Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Gigi Anak Copot karena Terbentur, Apa yang Harus Dilakukan?

Gigi Anak Copot karena Terbentur, Apa yang Harus Dilakukan?

Karena terlalu seru berlarian, anak terbentur hingga terjatuh dan giginya pun sampai copot! Apa yang mesti dilakukan orang tua?

Berlarian ke sana ke mari tanpa melihat sekitarnya umumnya sudah jadi kebiasaan anak kecil. Si kecil pun kerap menabrak sesuatu, terjatuh, dan menangis. Bukan karena kulit lecet, melainkan beberapa giginya copot!

Jangan panik berlebihan, simak penjelasan dari dokter gigi berikut ini.

Gigi Copot, Langsung ke Dokter Gigi atau Tidak?

Nah, drg. Lieando Chandra mengatakan kepada KlikDokter, gigi anak copot saat jatuh bisa berarti patah sebagian, hanya goyang, atau benar-benar copot.

“Sebenarnya, jika anak terjatuh dan terbentur keras hingga giginya begitu, maka sudah harus cek ke dokter gigi,” ujar drg. Lieando.

“Benturan trauma pada gigi apa pun bisa menyebabkan kerusakan di dalam, sekali pun dari luar terlihat tidak apa-apa. Khawatirnya, bila didiamkan, ada potensi giginya jadi mati dan nanti berubah warna di kemudian hari.” 

Dokter gigi Lieando menambahkan, “Kalau benturan sampai membuat gigi anak copot, gigi tersebut harus secepat mungkin disimpan dulu ke dalam larutan yang dapat menjaga kondisi gigi, misalnya susu, sebelum ditangani dokter.”

Hal serupa juga dikatakan drg. Wiena Manggala Putri. Menurutnya, gigi yang lepas bisa disimpan dalam wadah berisi susu.

“Selain itu, bisa juga diletakkan di bawah lidah, lalu langsung ke dokter gigi secepatnya,” sarannya.

Artikel lainnya: Gigi Anak Terlambat Tumbuh, Haruskah Khawatir?

Tanda-tanda anak harus segera dibawa ke dokter gigi pasca terjatuh dan terbentur keras menurut drg. Wiena, yaitu:

  • Perdarahan tidak berhenti
  • Anak mengeluh sakit sekali
  • Demam
  • Kesulitan bernapas
  • Nafsu makan berkurang
1 dari 3 halaman

Pertolongan Pertama saat Gigi Anak Copot

Selain meletakkan gigi dalam wadah berisi susu atau di bawah lidah, ada langkah-langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan.

Hal-hal yang direkomendasikan drg. Wiena sebagai berikut:

  • Orang tua tidak perlu panik
  • Kalau terjadi perdarahan, tekan dengan kain kasa. Jika tidak ada, maka gunakan kain bersih.
  • Apabila ada bengkak, boleh dikompres dengan es yang dilapisi kain bersih. Suhu dingin dari es dapat meringankan rasa sakit dan mengurangi pembengkakan.
  • Pastikan tidak ada patahan gigi yang tertinggal di dalam mulut.

Artikel lainnya: Gigi Anak Tumbuh Renggang, Perlukah Khawatir?

2 dari 3 halaman

Penanganan Gigi Copot oleh Dokter Gigi

Ada beberapa hal yang akan dilakukan, antara lain:

  • Gigi Berada di Luar Mulut Kurang dari 30 Menit

Gigi yang copot direndam dalam larutan fisiologis, misalnya susu atau air saline. Jangan direndam ke air biasa.

Mulut, gusi, dan gigi dibersihkan oleh dokter. Lalu, gigi ditanam kembali dan diberi alat stabilitas yang dipasang selama 10-14 hari.

“Setelah 10 hari dan gigi terlihat sudah stabil, alat dapat dilepas. Dokter memeriksa kembali dan dilakukan evaluasi dengan foto radiografi. Setelah itu, direncanakan untuk melakukan perawatan saluran akar pada gigi tersebut,” jelas dr. Lieando.

  • Gigi Berada di Luar Mulut Lebih dari 30 Menit  

Dokter Lieando mengingatkan, “Bila gigi di luar lebih dari 30 menit, prognosis gigi dapat kembali terpasang ke soketnya akan semakin rendah. Jadi, sebaiknya secepat mungkin langsung ke dokter gigi untuk dilakukan pemeriksaan dan pemasangan kembali.”

  • Gigi yang Copot Tidak Ditemukan

Bila gigi yang copot hilang, dokter akan memeriksa keutuhan soket gigi dan melihat apakah masih ada sisa-sisa gigi di dalam soket. “Jika ada, akan dilakukan pengambilan sisa akar tersebut,” tuturnya. 

Dokter biasanya juga akan merencanakan pembuatan gigi tiruan yang paling sesuai dengan kondisi anak, misalnya gigi palsu lepasan.

Tidak disarankan memasang implan pada anak karena dapat mengganggu pertumbuhan rahang dan giginya. 

Dokter gigi akan memastikan treatment yang dilakukan sesuai dengan kondisi gigi anak, serta tahap pertumbuhan dan perkembangannya.

Itu dia penjelasan tentang hal-hal yang perlu dilakukan orang tua saat gigi anak copot karena terjatuh dan terbentur. Hindari pula makanan keras untuk anak supaya trauma gigi bisa diminimalkan di kemudian hari.

Masih ada pertanyaan seputar gigi? Yuk, langsung konsultasikan kepada dokter gigi lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar