Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penderita Autoimun Tak Boleh Punya Hewan Peliharaan? Ini Faktanya!

Penderita Autoimun Tak Boleh Punya Hewan Peliharaan? Ini Faktanya!

Punya hewan peliharaan bikin bahagia. Apakah efek serupa juga dirasakan oleh penderita autoimun, atau hal tersebut justru memperparah kondisinya? Ini kata dokter.

Kehadiran hewan peliharaan di rumah memang bisa mewarnai hidup pemiliknya. Punya hewan peliharaan bahkan disebut bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan hipertensi.

Lantas, apakah hal positif tersebut juga dirasakan oleh penderita autoimun ketika mereka punya hewan peliharaan? Atau, penderita autoimun dilarang memelihara hewan karena bisa memperburuk kondisi penyakitnya?

1 dari 3 halaman

Pro-Kontra Pantangan Autoimun untuk Punya Hewan Peliharaan

Ada beberapa penyakit autoimun yang menunjukkan gejala-gejala di kulit. Dikhawatirkan, kutu, tungau, atau bulu dari hewan peliharaan justru memperparah kondisi penderitanya. Dua kondisi autoimun yang menunjukkan gejala di kulit adalah psoriasis dan lupus.

Psoriasis merupakan peradangan kulit yang sifatnya kronis. Kondisi ini ditandai dengan munculnya sisik, kulit kering, pecah-pecah, gatal, bintik-bintik kecil, serta kemerahan di kulit. Penderita psoriasis mengalami pergantian kulit yang lebih cepat dari kebanyakan orang normal.

Sedangkan lupus atau Systemic Lupus Eritematosus (SLE) merupakan peradangan kronis yang dapat menyerang berbagai organ tubuh, tak terkecuali kulit. Penyakit autoimun yang paling sering diderita kaum hawa ini dapat memicu kemunculan ruam di pipi dan batang hidung (butterfly rash).

Kulit penderita lupus juga bisa sangat gatal dan nyeri, apalagi jika terpapar sinar matahari langsung dalam waktu yang cukup lama.

Padahal saat penderita lupus punya anjing, hewan tersebut harus rutin diajak keluar rumah. Dikhawatirkan, saat Anda mengajaknya jalan-jalan di pagi atau siang hari malah bisa membawa dampak buruk buat kulit.

Artikel Lainnya: Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum Sering Menyerang

Lupus LA, laman resmi dari sebuah organisasi kesehatan yang berfokus pada penderita Lupus di Amerika Serikat, justru mengatakan sebaliknya. Menurut mereka, memelihara anjing sangat baik untuk kesehatan penderita penyakit lupus.

Organisasi yang dibentuk oleh Daniel J. Wallace, MD--dan dikelola oleh beberapa dokter spesialis--itu juga berpendapat, punya hewan peliharaan seperti anjing bisa memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan Mood Penderita Lupus

Timbulnya sindrom Raynaud —kondisi berkurangnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu— akibat efek samping lupus bisa menyebabkan stres.

Penelitian membuktikan, bermain dan membelai seekor anjing bisa meningkatkan oksitosin yang merupakan zat kimia pereda stres di otak.

  • Mendeteksi Gangguan Kesehatan Lain

Adanya penyakit lain di tubuh penderita Lupus merupakan hal biasa, karena penyakit autoimun tersebut merusak organ tubuh secara perlahan.

Nah, anjing dipercaya dapat membantu mendeteksi penyakit lain yang sebenarnya sudah dimiliki penderita Lupus.

Punya seekor anjing yang terlatih untuk mendeteksi anomali-anomali dalam tubuh manusia bisa meningkatkan keamanan penderita penyakit Lupus.

  • Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita

Memiliki dan merawat seekor anjing dapat membantu penderita Lupus lebih semangat untuk beraktivitas dan mengonsumsi makanan bergizi. Hal tersebut utamanya dirasakan jika mereka tinggal sendirian.

Artikel Lainnya: Benarkah Kurang Vitamin D Bisa Sebabkan Penyakit Autoimun?

2 dari 3 halaman

Bolehkah Penderita Autoimun Pelihara Hewan?

Berdasarkan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, manfaat medis dan psikososial memelihara hewan memang sudah ada dan terbukti melalui berbagai penelitian. Tapi, hal itu bukan tanpa risiko.

“Punya hewan peliharaan berarti memperbesar risiko berbagai penyakit yang bisa menular ke manusia (zoonosis). Misalnya, infeksi akibat gigitan, kuman fecal-oral, dan lain sebagainya. Bagi pasien autoimun, dampaknya bisa lebih parah,” kata dr. Astrid.

Kendati demikian, kondisi tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan memilih hewan peliharaan yang tepat.

“Hewan peliharaan sebenarnya beragam, tak cuma kucing dan anjing. Ada ikan juga yang tidak menggigit dan tidak berbulu. Kotorannya pun lebih mudah diurus,” ujar dr. Astrid.

“Penyakit autoimun itu sendiri macam-macam jenisnya. Jadi, isu ini bisa ditanggapi dengan bijak oleh pasien autoimun sesuai dengan kondisi penyakitnya. Dan mungkin, Anda juga bisa lebih memilah-milah hewan mana yang paling baik untuk dipelihara,” sambungnya.

Kesimpulannya, penderita autoimun boleh-boleh saja memelihara hewan peliharaan. Hanya saja, Anda mesti memilih hewan yang tepat dan mengetahui batasan-batasan penyakit yang dialami.

Jika ingin lebih aman, Anda yang punya penyakit autoimun sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut pada dokter sebelum memelihara hewan.

Masih punya pertanyaan seputar penyakit autoimun atau kondisi kesehatan lain? Anda bisa manfaatkan fitur LiveChat 24 untuk bertanya lebih lanjut pada dokter. Jangan lupa unduh aplikasi KlikDokter agar tidak ketinggalan fakta medis menarik lainnya, ya!

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar