Sukses

Benarkah Skabies Hewan Bisa Menular ke Manusia?

Setelah bermain dengan binatang peliharaan, kok anak jadi gatal-gatal? Apakah anak jadi ikut tertular scabies dari hewan?

Di rumah, anak dan hewan peliharaan sama-sama mengalami ruam merah dan gatal. Ketika diperiksa ke dokter anak, si kecil didiagnosis mengalami scabies.

Kalau sudah begini, apa anak mengalami skabies yang tertular dari hewan peliharaan? Apakah anggota keluarga lainnya juga bisa ikut tertular? Untuk tahu jawabannya, simak penjelasan dokter berikut ini.

Anak Berkontak dengan Hewan Skabies, Apakah Ikut Tertular?

Dokter Dyah Novita Anggraini atau akrab disapa dr. Vita mengatakan, scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Jenis tungau skabies di tubuh manusia dan hewan berbeda-beda.

Maka itu, manusia tidak bisa mengidap kudis yang ditularkan hewan atau pun sebaliknya.

Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tungau dari hewan tidak dapat bertahan hidup lama di kulit manusia.

Jika berkontak dengan hewan yang memiliki scabies, tungau hewan hanya menempel di kulit. Lalu, Anda akan mengalami reaksi sementara yang menyebabkan kulit iritasi dan gatal.

Tungau dari hewan pengidap skabies juga tidak dapat berkembang biak di dalam kulit manusia. Tungau hewan dapat mati dengan sendirinya selama beberapa hari hinggap di kulit.

Oleh karena itu, hewan yang mengidap scabies harus diobati agar sembuh agar Anda tidak merasakan reaksi gatal lagi.

Artikel Lainnya: Gatal Hebat pada Kulit, Mungkinkah Skabies?

1 dari 4 halaman

Penyebab Anak Mengalami Skabies

Dikutip University of Rochester Medical Center, Amerika Serikat,  anak bisa mengidap scabies akibat melakukan kontak dekat dengan orang yang mengidap kudis.

Faktor risiko lain terkena scabies juga dapat terjadi karena anak tinggal di tempat yang ramai dan tingkat kebersihannya buruk.

“Tidak seperti hewan yang langsung menular dengan cepat ke hewan lain, tapi penularannya (antar manusia) terjadi secara bertahap. Dimulai dari tungau berpindah ke tubuh anak, lalu akan menggali atau menyerang kulit dan membentuk ‘luka’ merah. Di situ tungau mulai bertelur, menyebabkan gatal, dan peradangan kulit,” ujar dr. Vita.

Kendati demikian, orang tua harus lebih hati-hati. Jika anak atau anggota keluarga terinfeksi skabies, ia bisa menularkan ke orang lainnya dengan cepat.

Terlebih, jika penderita kudis dan orang lain berkontak fisik sering dan dalam waktu lama.

Scabies ini lebih sering menular kepada orang yang tinggal di asrama, karena penularannya sangat cepat. Tinggal di satu atap yang sama, satu kamar bersama, dan sebagainya. Jadi, jika satu orang sudah kena scabies, maka penularan ke orang lain juga cepat,” kata dr. Dyah.

Artikel Lainnya: Kudis Bisa Diobati dengan Air Garam, Mitos atau Fakta?

2 dari 4 halaman

Cara Mengobati Skabies pada Anak

Jika anak memiliki scabies, pengobatannya bisa dilakukan dengan mengoleskan krim golongan antiparasitik.

Bisa dioleskan di area yang muncul ruam dan didiamkan dalam beberapa waktu. Setelah itu bisa dibilas dengan air bersih.

Anak yang terkena skabies juga harus diobati oleh dokter kulit dan diberikan salep berisi permetrin.

“Perawatannya tidak hanya digunakan sekali, tapi berkali-kali hingga ruam anak hilang. Butuh waktu sekitar 2 sampai 4 minggu agar ruam dan scabies benar-benar hilang. Jadi, orangtua perlu konsisten mengobati scabies anak,” ujar dr. Vita.

3 dari 4 halaman

Tips Agar Skabies Anak Tidak Menulari yang Lain

Agar skabies tidak menulari Anda atau anggota keluarga lain, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Antara lain seperti berikut ini :

  • Mencuci bersih semua pakaian dan kain anak secara rutin.
  • Gunakan air hangat dan sabun deterjen untuk mencuci pakaian, handuk, dan alas tidur yang digunakan anak sejak didiagnosis skabies.
  • Keringkan cucian tersebut dengan suhu tinggi seperti di bawah sinar matahari.
  • Sebaiknya anak istirahat dulu dari sekolah, jangan biarkan ia berkontak dengan orang lain sampai benar-benar sembuh dari
  • Jaga kuku anak tetap bersih dan pendek agar tidak ada tungau berkembang biak.
  • Segera konsultasi lagi ke dokter jika scabies pada anak tidak kunjung mereda.

Itu dia penjelasan tentang scabies yang tidak bisa menular dari hewan ke manusia. Namun, tetap saja si kecil harus segera membersihkan tangan atau tubuh setelah habis memegang hewan yang terkena skabies.

Untuk mengetahui informasi lain mengenai kesehatan kulit anak, silakan baca artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter. Salam sehat!

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar