Sukses

Masalah Rumah Tangga yang Muncul setelah Punya Anak

Kebahagiaan atas hadirnya anak sering datang bersamaan dengan konflik. Berikut ini masalah rumah tangga yang muncul setelah punya anak beserta cara mengatasinya.

Hadirnya buah hati memberikan warna tersendiri dalam kehidupan suami istri. Rasa bahagia dan syukur tentu akan menyelimuti keluarga kecil yang kini terasa semakin lengkap.

Sayangnya, punya anak tak melulu soal rasa gembira. Anda dan pasangan juga bisa mengalami masalah rumah tangga saat memiliki momongan.

1 dari 3 halaman

Konflik yang Mungkin Muncul Setelah Punya Anak

Masalah rumah tangga saat punya anak tidak bisa dijadikan patokan alias tak pasti dialami oleh setiap orang. Namun, kemungkinan tersebut masih tetap ada dan bisa dialami oleh siapa saja.

Lantas, apa saja masalah pernikahan yang muncul setelah punya anak?

1. Kurangnya Waktu Berdua

Masalah rumah tangga yang mungkin langsung dirasakan ketika punya anak adalah kalian berdua kekurangan waktu pacaran.

Hadirnya si buah hati bisa menghalangi niat Anda dan pasangan untuk menghabiskan waktu berdua.

Tak menutup kemungkinan, keintiman dan kehangatan suami istri memudar karena tak lagi menemukan momen yang pas karena sering diganggu anak.

2. Jarang Berhubungan Intim

Kehilangan waktu berdua pasti mengurangi frekuensi dan kualitas hubungan intim. Jika dulu Anda bisa dengan bebas melakukannya, kini sering terganggu oleh buah hati.

Ditambah lagi dengan beban pekerjaan yang kelewat berat. Prosesi dan kualitas bercinta pun ala kadarnya saja, karena sudah terlalu lelah. Lagi-lagi, kehangatan pasutri bisa hilang karena hal ini.

3. Kurangnya Waktu Me Time

Masalah setelah punya anak yang satu ini mungkin paling dirasakan oleh istri. Pasalnya, seorang istri cenderung menghabiskan waktunya untuk mengurus anak, suami, rumah, dan pekerjaannya.

Akibat hal tersebut, penampilannya jadi tak terurus sehingga mengalami burnout. Kondisi ini bisa memicu munculnya pertengkaran, karena sensitivitas yang meningkat akibat kelelahan.

4. Bertengkar Karena Tugas Rumah yang Menumpuk

Punya anak akan menambah pekerjaan rumah. Anda harus mencuci pakaian atau sprei yang terkena ompol atau muntahan.

Menyusui, lalu memberikan makan, dan rumah yang terus-menerus berantakan. Semua hal itu bisa memberikan rasa penat pada orang tua.

Karena sibuk mencuci baju bayi, istri pun lupa menyetrika pakaian kantor suami. Begitu pula dengan suami yang selalu kehabisan waktu membetulkan perabotan rusak akibat perbuatan anaknya sendiri.

Kalau sudah begitu, rasa lelah bisa terus menimpuk dan memicu pertengkaran selanjutnya.

Artikel Lainnya: Waspada, Masalah Rumah Tangga Bisa Ganggu Kesehatan Pria!

5. Berdebat Soal Pola Asuh yang Paling Baik

Ibu hanya memperbolehkan anak mengonsumsi makanan manis, seperti permen atau cokelat saat sudah minum susu atau makan makanan berat. Sedangkan, ayah merasa makanan manis bisa diberikan kapan saja saat anak ingin.

Perbedaan pola asuh seperti itu sering memicu perdebatan dan bikin anak jadi bingung.

6. Adanya Perbedaan Tanggung Jawab dan Ekspektasi

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, istri bisa saja berekspektasi bahwa suami akan membantu istri mengasuh anak sebelum si kecil lahir.

“Tapi ketika anaknya sudah lahir, suaminya tidak memberikan waktu ke anak dan menyerahkan sepenuhnya pada istri,” kata Ikhsan.

“Konflik juga bisa muncul karena istri merasa punya beban lebih banyak ketimbang suami. Misalnya, 8 jam istri bareng anak dengan tetep ada kerjaan, tapi suami cuma 2 jam dan dengan kerjaan yang dia punya,” sambungnya.

7. Masalah Ekonomi

Masalah rumah tangga yang satu ini tak kalah berat. Karena dengan punya anak, itu menambah pengeluaran pasutri.

“Biasa kebutuhannya hanya berdua. Sekarang keinginan suami atau istri mesti di tahan-tahan, karena harus saving uang untuk si anak,” jelas Ikhsan.

Artikel Lainnya: Sehatkah Berhubungan Seksual setelah Bertengkar Hebat?

2 dari 3 halaman

Cara Atasi Masalah Rumah Tangga Setelah Punya Anak

Hampir setiap masalah pernikahan punya solusi. Hal pertama yang perlu disiapkan adalah mental, komitmen, dan niatan untuk bekerja sama membangun sebuah tim yang kompak.

Setelah itu, barulah cara-cara di bawah ini bisa dilakukan:

  • Bikin Jadwal Bersama

Cobalah buat jadwal yang adil. Atur waktu untuk me time, berduaan, rapi-rapi rumah, dan mengurus anak. Ingat, semua urusan menjadi tanggung jawab bersama ketika Anda sudah menikah.

  • Dibantu dengan Jasa ART, Babysitter, atau Anggota Keluarga Lain

Saat merasa tidak mampu atau kewalahan, mintalah bantuan kepada pihak lain yang Anda percaya.

Bisa dengan menyewa jasa asisten rumah tangga (ART), babysitter, atau minta tolong ke keluarga terdekat.

  • Suami dan Istri Harus Tetap Punya Dunia Sendiri

Menjaga kesehatan mental sangat penting untuk membangun keharmonisan keluarga. Sebisa mungkin upayakan untuk menghindari stres.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan hobi positif yang Anda anggap menyenangkan.

  • Perhatikan Kata Pakar

Masalah rumah tangga soal perbedaan pola asuh bisa diatasi dengan mendengarkan kata pakar.

Jadi, tak perlu sungkan bertanya pada ahlinya jika Anda kesulitan menentukan pola asuh yang tepat.

  • Atur Emosi dengan Lebih Baik

Masalah pernikahan tak bisa diatasi hanya dengan marah-marah. Lebih baik tenangkan diri, diskusikan semuanya secara baik-baik dan dalam waktu yang sesuai.

  • Kelola Pengeluaran

“Konsekuensi menikah dan punya anak adalah kondisi Anda berdua memang sudah tidak bisa seperti dulu. Ingin ini itu, sekarang harus ditahan. Suami dan istri harus saling terbuka soal pendapatan dan pengeluaran bulanan agar tidak salah paham,” tegas Ikhsan.

Bikin juga rekening berbeda. Mana yang khusus buat anak, pengeluaran bulanan, dan untuk pribadi.

  • Fleksibel dan Pahami Tak Ada Keluarga Sempurna

Setiap keluarga pasti memiliki banyak celah dan masalah. Jadi, terima dan fleksibel saja. Dalam satu tim, harus saling bantu. Tak perlu membandingkan dengan keluarga-keluarga lain.

Itu dia sejumlah masalah rumah tangga yang muncul setelah punya anak. Jika Anda punya pertanyaan seputar pernikahan, hubungan suami istri, dan pola asuh, konsultasikan saja pada dokter lewat fitur LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar