Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cerita Perjuangan Pasien Corona Tes CPNS dari Wisma Atlet

Cerita Perjuangan Pasien Corona Tes CPNS dari Wisma Atlet

Dedi harus melewati tes CPNS dengan Predikat pasien COVID-19. Bagaimana perjuangannya?

Di salah satu kamar lantai 7 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Dedi Kurniawan Zega berusaha menata pikirannya yang kalut. Jumat (2/10) siang itu, dia harus menghadapi proses wawancara proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil.

"Bayangin saja, di tengah kamu harus berjuang melawan penyakit, kamu harus ujian. Aku sempet nangis sebelum tes itu," kenang Dedi.

Dua pekan sebelumnya, kabar mengejutkan datang tiba-tiba: ia positif COVID-19. Pria 25 tahun itu sempat ikut tes swab massal yang diselenggarakan di kantor tempatnya bekerja.

Sempat beberapa hari menjalani isolasi mandiri, tubuh Dedi justru semakin tidak bisa diajak kompromi. Keluhan yang paling menyiksa, kata dia, adalah kesulitan bernapas yang kian sesak.

1 dari 3 halaman

Terpaksa Dilarikan ke Wisma Atlet

Lima hari sebelum jadwal wawancara, ia terpaksa harus dipindah ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Rencana wawancara yang seharusnya dilakukan tatap muka untuk tes CPNS mendadak buyar.

"Takut saja, apa aku di-blacklist atau bagaimana? Sudah kayak tahap akhir, kan," ungkap pria asal Nias, Sumatera Utara, itu.

Ia cuma teringat harapan orang tua yang menginginkan putranya menjadi PNS. Terlebih, Dedi tinggal selangkah lagi mendapatkan pekerjaan yang diidam-idamkan.

Pada 2017, dia juga sempat mengikuti tes CPNS. Tapi langkahnya berhenti di tahap pertama. Ia gagal lulus tes seleksi kemampuan dasar.

Itu sebabnya, bisa melaju hingga tes wawancara di tes tahun ini, baginya sudah kepalang tanggung bila tidak dituntaskan. Ditambah lagi, usahanya hingga ke tahap itu pun tidak mudah.

"Ingat perjuangannya. Apalagi (lokasi tes di Badan Kepegawaian Nasional) di tengah-tengah pandemi. Psikotes online kemarin juga error. Orang-orang sudah selesai, aku baru ujian," ia berujar.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

2 dari 3 halaman

Wawancara CPNS Online di Tengah Melawan Virus Corona

Beruntung, Dedi masih punya kesempatan. Panitia seleksi mengizinkan tes wawancara dilakukan secara daring.

Tapi situasi di Wisma Atlet jadi kendala. Pasien COVID-19 memang disediakan akses internet dengan kecepatan tinggi.

Masalahnya justru jadwal kegiatan di sana yang relatif padat. Hal itu membuat Dedi kesulitan menjaga fokus.

"Aku harus belajar, (tapi) aku harus olahraga, harus ketemu dokter. Jadi terbagi waktu kayak kurang maksimal," kata alumni universitas negeri ternama di Jakarta ini.

Artikel Lainnya: Ini Alasan Pemberian Vaksin Virus Corona Tak Cukup Sekali

Suasana di Wisma Atlet juga tidak terlalu kondusif. Suara orang lalu lalang di lorong terdengar setiap waktu.

Tapi Dedi masih merasa beruntung karena teman-teman sesama pasien memberinya dukungan.

Menjelang jadwal wawancara, ia membuka laptop. Perasaannya semakin tidak menentu. Apalagi obat yang diminumnya baru bereaksi, membuat efek mual dan pusing.

Biasanya, ia langsung tidur setiap setelah meminum obat. Sepanjang wawancara, dua pewawancara mengajukan delapan pertanyaan. Dedi menjawabnya tanpa perpanjang-panjang.

"Aku agak pusing kalau ngomong. Tapi aku berusaha kayak semangat dan selalu senyum ke pewawancara," Dedi menuturkan.

Persiapan yang dilakukannya seperti sia-sia. Tidak ada satu pun pertanyaan yang ia diperkirakan.

"Aku baca di internet, cek di YouTube seperti apa (pertanyaannya). Ternyata pas aku wawancara beda. Itu yang bikin nge-blank," jelas Dedi.

Wawancara tuntas 20 menit kemudian. Masih dalam pengaruh obat, Dedi yang merasa lemas memilih langsung tidur. Ia cuma berharap perjuangannya membuahkan hasil saat hasil tes wawancara diumumkan 30 Oktober mendatang.

(JKT/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar