Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bisa Dicoba, Ini Pola Asuh Anak dengan Kepribadian Plegmatis

Bisa Dicoba, Ini Pola Asuh Anak dengan Kepribadian Plegmatis

Punya anak dengan kepribadian plegmatis perlu perhatian lebih. Mari ketahui pola asuh yang tepat untuk anak dengan kepribadian itu.

Ada empat tipe kepribadian yang dimiliki manusia. Ada kepribadian koleris, sanguinis, melankolis, dan plegmatis. Orang tua dengan anak kepribadian plegmatis harus pandai dalam memilih dan menerapkan pola asuh.

Salah mengasuh dan mendidik anak, kepribadian serta kemampuan buah hati bisa tidak berkembang maksimal. 

Oleh karena itu, ketahui pola asuh tepat untuk anak dengan kepribadian plegmatis berikut ini. 

1 dari 3 halaman

Apa Itu Kepribadian Plegmatis?

Menurut Gracia Ivonika, M.Psi, Psikolog., plegmatis merupakan salah satu tipe kepribadian atau temperamen seseorang. 

"Dibandingkan tipe temperamen lainnya, plegmatis adalah tipe temperamen yang cenderung lebih stabil," ujarnya.

Kendati demikian, tidak ada tipe yang paling baik dibandingkan dengan yang lain. Setiap orang bisa punya satu tipe temperamen dominan atau kombinasi dari beberapa tipe. Berikut ciri-ciri tipe anak dengan temperamen plegmatis menurut psikolog Gracia:

  • Rendah hati dan perhatian pada orang lain.
  • Sederhana.
  • Tenang dan santai.
  • Cenderung pendiam dan menjadi observer atau pengamat.
  • Mampu untuk bersabar.
  • Menghindari konflik atau menyinggung orang lain.
  • Pendengar yang baik.
  • Berorientasi pada detail.
  • Loyal.
  • Mudah bergaul dan beradaptasi.
  • Cenderung introvert dan lebih nyaman berada dalam kelompok kecil.
  • Konsisten dan realistis.
  • Mudah puas.
  • Kadang keras kepala.
  • Cenderung menutupi atau menyembunyikan emosi.
  • Kurang motivasi dan inisiatif atau pasif.
  • Sulit mengambil keputusan atau cenderung menggantungkan masalah.
  • Kadang pemalu.

Artikel Lainnya: Pola Asuh yang Cocok untuk Anak Melankolis

2 dari 3 halaman

Pola Asuh untuk si Kecil yang Plegmatis

Anak dengan kepribadian plegmatis umumnya punya sikap yang pasif. Maka itu, ortu perlu lebih aktif saat berinteraksi dengan anak. 

"Penting bagi setiap orang tua memahami karakteristik temperamen anak, agar kita dapat mengenali kelebihan dan kelemahan anak. Dengan demikian, orang tua dapat menerima dan menerapkan pola asuh yang efektif sesuai temperamen anak," saran Gracia.

Berikut pola asuh yang tepat bagi anak dengan kepribadian plegmatis:

1. Diarahkan Secara Step-by-step

"Anak dengan tipe plegmatis lebih mudah untuk diarahkan dan didampingi dalam bentuk yang spesifik. Orang tua dapat membantu anak memahami dan membuat rencana apa yang harus ia pelajari atau lakukan dengan memecahnya dalam langkah-langkah atau target-target kecil," ujar psikolog Gracia.

2. Bantu Anak Membuat Target

Karakteristik anak plegmatis juga cenderung mudah puas dan easy-going. Karakter tersebut kadang membuat anak tidak terlalu memikirkan masa depan. 

Mereka lebih suka fokus pada kesenangan saat ini, sehingga orang tua dapat berperan membantu anak merencanakan masa depannya. 

Contoh, jika anak hendak masuk SMA, ortu dapat membantu mengarahkan ia memilih jurusan IPA, IPS, atau Bahasa nantinya.

"Orang tua dapat memulai dengan mengajak anak berdiskusi bersama tentang masa depan yang ia inginkan, memberikan masukan, dan sharing berdasarkan pengalaman ortu. Ortu juga dapat membantu anak membuat pertimbangan yang matang dengan mendampingi ia melihat pro serta kontra dari keputusannya," jelas Gracia.

Berikan juga kesempatan bagi anak untuk mandiri dalam berpikir sesuai usianya, sehingga ia dapat mengambil keputusan dan tujuan dengan rencana jelas.

Artikel Lainnya: 7 Pola Asuh yang Menjauhkan Anak dari Kesuksesan

3. Beri Dukungan Suportif

Psikolog anak Gracia menyatakan ortu untuk memberikan apresiasi dan dukungan positif yang bisa diterima oleh anak.

Kedua hal tersebut merupakan bentuk dorongan dan motivasi agar kepercayaan diri mereka meningkat. 

Apabila perlu, berikan anak fasilitas serta sarana agar mereka dapat mengembangkan kemampuan, hobi, dan bakat yang dimilikinya. 

4. Jangan Memarahi atau Mengancam Anak

Meskipun kerap terkesan tenang dan santai, anak plegmatis cenderung keras kepala, lho. Dengan begitu, orang tua juga perlu menyesuaikan cara untuk menegur atau menasihatinya.

"Hindari cara menegur yang membuat anak merasa terpojok atau semakin merasa tidak ‘mampu’. Sebaliknya, terapkan cara menegur yang tegas dan objektif. Tunjukkan hal apa dan bagaimana perilaku yang tepat, dibandingkan hanya menyalahkan perilaku mereka yang salah," tegas psikolog Gracia.

Artikel Lainnya: Ciri Orang Tua Permisif

5. Ajak Merefleksikan Hal Baik dalam Diri Mereka

Psikolog anak Gracia juga menganjurkan ortu untuk rutin merefleksikan keberhasilan yang pernah anak raih. 

"Dengan demikian, mereka semakin mengenali kekuatan atau kelebihan dalam diri mereka, mengembangkan kepercayaan diri, motivasi, dan ia akan merasa lebih berharga," jelasnya.

6. Peka Terhadap Perasaan dan Kondisi anak

"Anak tipe plegmatis cenderung menutupi atau menyembunyikan perasaannya. Membiasakan untuk quality talk dan quality time dengan anak merupakan salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan," kata Gracia. 

Tidak hanya itu, orang tua juga dapat menjadikan anak sebagai teman diskusi dengan meminta pendapat atau masukan dari mereka. 

Jika anak merasa nyaman atau terbuka, orang tua bisa lebih peka dalam memahami perasaan serta kondisi anak. 

Itu dia cara yang perlu diperhatikan dalam menerapkan pola asuh kepada anak dengan kepribadian plegmatis. 

Apabila masih ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, konsultasi langsung dengan psikolog kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar