Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Pasien Reinfeksi Virus Corona Punya Gejala Lebih Parah?

Benarkah Pasien Reinfeksi Virus Corona Punya Gejala Lebih Parah?

Seorang pria di Nevada alami reninfeksi virus corona yang lebih parah. Apakah infeksi ulang COVID-19 selalu memiliki gejala yang lebih berat?

Informasi terbaru mengenai COVID-19 seolah tidak ada habisnya. Mulai dari virus yang bisa bermutasi, penularan melalui airborne, hingga yang terbaru, reinfeksi virus corona punya gejala yang lebih parah.

Apa yang dimaksud dengan reinfeksi, dan seberapa berbahayakah untuk pasien COVID-19?

1 dari 4 halaman

Apa Itu Reinfeksi Virus Corona?

Reinfeksi virus corona merupakan kasus infeksi ulang yang dialami oleh mantan pasien virus corona.

Sebagai contoh, seorang pria berusia 25 tahun yang tinggal di Nevada, Amerika Serikat positif COVID-19 pada pertengahan April. Dia kembali dinyatakan sakit akibat virus serupa pada akhir Mei. 

Dilansir Today, kejadian tersebut adalah kasus reinfeksi virus corona pertama yang terjadi di Amerika Serikat, dan kasus reinfeksi kelima di dunia.

Menurut studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet, reinfeksi pasien di Nevada ini terjadi pada rentang sekitar 6 minggu. Pria tersebut dinyatakan positif virus corona pada April. Dia memiliki gejala seperti batuk dan mual

Pada bulan Mei, dia sempat dinyatakan negatif dan sembuh dari COVID-19. Namun, pada akhir bulan, sang pria kembali mengalami gejala virus corona, berupa demam, batuk, dan pusing. Barulah pada awal Juni, dia dinyatakan dua kali COVID-19. 

Hingga saat ini, para peneliti belum mengetahui penyebab pasti mengapa reinfeksi virus bisa terjadi. Bahkan, tak menutup kemungkinan, gejala-gejala yang muncul lebih parah ketimbang infeksi virus corona pertama.

Secara teori, sistem imunitas dalam tubuh akan membuat antibodi setelah infeksi pertama terjadi. Antibodi inilah yang nantinya akan memerangi virus dengan lebih efektif ketika orang tersebut terpapar virus yang sama. 

Menanggapi hal ini, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan, benar jika virus corona bisa kembali menginfeksi mantan pasien positif COVID-19.

Tapi belum diketahui pasti apa penyebabnya jika reinfeksi ini terjadi hanya kurang dari satu bulan. 

“Dalam beberapa jurnal sudah disebutkan pasien yang sembuh dari COVID-19 akan memiliki antibodi yang bertahan dalam tubuh selama 3-6 bulan. Memang bisa terinfeksi lagi, tapi tidak secepat itu,” ujar dokter yang kerap disapa Vita itu.

“Jadi, masih butuh penelitian lebih lanjut, mengapa seseorang bisa mengalami reinfeksi dengan gejala lebih parah dan dalam jangka waktu yang cepat,” ujar dr. Vita.

Artikel Lainnya: Gejala Pasien Virus Corona, dari Ringan hingga Kritis!

2 dari 4 halaman

Reinfeksi Virus Corona Punya Gejala yang Lebih Parah?

Jika melihat kasus pria dari Nevada di atas, gejala yang dialami setelah kembali terinfeksi memang lebih parah. Namun, apakah reinfeksi selalu memunculkan gejala yang lebih berat? 

Menjawab pertanyaan yang satu ini, dr. Vita mengatakan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

“Namun, gejala-gejala yang muncul ini bisa dinilai dari kondisi imunitas pasien virus corona. Jadi, tidak bisa ditebak apakah gejalanya memburuk atau tidak muncul gejala sama sekali,” tuturnya.

Selain itu, dr. Vita menambahkan, virus corona ini memiliki 1.000 wajah. Penelitian ilmiah pun masih dibutuhkan untuk mengenali mikroba ini lebih lanjut.

Artikel Lainnya: Sempat Dilarang, Kini Ibuprofen Bisa Jadi Kunci Obat Virus Corona

3 dari 4 halaman

Mencegah Virus Corona Kembali Menginfeksi

Selama vaksin virus corona belum ditemukan, tidak ada satu orang pun yang kebal dari virus yang satu ini.

Bahkan, para penyintas COVID-19 masih bisa terinfeksi jika tidak menerapkan protokol kesehatan.

Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para penyintas maupun orang yang belum terkena virus corona agar tidak terinfeksi, yaitu:

  • Menjaga Jarak dengan Orang Lain

Meski PSBB di Jakarta sudah kembali masuk transisi, bukan berarti Anda bebas nongkrong dan bertemu kerabat. Jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain tetap harus dilakukan.

  • Rajin Mencuci Tangan

Kegiatan wajib lain yang perlu dilakukan selama masa pandemi adalah mencuci tangan dengan sabun. Aktivitas ini efektif membunuh virus yang menempel di tangan.

  • Mandi Setelah Pergi dari Luar 

Usai tiba di rumah, jangan langsung rebahan di kasur. Segera mandi dan keramas. Setelah itu, cuci baju dengan air deterjen. Hal ini berguna untuk mencegah perpindahan virus dari tubuh ke kasur dan benda-benda lain di rumah.

  • Bersihkan Barang Bawaan

Tak lupa juga untuk membersihkan tas dan barang-barang lainnya yang Anda gunakan selama berada di luar. Anda bisa menyemprotkan disinfektan atau mengelap dengan cairan alkohol.

Apakah reinfeksi virus corona menimbulkan gejala lebih berat atau tidak, belum diketahui pasti. Itu sebabnya, selalu lakukan protokol kesehatan untuk meminimalkan risiko penularan.

Jika ada pertanyaan seputar virus corona, silakan konsultasi dengan dokter via LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar