Sukses

Menguak Fakta Tentang ASI Buatan

Dibuat semirip mungkin dengan ASI murni. Seberapa efektif ASI buatan untuk bayi? Simak fakta dan tanggap dokter lewat ulasan ini.

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi baru lahir hingga usianya menginjak dua tahun. Itu sebabnya, ibu akan berusaha semaksimal mungkin agar si kecil memperoleh ASI yang cukup dan berkualitas.

Tetapi tahukah Anda, negara Amerika Serikat kini sedang mengembangkan teknologi terbaru untuk membuat ASI artifisial atau buatan? Lantas, apa maksudnya ASI buatan? Apakah aman dikonsumsi bayi? 

1 dari 4 halaman

ASI Buatan, Apa Maksudnya?

Melansir Science Times, perusahaan Amerika Serikat bernama BIOMILQ tengah

mengembangkan ASI artifisial yang terbuat dari sel epitel payudara. ASI buatan ini akan dijual serta didistribusikan untuk ibu dan bayi. 

Perusahan BIOMILQ dilaporkan telah menerima dana sebanyak 3,5 juta dollar Amerika Serikat (AS). Dana tersebut merupakan hasil investasi bersama yang didirikan oleh Jeff Bezos, Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Richard Branson.

BIOMILQ mengklaim, ASI buatan ini lebih mudah dicerna oleh bayi ketimbang susu formula. Mereka juga mengatakan, perusahaannya itu dapat memproduksi enzim kasein dan laktosa yang merupakan protein penting dalam ASI manusia.

Namun, yang paling penting lagi, proses produksi ASI buatan dianggap lebih ramah lingkungan dibanding susu formula. Pasalnya, industri susu formula yang ada selama ini menyumbang sekitar 10 persen gas rumah kaca.

Produksi ASI buatan juga disebut-sebut dapat mencegah perubahan iklim akibat minimnya gas emisi karbon yang dihasilkan.

Masih belum diketahui kapan ASI buatan BIOMILQ akan dijual di pasaran. Akan tetapi, perwakilan BIOMILQ mengatakan, dimulainya penjualan ASI buatan akan tergantung dari persetujuan Food and Drug Administration di AS.

Maka, informasi mengenai kandungan, efektivitas, serta manfaat ASI buatan masih belum jelas diketahui. 

Artikel Lainnya: Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif bagi Kesehatan Ibu dan Anak

2 dari 4 halaman

Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

dr. Dyah Novita Anggraini menjelaskan bahwa ASI buatan hadir dengan tujuan yang baik. Apabila ibu tidak bisa menyusui akibat kondisi tertentu, si kecil tetap bisa mendapatkan nutrisi cukup dari ASI buatan, tanpa harus minum susu formula atau susu kedelai. 

“ASI buatan mengambil beberapa zat yang mirip ASI dan dimasukkan ke dalam ASI buatan itu. Namun, ASI buatan tetap tidak memiliki kandungan yang sehat dan full seperti ASI murni,” ujar tenaga medis yang akrab disapa dr. Vita. 

“ASI dari payudara ibu adalah asupan nutrisi terbaik. Sesuai anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO), bayi membutuhkan ASI selama 6 bulan pertama kehidupan. Disarankan, proses memberikan ASI tetap dilanjutkan sampai usia 2 tahun,” dr. Vita menambahkan. 

Soal sejauh mana perkembangan ASI artifisial ini dibuat, sumber dari Science Times juga mengaku belum tahu pasti. Kemungkinan, ASI buatan masih harus melewati banyak proses pengujian dan izin edar dari pihak kesehatan berwenang di Amerika Serikat. 

Artikel Lainnya: Kualitas ASI Perah Tak Sebaik ASI yang Diberikan Langsung?

3 dari 4 halaman

Plus Minus ASI Buatan

Dijelaskan oleh dr. Vita, cara yang digunakan untuk membuat ASI artifisial adalah dengan mereplikasi protein utama dari ASI manusia. 

Karena menyajikan protein penting, maka ASI buatan dianggap lebih bermanfaat dan menyehatkan dibandingkan dengan susu sapi atau formula berbasis kedelai. 

Hanya saja, karena ASI ini dalam tahap buatan dan tidak sepenuhnya murni, bayi berisiko mengalami alergi

Apabila ASI buatan sudah diproduksi dan Anda berminat memberikannya ke bayi, dianjurkan untuk berkonsultasi dulu ke dokter anak. Jika perlu, minta opsi lain agar kesehatan dan keselamatan bayi tetap terjamin. 

Itu dia penjelasan soal ASI buatan. Mau tahu lebih lanjut tentang manfaat ASI atau pengganti ASI yang cocok untuk bayi? Segera konsultasikan ke dokter via fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar