Sukses

Anak Suka Baca Berisiko Mata Jadi Minus, Ini Faktanya!

Mata minus pada anak umumnya disebabkan karena faktor keturunan dari orang tua. Jadi, tidak perlu ada yang dirisaukan selama anak membaca dengan cara yang benar.

Buku adalah jendela ilmu. Maka, membaca menjadi hal yang positif bagi banyak orang. Terlebih jika yang membaca adalah anak-anak, mereka berpeluang mengantongi beragam pengetahuan sejak dini. 

Namun, kadang muncul kekhawatiran pada sebagian orang tua bahwa kebanyakan membaca justru berisiko membuat anak mengalami gangguan mata. Salah satunya adalah rabun jauh atau mata minus.  

1 dari 4 halaman

Benarkah Gemar Membaca Membuat Mata Anak Minus?

Berdasarkan dr. Valda Garcia, orang tua tidak perlu khawatir dengan kegemaran anak membaca. Sebab, besar kemungkinan mata minus tidak disebabkan dari aktivitas tersebut.

“Mata minus lebih karena genetik. Contohnya, bentuk bola mata yang lebih panjang atau media refraksi yang pembiasannya lebih kuat, seperti lensa dan korneanya,” dr. Valda menjelaskan. 

Hal senada juga diungkap oleh studi dari Pusat Nasional untuk Informasi Bioteknologi Amerika Serikat (NCBI). 

Studi tersebut menyatakan kedua orang tua yang memiliki mata minus akan membuat anak memiliki risiko rabun jauh sebanyak enam kali lipat. 

Studi lain yang dilakukan di Australia dan Eropa juga menyebut hal serupa. Anak dengan salah satu atau kedua orang tua memiliki rabun jauh akan memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami mata minus. 

Dengan demikian, faktor genetik masih menjadi pemicu utama dalam hal penyebab mata minus pada anak. Meski begitu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya. 

Artikel Lainnya: Belajar di Rumah, Jaga Kesehatan Mata Anak dengan Konsumsi Ini

2 dari 4 halaman

Faktor Risiko Lain Mata Minus pada Anak

Mata minus juga dikenal dengan istilah miopi. Gangguan tersebut ditandai dengan ketidakmampuan melihat objek dalam jarak jauh. 

Selain genetik, risiko mata minus pada anak juga berkaitan dengan faktor lingkungan, seperti:

  • Terlalu Lama Menatap Objek dalam Jarak Dekat

Menurut profesor oftalmologi dari Wilmer Eye Institute John Hopkins Medical Center, Amerika Serikat, dr. David S. Friedman, setiap aktivitas penglihatan jarak dekat dalam waktu lama seperti membaca dapat mengubah bentuk mata. Misalnya, membuat bola mata tumbuh lebih panjang. 

Kondisi tersebut membuat mata tidak dapat memfokuskan cahaya yang masuk sehingga objek menjadi kabur. 

  • Kurang Melihat Benda dalam Jarak Jauh

Peneliti National Eye Institute, AS, Susan Vitale, menyebut, saat ini anak cenderung lebih suka menatap layar komputer alih-alih bermain di luar ruangan. 

Padahal, menghabiskan waktu di luar dengan melihat objek jarak jauh penting untuk menjaga kesehatan mata. 

Kurangnya waktu bagi mata untuk melihat benda jarak jauh dapat meningkatkan risiko mata minus pada anak. 

Artikel Lainnya: Mata Juling pada Anak, Penyebab dan Cara Mengatasinya

3 dari 4 halaman

Cara Mencegah Agar Minus Anak Tidak Tambah Parah

Penanganan mata minus pada anak mesti dilakukan sejak dini. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti glaukoma, ablasi retina, dan kebutaan. 

Jika anak mengalami mata minus, berikut beberapa cara supaya gangguan tersebut tidak semakin parah dan memicu komplikasi: 

  • Perbanyak Waktu di Luar Ruangan 

Anak-anak yang menghabiskan setidaknya 90 menit di bawah sinar matahari setiap hari memiliki tingkat perkembangan miopi lebih lambat. 

Berada di luar ruangan sangat membantu penglihatan karena anak mengalihkan pandangan mereka terhadap jarak objek yang lebih jauh.

  • Terapkan Metode 3D (Direction, Duration, dan Distance)

Sebaiknya anak diarahkan untuk membaca buku dengan arah lurus. Lalu, juga perlu istirahat secara teratur dari aktivitas menatap jarak dekat setiap 20 menit. Tidak harus lama-lama, cukup sekitar 20 detik agar mata kembali relaks. 

Selain itu, jangan menatap objek terlalu dekat. Memegang benda lebih dekat ke wajah menyebabkan mata menjadi tegang dan bekerja lebih keras untuk melihat. Jarak yang disarankan kira-kira sama dengan panjang lengan anak.

  • Atur Pencahayaan yang Baik

Pastikan anak mendapatkan pencahayaan yang baik saat membaca atau mengerjakan pekerjaan rumah. Hal tersebut membantu mencegah ketegangan mata.

Tidak perlu khawatir dengan kegemaran anak membaca. Selama dilakukan dengan memperhatikan hal-hal di atas, risiko mata minus pada anak bisa diminimalkan.

Konsultasikan lebih lanjut pada dokter melalui LiveChat 24 jam jika Anda punya pertanyaan mengenai mata minus pada anak. Unduh pula aplikasi Klikdokter agar tidak ketinggalan fakta kesehatan lainnya.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar