Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Fakta Shibari Rope Bondage untuk Hubungan Seks Pasutri

Teknik shibari rope bondage dipercaya dapat meningkatkan kualitas hubungan, baik secara emosional maupun seksual. Benarkah demikian? Ini kata medis.

Bondage atau diartikan sebagai ‘perbudakan’ sebenarnya bukan hal baru dalam aktivitas seksual. Dilansir Men’s Health, 93 persen pria dan 96 persen wanita dewasa di Amerika Serikat pernah berfantasi seks BDSM.

Di dalam seks BDSM, benda seperti tali dan ikat-mengikat pasangan sering dilakukan. Salah satu teknik ikat-mengikat yang populer adalah shibari rope bondage.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Shibari Rope Bondage?

Shibari merupakan bentuk kontemporer ikatan tali yang berasal dari Jepang. Metode tersebut sering disebut kinbaku, yang artinya perbudakan Jepang. Shibari merujuk pada simpul dan pola rumit untuk merangsang sensasi tersendiri pada tubuh.

Pandangan erotis terhadap seni mengikat dan orang yang diikat berawal dari para tahanan di Jepang selama abad pertengahan (1200-1800 masehi).

“Hal tersebut ternyata memberikan imajinasi erotis yang lebih gelap buat orang-orang di zaman itu,” kata seksolog sekaligus penulis buku Seductive Art of Japanese Bondage, Midori.

Seiring waktu, budak-budak yang diikat ditampilkan di tempat prostitusi Jepang. Di masa Perang Dunia II, tentara Amerika Serikat sempat menyaksikan shibari dan akhirnya membawa budaya tersebut ke Amerika Serikat.

Barulah di tahun ‘90-an, seks BDSM dengan ikatan tali beredar luas di internet. Dalam shibari bondage, orang yang mengikat disebut rigger atau rope top.

Sedangkan orang yang diikat adalah rope bottom atau bunny. Orang yang menjadi bunny diikat terlebih dahulu di lantai.

Artikel Lainnya: Sex Appeal, Bisa Dibentuk atau Bawaan Lahir?

Setelah simpulnya benar dan kuat, orang tersebut akan diangkat dari lantai menggunakan tali.

Pria dan wanita dapat berganti-ganti posisi untuk rope top dan bottom. Hal ini sesuai dengan kesepakatan pasangan suami istri yang hendak melakukannya.

2 dari 4 halaman

Kenapa Sebagian Orang Suka dengan Shibari Rope Bondage?

Beberapa orang menyukai sensasi sentuhan tali di kulit. Menurut Midori, hal tersebut bisa terasa seperti pelukan yang nyaman dan erat.

Shibari juga bisa menjadi tambahan yang bagus untuk permainan fantasi antara si dominan dan si pasrah,” kata Midori, dikutip dari Men’s Health.

Shibari juga bisa meningkatkan sensasi seksual dan orgasme karena perubahan posisi tubuh dan kontraksi otot pada beberapa orang," tegasnya.

Artikel Lainnya: Suami Penyuka Sesama Jenis, Kok Bisa Istri Tidak Tahu?

3 dari 4 halaman

Benarkah Bisa Tingkatkan Kualitas Hubungan Suami Istri?

Ada beberapa manfaat yang dipercaya bisa diberikan oleh teknik shibari rope bondage, khususnya untuk kesehatan emosional Anda dan pasangan. Misalnya:

  • Tali dan simpul diposisikan secara strategis untuk merangsang titik-titik tekanan tubuh dan zona sensitif seksual. Alhasil, hubungan seks makin menggairahkan.
  • Meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus mengetahui sejauh mana batasan Anda.
  • Mengubah rasa sakit menjadi kesenangan. Memberikan kepercayaan kepada pasangan ternyata dapat membuat hal menarik seperti itu.
  • Shibari disebut-sebut juga bisa menjadi sarana untuk mempelajari tubuh pasangan, membangun kepercayaan, dan menemukan keintiman yang unik.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi.,Psikolog, seks BDSM shibari memang bisa memberikan sedikit manfaat untuk kesehatan mental pasangan.

“Karena dengan melakukan bondage, individu tersebut cenderung lebih terbuka terhadap hal baru,” kata Ikhsan.

“Mereka juga memiliki ikatan emosional yang lebih baik dengan pasangannya. Mereka percaya dan merasa aman dalam mengekspresikan fantasi atau kebutuhan seksualnya,” sambungnya.

Kendati demikian, semua hal tersebut sebenarnya bersifat subjektif. Tidak ada yang salah maupun benar.

Dengan kata lain, manfaat shibari rope bondage bisa didapatkan tergantung dari selera bercinta masing-masing pasangan suami istri.

Lagi pula, aktivitas seks yang dilakukan dengan terpaksa tentu akan berbeda hasilnya dengan yang benar-benar dinikmati.

Hal yang terpenting, hati-hati saat pertama kali mencoba. Temui pakar atau seksolog yang paham dengan hal tersebut sehingga Anda dan pasangan bisa lebih siap.

Anda pasangan suami istri yang tertarik melakukan shibari rope bondage? Pastikan melakukannya dengan tepat dan tanpa paksaan, agar manfaatnya dapat dirasakan bersama-sama.

Bila masih ada pertanyaan seputar seks, organ intim, dan masalah kesehatan lainnya, langsung saja konsultasikan pada dokter dan psikolog lewat fitur LiveChat 24 jam.

Anda juga bisa mengunduh aplikasi Klikdokter untuk tahu lebih lanjut mengenai fakta kesehatan lainnya.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar