Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini Fakta Vaksin Darurat yang Bakal Digunakan di Indonesia

Ini Fakta Vaksin Darurat yang Bakal Digunakan di Indonesia

Vaksin virus corona yang akan diberikan dalam waktu dekat bagi orang berisiko tinggi terinfeksi di Indonesia disebut sebagai vaksin darurat. Apa sebenarnya vaksin itu?

Istilah vaksin darurat kini menyedot perhatian. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum paham soal vaksin virus corona tersebut.

Sedangkan beberapa pihak yang berisiko tinggi terpapar COVID-19, seperti tenaga kesehatan serta aparat TNI dan Polri, akan divaksinasi di bulan mendatang.

Di sisi lain, Project Integration Manager R&D PT Bio Farma (Persero), Neni Nurainy menerangkan dalam acara Ngopi BUMN (15/10), uji klinis vaksin Sinovac baru akan rampung pada Januari 2021.

Apabila baru rampung awal tahun depan, lalu vaksin apa yang sebenarnya diberikan kepada nakes dan aparat di akhir tahun ini?

Neni mengatakan, “Kita melihat dinamikanya, kemungkinan bisa lebih cepat karena memang sampai hari ini sudah tersuntik. Minggu lalu pun sudah tersuntik sekitar 1.565 subjek. Suntikan kedua 843 subjek dari 1.620. Kemungkinan itu bisa produksi di akhir Januari 2021 atau awal Februari 2021."

Ia juga menerangkan, vaksin yang akan disuntikkan di bulan depan adalah vaksin darurat dan itu memang sudah menjadi program pemerintah. Lantas, apa yang dimaksud vaksin darurat?

1 dari 4 halaman

Mengenal Lebih dalam tentang Vaksin Darurat

Menurut dr. Jessica Florencia, Sp.PK, vaksin darurat adalah vaksin yang masih dalam tahap akhir uji klinis, tetapi telah mendapatkan izin atau emergency use authorization (EUA) di suatu wilayah.

“Vaksin ini akan diberikan kepada kelompok-kelompok yang berisiko tinggi terpapar supaya mereka mendapatkan perlindungan,” tambahnya.

Apa bedanya vaksin darurat dengan vaksin yang baru diproduksi tahun 2021? Menanggapi pertanyaan tersebut, begini penjelasan dari dr. Jessica.

“Vaksin yang akan didistribusikan pada bulan November mendatang adalah vaksin yang dibeli oleh Pemerintah Indonesia dari luar negeri dan telah mendapatkan izin atau EUA dari Pemerintah China pada Juli lalu. Hal ini juga sudah diketahui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” ucapnya. 

Artikel Lainnya: Ini Alasan Pemberian Vaksin Virus Corona Tak Cukup Sekali

Dirinya menambahkan, “Sampai informasi ini disampaikan, vaksin yang akan diproduksi pada akhir Januari atau awal Februari 2021 adalah vaksin yang juga akan didistribusikan pada November 2020. Hanya saja, produksinya lebih besar di tahun depan.”

Pada awal tahun mendatang, proses uji klinis akhir telah selesai. Alhasil, pendistribusian vaksin bisa lebih masif dan dapat diberikan kepada pihak-pihak di luar kelompok berisiko tinggi.

2 dari 4 halaman

Bagaimana Efektivitas dan Prosedur Pemberian Vaksin Darurat?

Efektivitas vaksin darurat virus corona belum diketahui pasti. Sebab, pihak terkait belum menyelesaikan uji klinis fase akhir. Namun, kurang lebih cara pemberiannya sama, yaitu dengan disuntikkan.

“Sama-sama disuntikkan, tetapi protokol mungkin berbeda. Sebagai contoh, ada proses pencatatan dan observasi ketat karena uji klinis vaksin belum selesai,” terang dr. Jessica.

Ada hal lain yang perlu diingat oleh masyarakat dalam pembuatan vaksin virus corona. Tercatat oleh WHO, ada lebih dari 150 negara yang berpartisipasi dalam pembuatan vaksin COVID-19.

Hal ini merupakan upaya global. Jika vaksin tersebut memberi dampak baik, hal itu tentunya menjadi keberhasilan bersama.

Artikel Lainnya: Ini Rencana Vaksinasi Virus Corona di Indonesia

3 dari 4 halaman

Restu dari BPOM Jangan Dilupakan

Sementara itu, pemberian vaksin darurat ini juga mendapat tanggapan dari seorang Ahli Biologi Molekuler lulusan Harvard Medical School, Amerika Serikat, Ahmad Rusdan Utomo, Ph.D.

“Sebenarnya ada satu tahap lagi sebelum vaksinasi darurat itu diberikan, yakni restu dari BPOM yang bisa menggunakan jalur EUA atau emergency use authorization. Hal ini perlu dilakukan mengingat vaksin masih dalam uji klinis fase 3,” jelasnya kepada Klikdokter.

Beliau menambahkan, “Nantinya, BPOM akan mengevaluasi data yang ada sejauh ini menggunakan kriteria yang ada di dalam EUA. Terlepas dari keputusan BPOM nanti, pemerintah perlu mengomunikasikan ke masyarakat terkait mitigasi risiko, kemungkinan apa saja yang bisa terjadi, dan kesiapan pemerintah untuk mengantisipasinya.”

Dirinya berharap, jangan sampai pemerintah tidak siap dengan segala kemungkinan terburuk.

Ketidaksiapan tersebut justru akan memberikan dampak negatif terhadap program vaksinasi nasional, seperti campak, cacar jerman, polio, dan lain sebagainya.

Itu dia informasi seputar vaksin darurat dan vaksin virus corona sejauh ini. Untuk informasi kesehatan lainnya, bisa Anda dapatkan di aplikasi Klikdokter atau konsultasi langsung dengan dokter kami lewat fitur LiveChat.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar