Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Seberapa Akurat Kinsey Scale Ukur Orientasi Seksual Seseorang?

Seberapa Akurat Kinsey Scale Ukur Orientasi Seksual Seseorang?

Kinsey Scale disebut-sebut dapat menjadi tolok ukur apakah seseorang homoseksual atau heteroseksual. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Sebagian besar orang mungkin belum terlalu akrab dengan Kinsey Scale atau Skala Kinsey. Kendati demikian, hal tersebut sebenarnya bukan hal baru dan memang kerap digunakan untuk menentukan orientasi seksual seseorang.

Nah, apa Anda sendiri pernah melakukan tes orientasi seksual dari Skala Kinsey? Yuk, cari tahu lebih jelasnya berikut ini!

Berkenalan dengan Tes Orientasi Seksual, Skala Kinsey

Skala Peringkat Heteroseksual-Homoseksual ini dikembangkan oleh Alfred Kinsey, Wardell Pomeroy, dan Clyde Martin pada tahun 1948.

Pada awalnya, tim Kinsey mewawancarai ribuan orang tentang riwayat seksual mereka. Penelitian menunjukkan, perilaku seksual, pikiran, dan perasaan terhadap sesama jenis atau lawan jenis ternyata tidak selalu konsisten sepanjang waktu.

Ketimbang mengotak-kotakkan orientasi seksual seseorang ke dalam tiga kategori, yaitu heteroseksual, biseksual, dan homoseksual, mereka menggunakan skala tujuh poin.

Rentangnya dari 0-6 dan ada kategori tambahan “X”. Dilansir dari laman resmi Kinsey Institute Indiana University, Amerika Serikat, detail skalanya sebagai berikut:

  • 0 = heteroseksual eksklusif.
  • 1 = Sebagian besar heteroseksual, homoseksual hanya kebetulan.
  • 2 = Sebagian besar heteroseksual, homoseksual lebih dari kebetulan.
  • 3 = Imbang antara heteroseksual dan homoseksual.
  • 4 = Sebagian besar homoseksual, heteroseksual lebih dari kebetulan.
  • 5 = Sebagian besar homoseksual, heteroseksual hanya kebetulan.
  • 6 = homoseksual eksklusif.
  • X = Tidak ada kontak atau reaksi sosio-seksual.

Berdasarkan skala di atas, jika skor 0 atau 6, maka artinya Anda benar-benar berada di salah satu kategori orientasi seksual (heteroseksual dan homoseksual).

Sedangkan, skor 1-5 menandakan Anda memiliki tingkat ketertarikan atau aktivitas seksual dengan kedua jenis kelamin.

Bagaimana dengan X? Mereka adalah orang-orang yang tidak ada reaksi terhadap hal seksual.

Artikel Lainnya: Bisakah LGBT Disembuhkan?

1 dari 3 halaman

Bagaimana Bentuk Tes Skala Kinsey?

Ternyata, tidak ada tes “resmi” Kinsey. Tentunya ini bertentangan dengan banyaknya tes yang ditawarkan di internet (tujuh pertanyaan yang sudah tersedia opsi jawabannya, sehingga di akhir muncul skornya).

Tim peneliti Kinsey yang asli harus melakukan wawancara khusus terlebih dahulu terkait riwayat seksual seseorang untuk memberikan skor.

Klikdokter mencoba mencari contoh pertanyaan tes Skala Kinsey yang beredar di internet. Adapun pertanyaan yang sering muncul dari tes gratis tersebut yaitu:

  • Kepada siapa Anda tertarik?
  • Dengan siapa Anda berhubungan seks?
  • Siapa saja yang pernah Anda jadikan fantasi seksual?
  • Dengan siapa Anda membentuk ikatan emosional yang kuat?
  • Dengan siapa Anda merasa paling nyaman bersosialisasi?

Kelima pertanyaan tersebut menyediakan lima opsi jawaban, seperti:

  • Baik pria maupun wanita.
  • Kebanyakan lawan jenis.
  • Kebanyakan sesama jenis.
  • Hanya lawan jenis.
  • Hanya sesama jenis.

Dua pertanyaan selanjutnya adalah:

  • Bagaimana pendapat Anda tentang berhubungan seks dengan lawan jenis?
  • Bagaimana pendapat Anda tentang berhubungan seks dengan sesama jenis?

Opsi untuk pertanyaan di atas meliputi:

  • Sangat ingin.
  • Menarik.
  • Lumayan.
  • Negatif.
  • Menjijikkan.

Artikel Lainnya: Inilah Penyebab Seseorang Menjadi LGBT

2 dari 3 halaman

Bagaimana dengan Tingkat Akurasinya?

Menanggapi soal keakuratan tes orientasi seksual Skala Kinsey, begini penjelasan Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog.

Menurutnya, alat tes tersebut tidak bisa dijadikan acuan atau belum tentu akurat. Dirinya mengatakan, “Tidak semudah itu untuk menentukan orientasi seksual seseorang. Perlu pertimbangan lain.”

Apabila sudah pernah mencoba tes Skala Kinsey lalu Anda bimbang dengan hasilnya, Ikhsan menyarankan untuk melakukan konseling.

“Mungkin ada orang yang khawatir dengan orientasi seksual yang selama ini tidak ia sadari. Anda bisa mendiskusikan hasilnya kepada psikolog. Psikolog bisa menggali lebih dalam orientasi seksual Anda. Momen ini juga bisa menjadi momen penyadaran atas diri Anda yang sebenarnya,” jelasnya.

Di sisi lain, sudah ada alat ukur berbeda yang dikembangkan sebagai respons dari skala Kinsey.

Misalnya, klein sexual orientation grid (KSOG), sell assessment of sexual orientation (SASO), dan storms scale. Ketiganya memiliki keterbatasan dan kelebihannya masing-masing.

Skala Kinsey menjadi terobosan ketika pertama kali dikembangkan di tahun 1948. Hal itu menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang orientasi seksual.

Meski tes orientasi seksual yang satu itu sudah dianggap ketinggalan zaman, tetapi beberapa orang masih menggunakannya untuk memahami kecenderungan diri sendiri secara praktis.

Bila Anda ada pertanyaan terkait hubungan dan orientasi seks, langsung konsultasikan kepada dokter atau psikolog lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar