Sukses

Hewan Peliharaan Mati, Apa Dampak Psikisnya bagi Anak?

Bagi anak-anak, kalau hewan peliharaannya mati, pasti terasa sangat menyedihkan. Bahkan, cenderung bisa mengguncang psikis anak.

Hewan peliharaan kerap menjadi sahabat bagi anak-anak di rumah. Entah anjing, kucing, kelinci, ikan, atau burung. Namun, saat hewan peliharaan mati, anak bisa merasakan sebuah kehilangan yang besar.

Hal ini dialami anak berinisial B (8 tahun). Belum lama ini ia kehilangan anjing peliharaannya yang mati karena sakit. Menurut orang tuanya, sampai saat ini B masih sedih dan memanggil-manggil anjingnya itu.

"Sudah hampir dua minggu, B nangis terus karena anjingnya mati. Anjing itu sudah kita pelihara sejak B masih usia 4 tahun. Jadi wajar saja kalau B sangat sedih," ungkap orang tuanya.

"Ya, sudah seperti keluarga. Anjing peliharaan kami sudah tidur bareng dan selalu menemani anak saya juga kalau jalan-jalan sore, apalagi selama pandemi virus corona," sambung orang tua B.

Kini, orang tua B masih mencari cara yang tepat untuk anaknya agar bisa kembali ceria dan tidak lagi membahas kematian anjing peliharaan mereka itu.

1 dari 3 halaman

Arti Penting Hewan Peliharaan bagi Keluarga

Bagi beberapa keluarga, hewan peliharaan memang punya arti penting. Terlebih bila sudah dirawat sejak kecil dan berlangsung lama.

Hal ini seperti sudah ada ikatan emosional tertentu yang terjalin erat antara hewan dan manusia yang memeliharanya. Apalagi, memelihara hewan diketahui punya banyak manfaat.

"Memelihara binatang bagi keluarga atau anak sebenarnya punya banyak manfaat. Misalnya, bisa mengurangi rasa kesepian, dan bisa membantu anak atau keluarga mengembangkan emosi positif," ujar Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog.

"Di sisi lain, memiliki hewan peliharaan juga bisa meningkatkan empati atau kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Lalu, juga bisa menurunkan emosi negatif."

Maka, wajar kalau ada anggota keluarga yang begitu kehilangan ketika hewan peliharaannya mati.

Artikel Lainnya: Segudang Manfaat Sehat Memelihara Hewan di Rumah

2 dari 3 halaman

Tips Pemulihan Anak Pasca Kematian Hewan Peliharaan

Orang tua perlu tahu tips menangani anak yang terlihat sangat sedih dan terguncang akibat kematian hewan peliharaan. Paling utama adalah biarkan ia sedih.

"Biarkan anak menerima dulu apa yang sedang ia rasakan. Jangan dipaksa harus kuat saat itu, karena kita tidak tahu seberapa kuat ikatan emosional anak dengan peliharaannya," kata psikolog Ikhsan.

Cara selanjutnya adalah terus dampingi anak bila masih merasa sedih. Sampaikan kepadanya, hewan peliharaan mati bukan karena kesalahannya.

"Rencanakan dengan anak untuk memelihara hewan baru bila anak merasa sudah siap," saran Ikhsan.

Di sisi lain, orang tua juga jangan merasa harus menyembunyikan kesedihan ketika hewan peliharaan mati. Kalau Anda sedih, menangislah.

Menunjukkan perasaan Anda dan membicarakannya secara terbuka akan memberikan contoh kepada anak-anak. Hal ini memperlihatkan, tidak apa-apa merasa sedih saat sesuatu yang sangat dicintai pergi atau mati.

Lalu, cobalah hibur anak untuk mengetahui bahwa ia tidak sendirian saat merasa sedih. Itulah cara-cara yang bisa dilakukan ketika anak merasa terguncang karena hewan peliharaan mati.

Ingin tahu tips pola asuh anak yang menarik lainnya dari psikolog? Download aplikasi Klikdokter, Anda pun bisa konsultasi lewat LiveChat.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar