Sukses

Menilik Faktor Risiko Polio pada Anak

Polio akan menjadi masalah serius kalau kita menganggapnya sepele. Mari kenali faktor risiko polio yang bisa terjadi pada anak.

Angka kasus penyakit polio memang sudah tergolong rendah saat ini. Meski begitu, Anda tetap saja harus waspada.

Terutama karena virus yang menyerang saraf ini banyak menyerang anak-anak. Dalam hitungan jam, virus dapat menyebabkan kelumpuhan.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 1 dari 200 infeksi polio menyebabkan kelumpuhan permanen, biasanya di kaki. Di antara mereka yang lumpuh, 5-10 persen meninggal ketika otot pernapasan mereka tidak dapat bergerak.

Itulah sebabnya, mengenali kembali apa saja faktor risiko polio pada anak sangatlah penting.

1 dari 4 halaman

Faktor Risiko Polio pada Anak

Virus polio sangat menular dan menyebar melalui kontak orang ke orang. Virus ini hidup di tenggorokan dan usus orang yang terinfeksi.

Virus yang hanya menginfeksi manusia tersebut memasuki tubuh melalui mulut dan menyebar melalui:

  • kontak dengan feses (kotoran) orang yang terinfeksi, dan
  • tetesan dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi (lebih jarang).

Seseorang juga dapat terinfeksi virus polio jika:

  • Ada kotoran di tangan, dan anak menyentuh mulut.
  • Perilaku memasukkan benda-benda, seperti mainan yang terkontaminasi kotoran ke dalam mulut.
  • Orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus ke orang lain segera sebelum dan hingga 2 minggu setelah gejala muncul.

Virus juga dapat hidup di kotoran orang yang terinfeksi selama berminggu-minggu. Kotoran tersebut dapat mencemari makanan dan air.

Artikel Lainnya: Mengungkap Pentingnya Vaksinasi Polio bagi Kesehatan

Orang yang tidak memiliki gejala pun tetap dapat menularkan virus ke orang lain dan membuat mereka sakit.

Menurut dr. Adeline Jaclyn, faktor risiko polio pada anak meningkat saat berada di lingkungan yang memiliki kasus polio aktif.

"Lingkungan dengan angka kemiskinan yang masih tinggi dan akses untuk vaksin polio sulit, juga meningkatkan faktor risiko," ungkap dr. Adeline.

Anak yang belum mendapatkan vaksin polio juga lebih rentan mengalami komplikasi masalah kesehatan saat terinfeksi virus polio. Selain anak-anak, kelompok orang yang sangat berisiko termasuk:

  • wanita hamil
  • lansia
  • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti orang dengan HIV.

Hal ini terutama terjadi di beberapa bagian dunia di mana sanitasi buruk dan program imunisasi tidak tersebar luas.

Faktor-faktor yang juga dapat meningkatkan risiko Anda meliputi:

  • Bepergian ke wilayah yang sering terjadi kasus polio atau baru saja terjadi wabah polio.
  • Tinggal bersama atau merawat seseorang yang mungkin sedang terinfeksi virus polio.
  • Tidak diimunisasi dan melakukan kontak dengan seseorang yang baru saja diimunisasi dengan vaksin polio oral.

Artikel Lainnya: Imunisasi Sesuai dengan Tingkatan Umur

2 dari 4 halaman

Cara Mencegah Polio pada Anak

Ingat, polio itu tidak bisa diobati hanya bisa dicegah. Vaksin polio adalah satu-satunya jalan paling ampuh untuk bisa mencegah dan menurunkan faktor risiko polio pada anak.

Selain itu, menjaga kebersihan anak juga penting. Apalagi virus polio berkembang saat mereka di tempat yang sanitasinya buruk atau kotor. 

Biasakan anak untuk menjaga kebersihan tangannya dengan rajin mencuci tangan. Ajarkan anak untuk tidak jajan sembarangan dan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak terjamin kebersihannya.

3 dari 4 halaman

Bahaya Polio Jika Tidak Dicegah Sejak Dini

Virus polio pada anak tidak bisa dianggap enteng. Jika tidak dicegah sejak dini, ancaman kelumpuhan membayangi si kecil.

"Bahayanya, bisa sampai terkena komplikasi paralisis atau kelumpuhan. Ini sifatnya permanen," kata dr. Adeline.

"Bisa juga terjadi kelumpuhan pada otot tertentu, bisa otot kaki atau pernapasan," dia menjelaskan lagi.

Saat ini sudah terjadi, tentu kualitas hidup anak akan sangat terhambat. Plus, mereka tidak akan bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Itu sebabnya, jangan lewatkan jadwal imunisasi polio pada anak.

Jangan lewatkan informasi seputar kesehatan anak dan nutrisinya hanya di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar