Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cara Merawat Anak yang Mengalami Juvenile Rheumatoid Arthritis

Cara Merawat Anak yang Mengalami Juvenile Rheumatoid Arthritis

Anak juga bisa mengalami penyakit reumatik. Istilah medis untuk kondisi ini adalah juvenile rheumatoid arthritis. Ini tips merawat anak yang mengalaminya.

Reumatik identik dengan penyakit orang lanjut usia. Namun siapa sangka, penyakit ini ternyata juga bisa diderita anak-anak. Istilah medis untuk kondisi tersebut adalah juvenile rheumatoid arthritis.

Juvenile rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang umumnya terjadi pada usia 17 tahun ke bawah. Gejala penyakit ini seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada sendi. Penderitanya mesti dirawat dengan baik, agar kualitas hidupnya terjaga.

1 dari 3 halaman

Mengenal Lebih Jauh Juvenile Rheumatoid Arthritis

Juvenile rheumatoid arthritis (JRA) adalah penyakit autoimun yang cukup jarang ditemukan. Penyakit ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel-sel sehat sehingga menyebabkan gangguan fungsi.

Berdasarkan jurnal dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, rematik tergolong persisten dan menetap lebih dari 6 minggu. Penyakit ini dapat terus menyerang sampai anak memasuki usia dewasa. Akibatnya, anak berpotensi mengalami keterbatasan fungsional dan penurunan kualitas hidup.

Artikel Lainnya: Kurang Vitamin D Picu Rematik

Berdasarkan dr. Reza Fahlevi, juvenile rheumatoid arthritis memiliki beberapa tipe. Masing-masing tipe memiliki pengobatannya sendiri.

Adapun tipe juvenile rheumatoid arthritis yang dimaksud, yaitu:

1. Sistemik

Merujuk ke jurnal Sari Pediatri, gangguan artritis sistemik didahului oleh demam selama minimal dua pekan. Keluhan tersebut dapat pula disertai dengan satu atau lebih tanda berikut:

  • Ruam eritema evanescent
  • Pembesaran kelenjar getah bening generalisata
  • Hepatomegali atau splenomegali
  • Serositis.

2. Oligoartritis

Merupakan artritis yang terjadi pada 1-4 sendi dalam enam bulan pertama ketika keluhan muncul. Oligoartritis dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

  • Oligoartritis persisten: Tidak lebih dari empat sendi selama sakit
  • Oligoartritis extended: Secara kumulatif mengenai lima sendi atau lebih setelah enam bulan pertama sakit.

3. Poliartritis

Secara umum menyerang lima sendi atau lebih selama enam bulan pertama sakit.

Artikel Lainnya: Efektifkah Sandal Refleksologi Kurangi Nyeri Rematik?

2 dari 3 halaman

Tips Merawat Anak dengan Juvenile Rheumatoid Arthritis

Merawat anak dengan juvenile rheumatoid arthritis adalah hal yang kompleks. Menurut dr. Reza, kondisi tersebut merupakan penyakit kronis yang pengobatannya membutuhkan jangka waktu panjang.

Hal yang bisa dilakukan orang tua ketika merawat anak dengan rematik adalah selalu memastikan mereka mengonsumsi obat secara teratur. Orang tua juga perlu menjaga aktivitas fisik anak. Jangan sampai mereka beraktivitas berlebihan, sehingga menyebabkan gangguan sendi yang lebih parah.

Anak dengan juvenile rheumatoid arthritis juga wajib diberikan makanan sehat dan bergizi seimbang. Dengan begitu, perawatan dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

“Apabila tidak ditangani dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang. Jika ditangani, tumbuh kembangnya bisa seperti anak pada umumnya,” ungkap dr. Reza.

Rematik pada anak tidak bisa disepelekan. Orang tua perlu sabar dalam merawat anak dengan kondisi tersebut, supaya tumbuh kembangnya tetap optimal.

Segera konsultasikan ke dokter jika gangguan yang dirasakan semakin parah. Anda juga dapat mengonsultasikan masalah radang sendi pada anak melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar