Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kenapa Ada Orang yang Dapat Prioritas Vaksin Virus Corona?

Kenapa Ada Orang yang Dapat Prioritas Vaksin Virus Corona?

Saat vaksin virus corona ada, ternyata tak semua orang bisa langsung mendapatkannya. Siapa saja prioritasnya dan kenapa mesti begitu?

Produksi dan distribusi vaksin virus corona akan memberikan angin segar untuk masyarakat dunia. Ya, meski kini hal tersebut belum terwujud, tetapi proses penelitian vaksin membawa secercah harapan untuk mengakhiri pandemi.

Kendati begitu, vaksin virus corona rupanya tak bisa langsung didapatkan oleh seluruh masyarakat dunia. Terdapat prioritas vaksin, sehingga hanya sebagian golongan yang mendapatkan akses lebih dulu untuk mendapatkan penangkal penyakit tersebut.

Lantas, kenapa prioritas vaksin dibuat? Siapa saja pihak-pihak yang diutamakan?

1 dari 4 halaman

Alasan WHO Berlakukan Prioritas Vaksin

Prioritas vaksin sebenarnya sempat dibahas oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman resminya. Ketika vaksin yang efektif sudah tersedia, kita juga harus menggunakannya secara efektif.

WHO menyatakan, “Seiring dengan peningkatan produksi, kami ingin semua orang di mana pun memiliki akses vaksin. Tapi di awal, ketika pasokan masih sangat terbatas, prioritas harus diberikan kepada orang-orang yang berisiko dulu.”

“Prioritas pertama yang akan dilakukan WHO adalah memberikan vaksinasi virus corona kepada beberapa orang di semua negara. Hal itu lebih baik dibanding memvaksinasi semua orang tetapi hanya beberapa negara yang mendapatkannya,” tambah WHO.

Menurut organisasi tersebut, keputusan ini bukan hanya berhubungan dengan aspek moral dan kesehatan, tetapi juga pertimbangan ekonomi.

“Apabila masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah kehilangan vaksin, virus akan terus membunuh dan pemulihan ekonomi global akan tertunda!” WHO menegaskan.

Distribusi vaksin COVID-19, akan ditangani oleh COVAX Facility. Pihak ini memiliki mekanisme internasional yang sudah disepakati dunia dan memastikan akses global vaksin yang adil.

WHO melaporkan setidaknya sudah 78 negara dengan ekonomi berpenghasilan tinggi dan menengah ke atas yang berpartisipasi dalam COVAX Facility.

Sejauh ini ada empat calon vaksin yang menjanjikan. Sedangkan, sembilan kandidat vaksin lain masih di tahap awal pengembangan.

Artikel lainnya: Ini Rencana Vaksinasi Virus Corona di Indonesia

2 dari 4 halaman

Siapa yang Dapat Prioritas Vaksin Virus Corona?

Pihak yang bisa lebih dulu mendapatkan akses vaksin menurut WHO adalah lansia, orang dengan penyakit komorbid, dan pekerja dengan risiko terpapar lebih tinggi yaitu tenaga medis.

Menurut dr. Alvin Nursalim, Sp.PD, mekanisme semacam itu paling ideal. “Kemampuan produksi vaksin yang terbatas di awal pasti memerlukan adanya prioritas. Saya rasa, kelompok yang sudah disebutkan oleh WHO tadi memang yang perlu diprioritaskan,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Kalau untuk orang tua dan penyakit kronis, mereka memang lebih rentan mengalami perburukan saat terkena COVID-19. Sedangkan, tenaga kesehatan juga merupakan garda pertama yang juga rentan terkena penyakit ini. Jadi saya rasa sudah sesuai.”

Ketika nanti produksi vaksin sudah banyak, semua orang bisa mendapatkannya.

Artikel lainnya: Waspada, Kekebalan terhadap Virus Corona Bertahan Beberapa Bulan Saja!

3 dari 4 halaman

Apa Risikonya Bila Orang Prioritas Vaksin Tidak Dapat Akses?

Skala prioritas vaksin COVID-19 sebenarnya masih mengundang perdebatan. Pasalnya, dilansir Science Mag, Amerika Serikat, Ezekiel Emanuel (ahli bioetika di University of Pennsylvania) berpendapat bahwa seharusnya orang yang berada di usia produktiflah yang mendapatkan vaksin lebih dulu.

Pendapat itu tentu bukan tanpa alasan. Menurutnya, ketika orang dengan usia produktif --yang biasanya menjadi penular--mendapatkan akses vaksin lebih dulu, maka penyebaran virus corona akan semakin sedikit.

“Dengan begitu, semakin sedikit risiko lansia yang terpapar,” katanya.

Terlepas dari perdebatan itu, tiga prioritas vaksin yang ditetapkan WHO pasti juga punya alasan kuat. Vaksin diberikan kepada lansia dan orang dengan penyakit penyerta supaya angka kematian tidak terus melonjak.

Tenaga medis yang tidak mendapatkan akses vaksin juga berisiko terpapar dan meninggal dunia.

Saat ini, ribuan tenaga medis telah meninggal dunia karena COVID-19. Padahal merekalah yang mengobati dan merawat orang-orang sakit. Jumlah mereka juga jauh lebih sedikit dibanding orang awam.

Jika mereka yang bertugas merawat orang sakit justru tak mendapat perlindungan, maka tak fasilitas kesehatan berpotensi kolaps.

Jadi, itulah penjelasan seputar prioritas vaksin virus corona. Bila Anda ada pertanyaan seputar virus corona, langsung konsultasikan kepada dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar