Sukses

Hati-hati, Ini Beda Gejala Kusta dan Panu!

Sama-sama bermula dari bercak putih, ini perbedaan antara penyakit kusta dan panu!

Bercak putih pada kulit sering kali dianggap penyakit panu. Padahal, bisa jadi bercak putih tersebut merupakan tanda awal penyakit kusta.

Apabila tidak diobati, penyakit kusta bisa berakibat fatal bagi penderitanya. Lantas, apa yang menjadi perbedaan antara panu dan kusta? Simak penjelasannya di sini.

1 dari 3 halaman

Perbedaan Gejala Kusta dan Panu

  • Gejala Panu

Dokter Arina Heidyana menjelaskan, panu (tinea versicolor) merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia furfur. Panu lebih sering menyerang anak remaja hingga dewasa.

Ketika seseorang menderita panu, paparan sinar matahari bisa memperburuk kondisi panu tersebut.

Lantas, apa saja gejala panu yang muncul? Disebutkan oleh dr. Arina, berikut beberapa gejalanya:

  • Muncul bercak putih, merah muda, bahkan kemerahan pada kulit. Warna bercak bisa lebih cerah atau gelap ketimbang warna kulit asli.
  • Bercak putih bisa muncul di area wajah, leher, dada, punggung, dan sebagainya. Bercak ini juga muncul pada area-area yang sering berkeringat.
  • Munculnya bercak putih juga disertai kulit gatal, kering, dan bersisik.
  • Gejala Kusta

Kusta atau dalam bahasa medisnya lepra merupakan kondisi penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, saluran napas atas, selaput lendir, dan mata. Menurut dr. Arina, sistem saraf yang terkena kusta biasanya akan terasa lebih kebas.

“Berbeda dengan panu, kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Butuh waktu cukup lama bagi bakteri ini berkembang dan menginfeksi penderitanya, sehingga gejalanya pun bisa muncul sekitar 2 minggu sampai 10 tahun penderita terinfeksi kusta,” kata dr. Arina.

Artikel lainnya: Cara Menghilangkan Panu di Wajah

Selain itu, kusta juga terdiri dari dua jenis yaitu kusta kering dan kusta basah. Mirip gejala panu, bercak putih pada penyakit kusta umumnya terasa lebih kebas.

Kulit Anda juga berubah jadi lebih kering, kaku, dan terasa tebal. Tidak hanya itu, adapun beberapa gejala lainnya seperti:

  • Muncul luka di kulit tapi tidak terasa gatal atau sakit, sehingga penderita tidak merasakan apa pun.
  • Adanya kerusakan pada mata yang bisa berujung kebutaan.
  • Sebagian area kulit tampak berubah warna. Perubahan warna bisa lebih gelap atau terang dari area kulit lainnya.
  • Muncul lepuh dan ruam yang tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Adanya perubahan pada bentuk wajah.
  • Lemahnya otot yang berakibat kelumpuhan.
  • Dalam kasus yang parah, bisa kehilangan jari.
2 dari 3 halaman

Cara Atasi Kusta dan Panu

Sudah tahu beberapa perbedaan keduanya, kan? Nah, ini dia beberapa cara mengatasi kusta dan panu

  • Cara Mengobati Panu

Panu bukanlah penyakit menular, tapi bila dibiarkan dan tidak diobati segera, panu bisa menimbulkan rasa gatal dan komplikasi penyakit lainnya.

Menurut dr. Arina, pengobatan panu tidak sesulit mengatasi kusta. Anda bisa menggunakan obat topikal (oles), seperti losion, krim antijamur, sampo, dan sabun mengandung clotrimazole.

Panu juga bisa diatasi dengan minum obat yang sudah diresepkan dokter. Jika panu tidak kunjung hilang, maka segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lainnya.

Artikel lainnya: Yuk, Kenali Bakteri Penyebab Kusta

  • Cara Mengobati Kusta

Kusta jadi penyakit yang lebih kompleks dan berbahaya bagi banyak orang. Bahkan, konon kusta juga masuk dalam daftar penyakit paling ditakuti. Lantas, bagaimana cara mengatasi kusta?

“Orang yang didiagnosis penyakit kusta harus minum antibiotik sebagai pengobatan utama selama 6-12 bulan. Pengobatan kusta juga harus disesuaikan dengan jenis kusta yang diderita. Jadi, butuh konsultasi dan terapi ke dokter untuk menentukan jenis kusta yang dialami,” ujar dr. Arina.

Prosedur pembedahan juga bisa dilakukan. Tujuannya untuk menormalkan fungsi saraf yang telah rusak, mengembalikan fungsi anggota tubuh, dan mengembalikan bentuk tubuh yang telah cacat.

“Dokter juga bisa memberikan vitamin A tambahan untuk membantu memulihkan kulit yang rusak akibat kusta. Jadi, bila Anda memiliki gejala mirip dengan kusta, jangan tunda pemeriksaan ke dokter agar tidak terjadi komplikasi permanen,” tutup dr. Arina.

Bila ingin konsultasi dengan dokter lebih praktis seputar penyakit kulit, pakai Live Chat dari KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar