliki masalah genetik yang dinamakan Faktor V Leiden. Masalah tersebut dapat memicu pembekuan darah pada bayi.

Jika bayi punya sel darah merah terlalu banyak yang dapat muncul bila ada keluhan selama hamil atau proses persalinan, maka bayi baru lahir cenderung mengalami penggumpalan.

Stroke pada bayi baru lahir terkadang dapat dicegah dengan memberi transfusi darah parsial, yakni darah diencerkan dengan garam.

Begitu bayi lahir, dehidrasi terkadang bisa menyebabkan darah menggumpal. Bawa bayi Anda ke dokter bila melihat salah satu dari tanda-tanda dehidrasi berikut:

  • Mulut kering.
  • Kurang dari enam popok basah per hari.
  • Mata tanpa air mata dan cekung,
  • Fontanel cekung, yang merupakan “titik lunak” di bagian atas kepala bayi.
  • Kulit kering.

Sebisa mungkin hindari faktor-faktor penyebab stroke pada bayi baru lahir. Untuk konsultasi lebih cepat ke dokter, pakai LiveChat dari Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar