Sukses

Mengenal Ciri Anak dengan Orientasi Seksual Berbeda

Beberapa tanda dapat diamati untuk mengetahui apakah anak memiliki orientasi seksual berbeda atau tidak. Bantuan profesional diperlukan guna mendapat penanganan tepat.

Eksplorasi soal orientasi seksual lazimnya dimulai ketika anak memasuki usia remaja atau masa pubertas. Anak dapat menunjukkan ketertarikan seksual di rentang waktu tersebut, karena mengalami perubahan hormonal yang memicu pertumbuhan serta pematangan organ seksual.

Ketertarikan seksual yang dialami anak di masa pubertas bisa terasa intens, membingungkan, bahkan bisa membuatnya kewalahan.

“Remaja mulai menemukan apa artinya tertarik secara romantis dan fisik kepada orang lain. Proses tersebut membuat anak-anak mengenali orientasi seksual mereka secara perlahan,” ujar Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog.

Umumnya anak akan tertarik kepada lawan jenisnya. Namun, tidak menutup kemungkinan anak akan mempunyai orientasi seksual yang berbeda.

Artikel Lainnya: Bisakah LGBT Disembuhkan?

1 dari 3 halaman

Apa itu Orientasi Seksual?

Orientasi seksual merujuk kepada jenis kelamin pria atau wanita yang membuat seseorang tertarik. Ada beberapa jenis orientasi seksual, di antaranya:

  • Heteroseksual

Orang heteroseksual tertarik secara romantis dan fisik kepada lawan jenis. Misalnya, pria yang tertarik kepada wanita dan sebaliknya.

  • Homoseksual

Orang homoseksual tertarik secara romantis dan fisik kepada yang berjenis kelamin sama. Contohnya, wanita tertarik dengan wanita lainnya. Atau, pria yang menyukai pria lainnya.

  • Biseksual

Biseksual diartikan sebagai ketertarikan secara fisik dan romantis terhadap pria dan wanita sekaligus.

Menurut Gracia, tidak ada orang yang sepenuhnya memahami dengan tepat faktor penentu orientasi seksual.

“Tetapi, kemungkinan besar dijelaskan dari berbagai studi bahwa faktor biologis, genetik, lingkungan, dan pengalaman traumatis dapat berperan signifikan,” kata Gracia. 

Gracia juga menyebut, pakar dan organisasi medis seperti American Academy of Pediatrics (AAP) dan American Psychological Association (APA) memandang orientasi seksual sebagai bagian dari sifat seseorang. Oleh karena itu, menyukai sesama jenis tidak dianggap sebagai kelainan mental, tetapi merupakan preferensi seksual.

Artikel Lainnya: 5 Ancaman Kesehatan di Balik Hubungan Sesama Jenis

2 dari 3 halaman

Tanda-tanda Anak Punya Orientasi Seksual Berbeda

Untuk mengetahui apakah anak memiliki orientasi seksual berbeda, berikut tanda-tanda yang dapat diamati:

  • Keinginan berulang untuk menjadi lawan jenis yang ditampilkan dari sikap dan perilaku anak sehari-hari.
  • Ketertarikan pada cross-dress (lintas busana).
  • Preferensi yang kuat dan terus-menerus untuk memerankan lintas gender dalam pretend play; berfantasi berlebihan menjadi lawan jenis.
  • Keinginan kuat untuk berpartisipasi dalam permainan stereotip dan hobi lawan jenis.
  • Preferensi yang kuat untuk teman lawan jenis.

Gracia menerangkan, tanda-tanda di atas tidak mutlak menandakan anak memiliki orientasi seksual berbeda. Pada masa eksplorasi ketertarikan seksual, anak mungkin bereksperimen mencari tahu berbagai pilihan yang ada. Hal tersebut merupakan salah satu proses anak membangun identitasnya.

“Dalam berbagai penelitian, anak yang sejak kecil tomboy tidak selalu bertumbuh sebagai homoseksual. Anak laki-laki yang lebih menyukai kegiatan-kegiatan feminin seperti memasak tidak dapat secara pasti menentukannya tumbuh menjadi homoseksual,” jelas Gracia.

“Begitu pula dengan anak yang bertumbuh sebagai homoseksual. Mereka tidak selalu menampilkan tanda-tanda perilaku feminin saat berada pada masa kanak-kanak dan remaja,” tambahnya.

Lalu, apakah anak dengan orientasi seksual berbeda perlu “diobati”? Faktanya, ketika orang tua terlalu khawatir dan terobsesi memastikan orientasi seksual anak, hal tersebut justru membahayakan. Sebab, orang tua bisa saja menarik kesimpulan yang salah dan malah menghambat perkembangan anak.

“Jika orang tua melihat tanda-tanda yang signifikan mempengaruhi anak atau jika terjadi percakapan dengan anak yang membuat orang tua khawatir tentang orientasi seksual anak, jangan ragu untuk meminta bantuan profesional,” saran Gracia. 

Bantuan profesional baik untuk anak dan orang tua itu sendiri. Hal tersebut dapat membantu mengetahui penanganan yang tepat untuk anak dan mampu mengatasi kekhawatiran orang tua.

Jangan sungkan untuk minta bantuan dokter atau psikolog menggunakan layanan LiveChat 24 jam jika Anda khawatir dengan orientasi seksual yang berbeda pada anak. Unduh juga aplikasi KlikDokter agar tidak ketinggalan berita kesehatan menarik lainnya.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar