Sukses

Ini Kondisi Medis yang Diperiksa di Unit Radiologi RS

Pemeriksaan radiologi penting untuk sejumlah pengobatan. Penasaran apa saja kondisi yang bisa diperiksa dalam ruangan tersebut? Cek di sini.

Ketika pertama kali mendapat rekomendasi dari dokter untuk melakukan pemeriksaan radiologi, Anda mungkin deg-degan. 

Pasalnya, ruang pemeriksaan tersebut berbeda dari ruang praktik dokter atau laboratorium.

Lalu, separah apa, sih, kondisi tubuh sampai harus masuk dan memeriksakan diri ke unit radiologi rumah sakit?

1 dari 4 halaman

Penyakit yang Butuh Pemeriksaan Radiologi

Tenang dulu, masuk ke ruang radiologi bukan berarti Anda punya penyakit parah dan mematikan! 

Dokter memang memerlukan pemeriksaan tersebut untuk mengetahui kondisi tubuh lebih lanjut dan bisa memberikan pengobatan yang paling tepat. 

Dengan adanya hasil pemeriksaan itu, dokter juga bisa mengetahui apakah pengobatan yang diberikan sudah efektif atau belum.

Kondisi-kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan radiologi, yaitu:

  • Masalah sendi dan tulang.
  • Masalah pembuluh darah.
  • Masalah saluran pencernaan. 
  • Masalah kelenjar getah bening.
  • Penyakit paru-paru.
  • Penyakit jantung.
  • Masalah kelenjar tiroid.
  • Penyakit ginjal dan saluran kemih.
  • Stroke.
  • Infeksi. 
  • Epilepsi.
  • Tumor dan kanker.
  • Masalah reproduksi.
  • Masalah organ hati.

Artikel Lainnya: Sederet Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Pasca Melahirkan

2 dari 4 halaman

Bagaimana Prosedur Pemeriksaan Radiologi?

Jika bicara soal prosedur, tergantung pada bidang radiologi itu sendiri. Pemeriksaan radiologi terbagi dua, diagnostik dan intervensi. 

  • Radiologi Diagnostik

Diagnostik berguna untuk melihat struktur dalam tubuh. Dokter spesialis yang mampu menginterpretasikan hasil gambar disebut ahli radiologi diagnostik. 

Dari interpretasi gambar pemeriksaan, akan didapat:

  • Penyebab dari gejala yang dirasakan.
  • Seberapa baik tubuh Anda dalam merespons pengobatan. 
  • Skrining berbagai penyakit, mulai dari penyakit jantung sampai ragam jenis kanker. 

Dalam radiologi ini, sejumlah teknik pemeriksaan yang bisa dilakukan meliputi:

  • Computed tomography (CT), computerized axial tomography (CAT).
  • Fluoroskopi (metode sinar-X untuk menghasilkan video real time).
  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI) dan angiografi resonansi magnetik (MRA).
  • Mamografi (pemeriksaan kanker payudara).
  • Nuclear medicine, seperti pemindaian tulang dan tiroid, serta tes stres jantung talium.
  • Foto rontgen biasa, termasuk rontgen dada.
  • Tomografi emisi positron, seperti PET, PET scan, atau PET-CT bila dikombinasikan dengan CT.
  • USG.
  • Radiologi Intervensi

Dalam pemeriksaan radiologi intervensi, dokter memakai metode pencitraan contohnya CT, MRI, ultrasound, dan fluoroskopi agar prosedur pengobatan lebih terbantu. 

Pencitraan tersebut berguna bagi dokter saat memasukkan kateter, selang, dan instrumen, serta alat-alat berukuran kecil lain yang masuk ke tubuh. 

Hal ini juga biasanya memungkinkan dokter untuk melakukan sayatan (pemotongan) yang ukurannya lebih kecil.

Artikel Lainnya: Cara Mudah Membaca Hasil Laboratorium Lengkap

Dokter bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendeteksi dan merawat kondisi tertentu pada hampir seluruh bagian di tubuh tanpa harus melakukan operasi yang terbuka.

Para ahli dalam radiologi intervensi banyak berkontribusi dalam pengobatan tumor atau kanker, penyumbatan pembuluh darah, fibroid di rahim, masalah organ hati dan ginjal, serta sakit punggung.

Beberapa contoh dalam prosedur radiologi intervensi ialah:

  • Angioplasti atau angiografi dan pemasangan stent.
  • Embolisasi untuk mengendalikan atau mengawasi pendarahan.
  • Perawatan penyakit kanker, termasuk juga embolisasi tumor memakai radioembolisasi Y-90 atau kemoembolisasi.
  • Ablasi tumor menggunakan ablasi frekuensi radio, ablasi gelombang mikro, atau cryoablation.
  • Kyphoplasty dan vertebroplasti.
  • Biopsi dengan jarum dari organ tubuh, seperti kelenjar tiroid dan paru.
  • Biopsi pada payudara, menggunakan teknik stereotaktik atau ultrasound.
  • Embolisasi pada arteri rahim/uterus.
  • Menempatkan tabung pengisian.
  • Menempatkan alat kateter akses vena, misalnya PICC dan port.

Artikel Lainnya: Siapa Saja yang Harus Melakukan Tes HIV?

3 dari 4 halaman

Persiapan Sebelum Jalani Pemeriksaan Radiologi

Karena ada banyak jenis prosedur dalam pemeriksaan radiologi, persiapan yang dibutuhkan sebenarnya berbeda-beda. 

Secara umumnya, inilah beberapa persiapan yang harus dilakukan:

  • Untuk kondisi tertentu, mungkin pasien akan diminta oleh dokter untuk puasa selama beberapa jam sebelum masuk ke unit radiologi rumah sakit.
  • Kenakan pakaian longgar dan nyaman (lebih baik yang berkancing) supaya lebih cepat dibuka dan bisa berganti pakaian khusus pasien.
  • Hindari memakai jam tangan, perhiasan, kacamata, atau benda berlogam lainnya. 
  • Untuk Anda yang memiliki mur di tulang atau ring jantung, beritahukan kondisi itu ke dokter agar benda logam tersebut tidak memblokir sinar X. 

Selain itu, dr. Arina Heidyana mengingatkan, “Selain pasien yang memiliki pen atau logam di dalam tubuhnya, ibu hamil mesti hati-hati dengan X-ray karena bisa pengaruhi kondisi janin. Lalu, orang-orang dengan riwayat alergi kontras juga perlu berhati-hati. Bicarakan hal itu kepada dokter Anda.”

Dalam tindakan fluoroskopi, zat barium (kontras) kerap digunakan. Tujuannya, untuk memperjelas tampilan organ dan mempermudah dokter dalam mengamati. Sayangnya, beberapa orang alergi dengan zat tersebut. 

Itu dia sejumlah kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan radiologi dan prosesnya. Bila Anda ingin tahu lebih lanjut seputar tes kesehatan, langsung konsultasikan kepada dokter lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar