Sukses

Ibu, Lakukan Ini saat Anak Terinfeksi COVID-19

Hasil tes PCR menunjukkan bahwa anak Anda positif COVID-19? Jangan langsung panik, lebih baik Ibu merawat anak dengan cara ini!

Tidak terasa sudah hampir satu tahun virus corona mewabah di dunia. Sejak kemunculannya pada akhir Desember 2019 lalu di Wuhan, Cina, virus mematikan ini memang telah merenggut banyak nyawa.

Virus corona pun terbukti tidak kenal belas kasih dalam mengincar korbannya. Meski telah berhati-hati dalam bertindak di tengah pandemi, virus tersebut bisa tetap menyerang secara gerilya. Bahkan, dapat berhasil menginfeksi anak Anda.

 

1 dari 4 halaman

Hanya Anak yang Kena COVID-19, Orang Tua Harus Apa?

Anak yang terinfeksi virus corona tentu bisa membuat hati orang tua hancur. Apalagi kalau si kecil merupakan anak tunggal di keluarga.

Pasalnya, virus tersebut pasti akan membuat yang dekat terasa jauh lantaran harus menjaga jarak agar terhindar dari risiko penularan.

Berdasarkan dr. Atika, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk melakukan perawatan di rumah saja, khususnya jika gejala virus corona pada anak masih tergolong ringan.

Kendati demikian, risiko penularan virus corona masih bisa terjadi sehingga orang tua tetap menetapkan beberapa protokol kesehatan berikut ini:

  • Memakai masker saat berada di dalam rumah yang sama dengan anak positif COVID-19.
  • Tidak menggunakan barang yang sama dengan anak positif virus corona.
  • Rajin mencuci tangan dan membersihkan diri.
  • Membatasi mobilitas di luar rumah. Anda diminta untuk tetap di dalam rumah sampai anak dinyatakan sembuh atau negatif. Hal ini berguna untuk mencegah penularan kepada orang lain.

Artikel Lainnya: Medfact: Vaksin Flu Bikin Anak Rentan Terinfeksi Virus Corona?

Selain itu, dr. Devia Irine menyarankan agar kita turut melindungi anggota keluarga yang lain. Jangan sampai karena fokus merawat anak yang terinfeksi virus corona, kita malah melupakan kesehatan keluarga yang lain.

Usahakan yang merawat anak hanya satu orang saja. Pembatasan kontak ini bertujuan agar risiko penularan virus corona bisa diminimalkan.

Apabila anak masih balita, pertimbangkan untuk pakai sarung tangan saat mengganti popoknya. Jika memungkinkan, anak balita juga harus tidur dan menggunakan kamar mandi terpisah.

"Menggunakan kamar mandi terpisah dengan anak yang sakit, tapi kalau tidak memungkinkan sebisa mungkin sering dibersihkan dan didesinfeksi," ujar dr. Devia Irine.

Tidak hanya itu, dr. Devia Irine menganjurkan agar ventilasi atau sirkulasi udara di rumah tetap terjaga baik. Caranya mudah, biarkan jendela di rumah terbuka untuk mendapat pertukaran udara paparan sinar matahari.

Artikel Lainnya: Cegah Virus Corona dengan Susu yang Tepat untuk Anak

2 dari 4 halaman

Cara Jaga Kesehatan Mental Orang Tua dari Anak Positif COVID-19

Meski masih bisa melihat anak di dalam rumah, orang tua bisa tetap merasa stres, sedih, dan cemas. Jika kondisi ini tidak dikelola dengan baik, kesehatan mental orang tua bisa saja terganggu.

Lantas, harus bagaimana agar orang tua tidak terlalu stres saat melihat anak positif virus corona?

Dijelaskan oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog., berikut kiat-kiatnya:

1. Tetap Jaga Komunikasi dengan Anak

Meski terpisah ruangan dari anak dan tidak bisa bertatap muka secara langsung, komunikasi via video call atau voice call tetap perlu dilakukan.

Hal ini guna memastikan anak tidak merasa sendiri; dan membuat rasa cemas orang tua jadi berkurang.

2. Terapkan Gaya Hidup Sehat

Orang tua diminta untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, dan olahraga di dalam rumah. Hal ini bertujuan untuk mengelola stres, dan buat pikiran jadi lebih relaks.

3. Lakukan Kegiatan yang Positif

Lakukan hal yang menyenangkan, seperti menonton televisi, memasak makanan sehat untuk anak yang sedang diisolasi mandiri, membacakan anak cerita dari luar ruangan, atau sekadar menyiapkan kado untuk diberikan saat si kecil sudah sembuh.

Artikel Lainnya: Begini Kondisi Bayi yang Terinfeksi Virus Corona

3 dari 4 halaman

Jangan Ragu Minta Bantuan Tenaga Profesional

Terinfeksi virus corona bukanlah sebuah aib yang harus ditutup-tutupi. Bahkan, Anda perlu melaporkan diri atau orang yang terinfeksi pada pihak yang bertanggung jawab guna memutus rantai penularan virus corona.

Sama halnya jika anak tunggal Anda yang terkena virus corona. Anda sebaiknya meminta bantuan tenaga medis untuk memastikan kondisi si kecil.

Apabila si kecil terdeteksi mengalami gejala, seperti batuk kering, sesak napas, dehidrasi, demam lebih dari 37, 4 derajat Celcius, dan kondisi-kondisi buruk lainnya, ada indikasi dirinya perlu dirawat di rumah sakit.

Jangan ragu juga untuk minta bantuan kepada psikolog ketika anak terlihat stres dan depresi akibat terinfeksi virus corona.

Mengelola stres dengan baik dapat bantu menjaga fungsi daya tahan tubuh, sehingga peluang kesembuhan ikut meningkat.

“Kalau anak stres karena terkena COVID-19, orang tua sebaiknya segera menenangkannya sambil tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakinkan juga bahwa si kecil akan baik-baik saja,” ucap Ikhsan.

“Jika kondisi sudah lebih stabil, orang tua dapat mengajak anak untuk konseling atau berobat secara online,” pungkasnya.

Butuh bimbingan lebih lanjut dalam menghadapi anak yang positif COVID-19? Misalnya, cari tahu informasi soal nutrisi yang dibutuhkan pasien coronavirus hingga cara menjaga kesehatan mentalnya.

Anda dapat berkonsultasi langsung ke dokter melalui layanan LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar