Sukses

Amankah Ibu Hamil Makan Krim Keju?

Hampir tidak ada yang bisa menolak nikmatnya krim keju, tak terkecuali ibu hamil. Namun, apakah ibu hamil boleh mengonsumsi asupan tersebut? Cari tahu faktanya!

Rasanya yang lembut dan manis membuat krim keju (cream cheese) menjadi favorit sebagian orang. Olahan keju tersebut menjadi pelengkap berbagai makanan, seperti roti dan kue.

Hampir tidak ada yang bisa menolak nikmatnya krim keju, termasuk ibu hamil. Pertanyannya, apakah ibu hamil boleh makan asupan tersebut? Jika ya, adakah hal-hal yang perlu diperhatikan agar tidak mengalami efek samping merugikan?

1 dari 4 halaman

Menilik Kandungan Gizi dalam Krim Keju

Krim keju alias cream cheese biasanya terbuat dari krim, atau kombinasi antara krim dan susu. Proses pembuatannya adalah dengan metode pasteurisasi (dipanaskan) untuk membunuh mikroorganisme yang berpotensi membahayakan. 

Berikut ini kandungan cream cheese dalam ukuran 1 ons (28 gram):

  • Kalori: 99 kilokalori
  • Protein: 2 gram
  • Lemak: 10 gram
  • Karbohidrat: 2 gram
  • Serat: 0 gram
  • Vitamin A: 10 persen dari kebutuhan gizi harian
  • Riboflavin (vitamin B2): 5 persen kebutuhan gizi harian

Dari daftar di atas, krim keju disimpulkan tinggi lemak, serta sedikit karbohidrat dan protein. Meski begitu, asupan ini adalah sumber vitamin A yang baik dan mengandung riboflavin atau vitamin B2. 

Krim keju juga menjadi sumber antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari dampak buruk radikal bebas, serta dipercaya memiliki efek prebiotik. 

Menambah penjelasan di atas, dr. Devia Irine Putri mengatakan kandungan gizi pada krim keju sebetulnya tidak jauh berbeda dengan keju pada umumnya. 

“Sebenarnya tidak jauh berbeda kandungan gizinya (dengan keju). Hanya beda di bentuknya saja,” kata dr. Devia. 

“Rasa krim keju juga lebih manis, karena ada tambahan susu dan gula saat dibuat krim,” sambungnya.

Artikel Lainnya: Keju yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil

2 dari 4 halaman

Bolehkah Ibu Hamil Makan Krim Keju?

Berdasarkan penjelasan dr. Devia, ibu hamil tetap bisa mengonsumsi krim keju asalkan telah dipasteurisasi dengan sempurna dan higienis.

“Biasanya keju yang teksturnya keras, seperti cheddar, mozarella, dan parmesan aman untuk dikonsumsi ibu hamil,” ungkap dr. Devia.

Proses pemanasan menjadi tahapan penting karena bisa membunuh bakteri berbahaya. Sebut saja bakteri listeria, yang dapat menyebabkan infeksi berbahaya pada bayi baru lahir, lansia, ibu hamil, dan orang yang punya sistem kekebalan tubuh lemah.

Artikel Lainnya: Konsumsi Keju Ganggu Kesuburan Pria?

3 dari 4 halaman

Hal-hal yang Harus Diperhatikan sebelum Makan Krim Keju

Penting bagi ibu hamil untuk memerhatikan beberapa hal berikut sebelum mengonsumsi krim keju:

  • Pilih Krim Keju yang Memiliki Label Terpasteurisasi

Krim keju yang terpasteurisasi membuat Anda terhindar dari mikroorganisme berbahaya. 

Selain itu, Anda juga disarankan memilih krim keju dengan tekstur keras atau semi lunak. 

  • Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa

Umur simpan krim keju biasanya tidak lama. Oleh karena itu, selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa pada kemasan. 

Anda juga sebaiknya mengonsumsi krim keju dalam dua pekan setelah pembelian. Namun jika dalam rentang dua pekan tersebut sudah melewati masa kedaluwarsa, maka jangan dikonsumsi.

  • Batasi Porsi Agar Tidak Berlebihan 

Anda boleh mengonsumsi krim keju asalkan tidak berlebihan. Dengan demikian, makanan Anda akan lebih bervariasi sehingga bisa mendapat sumber gizi penting lainnya. 

Selain itu, keju olahan juga identik dengan kandungan lemak dan natriumnya yang tinggi. Jadi, akan berbahaya jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebih.

Ibu hamil pun disarankan untuk memilih rasa krim keju tertentu, seperti varian yang rendah lemak; rasa polos; dan krim keju kocok. 

Dengan mengikuti panduan di atas, ibu hamil dapat mengonsumsi krim keju tanpa khawatir mengalami efek samping yang membahayakan diri dan janin dalam kandungan. 

Masih punya pertanyaan mengenai keju yang aman untuk ibu hamil? Ingin tahu lebih lanjut mengenai kebidanan dan kandungan? Konsultasikan secara langsung pada dokter menggunakan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT) 

0 Komentar

Belum ada komentar