Sukses

Osteoporosis pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Atasinya

Bukan lansia saja, osteoporosis ternyata bisa juga dialami bayi. Mari ketahui penyebab dan cara mengatasinya.

Meski osteoporosis identik dengan penyakit yang diderita lansia, nyatanya juga bisa terjadi padi bayi. Mengejutkan memang, sehingga masalah ini perlu penanganan khusus.

Masalah osteoporosis pada bayi mungkin masih belum banyak dikenal. Sebenarnya, apa faktor yang jadi penyebabnya?

Mengenal Osteoporosis pada Bayi

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A, osteoporosis pada bayi sangat mungkin terjadi pada bayi prematur. Meski begitu, sebenarnya faktornya juga sangat banyak selain masalah tersebut.

"Osteoporosis bayi bisa karena prematuritas. Akan tetapi, bisa juga karena kepadatan tulang kurang baik. Selain itu, ada penyakit genetik yang namanya osteogenesis imperfecta yang bisa bikin osteoporosis sejak bayi," ujar dr. Reza.

Penyakit ini memang jarang terjadi, hanya 1 dari 250 orang. Akan tetapi, sangat berbahaya bila bayi terkena penyakit ini. Sebab, biasanya umurnya tidak panjang.

Kondisi osteoporosis bayi perlu mendapat perhatian khusus dari orang tua. Ada gejala-gejala yang bisa diperhatikan untuk memastikan bayi terkena osteoporosis atau tidak.

Artikel lainnya: Osteoporosis, Penyakit Orang Tua yang Bisa Dicegah Sejak Muda

1 dari 3 halaman

Gejala Osteoporosis pada Bayi

Gejalanya yang paling kelihatan ketika bayi mengalami osteoporosis menurut dr. Reza adalah sering patah tulang dan pertambahan tinggi tidak baik.

Kalau dua gejala itu terlihat pada bayi Anda, segera bawa ke rumah sakit. Hal ini perlu dilakukan agar anak cepat mendapat penanganan yang tepat dan tidak mengganggu perkembangannya.

Sebenarnya, gejala mudah patah tulang ini sudah bisa dialami bayi saat masih di dalam kandungan. Bahkan, tulang bayi bisa patah saat proses persalinan.

Artikel lainnya: Ciri dan Tanda Bahwa Anda Berisiko Osteoporosis

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Osteoporosis pada Bayi

Sebenarnya osteoporosis pada bayi bisa dicegah. "Pencegahan bisa dilakukan pada bayi prematur yaitu dilakukan skrining osteopenia pada usia 28 hari dan itu rutin dilakukan," ungkap dr. Reza.

Namun, kalau anak Anda sudah mengalami osteoporosis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Berikut cara-caranya:

1. Pemberian Suplemen

"Kalau ada masalah sejak awal, langsung berikan suplementasi kalsium dan vitamin D agar tidak sampai osteoporosis," ujar dr. Reza.

Selain itu, masalah osteoporosis berupa kelainan genetik osteogenesis imperfecta juga diberikan suplementasi kalsium dan vitamin D.

2. Perawatan Secara Rutin

Setiap enam bulan dirawat untuk diberikan obat-obatan khusus osteoporosis pada anak melalui infus.

3. Pengobatan Patah Tulang

Bayi yang osteoporosis rentan patah tulang. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan patah tulang yang dilakukan oleh ahli bedah ortopedi.

Namun, patah tulang akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Pasien mungkin memerlukan obat untuk nyeri sendi.

Selain tiga cara di atas, sebenarnya perlu dilakukan pemeriksaan mata dan gigi. Bayi dengan masalah osteoporosis dapat memiliki keluhan pada penglihatan dan gigi.

Itulah penjelasan tentang osteoporosis pada bayi. Langsung pantau kondisi anak secara berkala kalau sampai mengalami hal ini. Konsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan yang sesuai.

Pakai Live Chat dari KlikDokter untuk konsultasi dokter lebih mudah. Anda juga bisa memantau perkembangan anak lewat health tool Tumbuh Kembang Anak.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar