Sukses

Plus Minus Konsumsi Kedelai untuk Program Hamil

Konsumsi kedelai untuk program hamil dinilai sebagai tindakan yang berbahaya oleh sebagian orang. Apakah medis setuju dengan hal tersebut? Ini faktanya!

Olahan kedelai menjadi makanan yang populer di Asia. Tahu, tempe, susu kedelai, kecap, dan banyak lainnya adalah pilihan menu yang sering dikonsumsi sehari-hari.

Makanan berbahan kedelai memiliki harga relatif terjangkau, dan merupakan sumber protein nabati terbaik. Kedelai juga diketahui kaya akan serat, vitamin, dan rendah lemak. Oleh karena itu, menyantap kedelai mengundang banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Meski begitu, terdapat pula anggapan yang bilang bahwa konsumsi kedelai untuk program hamil malah dapat menyebabkan efek samping merugikan. Apakah medis setuju dengan hal tersebut?

Artikel Lainnya: Manfaat Kedelai untuk Kesehatan Tubuh Anda

1 dari 3 halaman

Menilik Kandungan Gizi dalam Kedelai

Berikut ini adalah kandungan gizi dalam 100 gram kedelai yang dimasak tanpa garam:

  • Protein: 12,35 gram
  • Kalori: 141 kilokalori
  • Karbohidrat: 11,05 gram
  • Serat: 4,2 gram
  • Lemak: 6,4 gram

Kedelai juga mengandung mineral, seperti zat besi, kalsium, fosfor, magnesium, kalium, dan tiamin. Akumulasi kandungan mineral tersebut mampu memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dilansir United Kingdom National Health Service (NHS), kedelai juga mengandung senyawa fitoestrogen yang terbagi menjadi tiga jenis: isoflavon, coumestan, dan lignan.

Secara umum, fitoestrogen diduga mampu menurunkan risiko osteoporosis, penyakit jantung, dan gejala menopause. Selain itu, senyawa tersebut juga bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan mencegah pembuluh darah tersumbat.

Sayangnya, fitoestrogen juga dituding dapat mengundang bahaya bagi kelompok orang tertentu, semisal, penderita hipotiroidisme dan kanker payudara. Oleh karena itu, konsumsi kedelai pada kelompok tersebut harus dibatasi.

Lalu, bagaimana dengan konsumsi kedelai untuk program hamil? Apakah bermanfaat atau justru bisa meningkatkan risiko efek samping merugikan?

Artikel Lainnya: Manfaat Susu Kedelai untuk Ibu Hamil dan Menyusui

2 dari 3 halaman

Kata Medis Soal Konsumsi Kedelai untuk Program Hamil

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, sah-sah saja jika Anda ingin mengonsumsi kedelai saat hamil asalkan tidak dalam porsi berlebihan. Sebab, kedelai itu sendiri membantu meningkatkan kesuburan jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat.

“Jika dikonsumsi berlebihan (kedelai), kandungan isoflavon di dalamnya dapat menyebabkan gangguan menstruasi,” kata dr. Dyah Novita.

“Pada pria, (konsumsi kedelai berlebih) dapat mengganggu sperma bagian akrosom yang berfungsi menembus sel telur,” sambungnya.

Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi kedelai jika Anda sedang dalam program hamil. Menurut dr. Dyah Novita, konsumsi kedelai yang tergolong aman adalah sekitar 20-40 gram setiap harinya. Protein nabati tersebut bisa mengundang efek bahaya jika dikonsumsi 60 gram atau lebih dalam sehari.

Selain memerhatikan porsi, Anda yang sedang dalam program hamil juga mesti memilih jenis kedelai yang tepat. Hindari mengonsumsi kedelai yang telah diolah menjadi junk food. Lebih baik pilih produk kedelai yang difermentasi secara alami, seperti tempe, tahu, atau miso.

Tidak perlu khawatir jika Anda ingin mengonsumsi kedelai untuk program hamil. Selama membatasi porsinya agar tidak berlebihan, sumber protein nabati tersebut niscaya akan membantu kesuksesan program hamil yang hendak Anda jalani.

Masih ingin tahu mengenai manfaat kedelai untuk program hamil? Anda punya pertanyaan lain mengenai kebidanan dan kandungan? Konsultasikan secara langsung kepada dokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar