Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pentingnya Vaksin bagi Orang Dewasa Selama Pandemi COVID-19

Pentingnya Vaksin bagi Orang Dewasa Selama Pandemi COVID-19

Masuk usia dewasa, bukan berarti Anda tidak boleh melakukan vaksin. Bahkan, para pakar medis justru mewajibkan Anda untuk vaksin di usia dewasa!

Vaksinasi identik dengan kebutuhan anak-anak. Padahal, orang dewasa juga memerlukannya untuk menunjang kesehatan di saat ini maupun masa depan. Lantas, vaksin apa saja yang sebaiknya didapatkan oleh orang dewasa, terutama di masa pandemi seperti sekarang?

 

1 dari 3 halaman

Pentingnya Vaksin pada Orang Dewasa 

Kebanyakan orang dewasa Indonesia pada usia 16-65 tahun, tidak lagi melakukan vaksinasi. Umumnya, vaksinasi dilakukan ketika masih bayi hingga menjelang remaja.

Pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya pemberian vaksin dan kapan harus kembali divaksin di usia dewasa memang masih kurang.

Dalam acara Dialog Produktif Bersama Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD mengatakan bahwa tidak ada batasan umur bagi orang dewasa untuk melakukan vaksinasi. 

Artinya, saat semua jadwal vaksin sudah terpenuhi di masa kanak-kanak, Anda bisa melakukan vaksin ulang di masa mendatang. Misalnya, pada usia yang tergolong sudah dewasa muda atau lansia.

“Perlu dipahami dulu bahwa vaksin ini penting untuk menunjang kesehatan. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam usia dewasa, protektor di dalam tubuhnya itu masih ada,” kata dr. Dirga, Kamis (15/10). 

Artikel lainnya: Kenapa Ada Orang yang Dapat Prioritas Vaksin Virus Corona?

Ada tujuh alasan penting mengapa orang dewasa wajib divaksin, yakni: 

  • Belum pernah vaksinasi 

Bagi orang dewasa yang sebelumnya tidak pernah divaksinasi, melakukan vaksin di usia dewasa wajib dilakukan. Hal ini berguna untuk melindungi diri dari virus penyebab penyakit.

  • Lansia

Anda yang sudah masuk dalam kategori lansia juga wajib melakukan vaksin. Ini karena pada masa ini, antibodi dalam tubuh sudah menurun. Anda pun jadi lebih rentan terkena virus penyebab penyakit.

  • Punya Penyakit Kronis

Orang dengan riwayat penyakit kronis, seperti diabetes, jantung, dan hipertensi juga wajib vaksinasi ketika sudah dewasa.

Selain lebih rentan terkena penyakit, orang dengan riwayat penyakit kronis memiliki imunitas yang rendah. 

Artikel lainnya: Ini Alasan Pemberian Vaksin Virus Corona Tak Cukup Sekali

  • Risiko Terkait Pekerjaan 

Jika Anda bekerja sebagai tenaga medis atau sering bersinggungan langsung dengan orang sakit, vaksinasi wajib dilakukan. Hal ini guna mencegah virus dari pasien sakit menular pada Anda. 

  • Terkait Kehamilan

Selama masa kehamilan, sistem imunitas tubuh juga bisa melemah. Karena itu, vaksin dibutuhkan untuk menunjang kesehatan ibu hamil dan mengurangi risiko cacat janin. 

  • Perilaku Berisiko 

Orang dewasa yang punya pola hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, makan asupan yang tidak sehat, juga rentan terkena virus penyakit. Vaksinasi pun perlu diberikan kepada mereka. 

  • Alasan Travelling

Bagi Anda yang suka pergi ke luar negeri, vaksinasi juga jadi salah satu syarat yang wajib dipenuhi. Misalnya, jika Anda ingin pergi ke Arab Saudi, vaksinasi penting dilakukan guna mencegah penyakit meningitis dan yellow fever

Artikel lainnya: Wajib Tahu, Ini 5 Vaksin yang Ditanggung BPJS Kesehatan!

 

2 dari 3 halaman

Vaksin yang Paling Diperlukan Selama Pandemi COVID-19

Pada dasarnya, semua vaksin itu sehat dan wajib dilakukan. Namun, dr. Dirga menjelaskan ada dua vaksin yang paling diutamakan selama masa pandemi virus corona, yaitu vaksin influenza dan vaksin pneumonia. Keduanya juga sudah dianjurkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Berikut adalah penjelasannya:

  • Vaksin Influenza

Vaksin Influenza sudah terbukti bisa menurunkan keparahan infeksi COVID-19 dan mengurangi tingkat rawat di Unit Intensif (ICU).

Berdasarkan studi dari Italia, tingkat cakupan vaksinasi influenza dihubungkan dengan penurunan penyebaran COVID-19. 

“Vaksin ini bisa diberikan pada anak-anak usia di bawah 9 tahun sebanyak dua kali dengan interval satu bulan. Selanjutnya, vaksin akan dilanjutkan sebanyak satu kali dalam setahun pada anak usia di atas 9 tahun hingga dewasa,” ujar dr. Dirga. 

  • Vaksin Pneumonia 

Infeksi sekunder pneumonia pada pasien COVID-19 bisa meningkatkan risiko kematian hingga 6 kali lipat. Karena itu, vaksinasi pneumonia harus dilakukan guna mencegah komplikasi dan menurunkan angka kematian.

Anda bisa melakukan vaksinasi pneumonia sebanyak satu kali seumur hidup jika sudah berusia di atas 2 tahun. 

Pada anak di bawah usia 2 tahun, akan dilakukan vaksinasi sebanyak empat kali, yaitu pada usia 12 bulan, 2, 4, dan 6 tahun. 

“Perlu diingat, kedua vaksin ini tidak bisa mencegah penyebaran virus COVID-19. Tapi, bisa menurunkan tingkat keparahan pada pasien yang sudah terinfeksi virus corona. Jadi, jangan takut untuk melakukan vaksin setelah dewasa,” dr. Dirga menuturkan.

Dapatkan informasi lainnya seputar kesehatan di aplikasi KlikDokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar