Sukses

Benarkah Amoxicillin Bisa Obati Jerawat?

Banyak cara dilakukan untuk mengatasi jerawat. Salah satunya dengan minum amoxicillin. Apakah disarankan menggunakan amoxicillin untuk jerawat?

Kemunculan jerawat bisa mengganggu kepercayaan diri seseorang. Segala macam cara dilakukan untuk mengatasinya, mulai dari yang alami hingga obat-obatan. Salah satunya dengan mengonsumsi antibiotik amoxicillin.

Apakah penggunaan amoxicillin untuk jerawat disarankan? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Jerawat 

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, Anda perlu tahu apa penyebab jerawat. Ada banyak pemicu munculnya benjolan kecil di permukaan kulit tersebut, yaitu:

  • Produksi Minyak Berlebih

Menumpuknya minyak berlebih pada wajah bisa menyebabkan wajah terlihat kusam, berkomedo, dan berjerawat. Jika tidak sering dibersihkan dengan benar, produksi sebum (minyak kulit) pada wajah akan meningkat.

  • Siklus Hormonal

Jerawat karena perubahan hormon bukan hanya terjadi di masa pubertas. Faktanya, jerawat karena hormon dapat terjadi pada orang dewasa di segala usia.

Pada wanita, jerawat akibat perubahan hormon utamanya terjadi saat menstruasi dan juga menopause.

  • Bakteri 

Bakteri dari luar lingkungan yang menempel pada kulit berminyak juga bisa menginfeksi kulit wajah. Infeksi ini akan menyebabkan kulit jadi berjerawat, berkomedo, beruntusan, dan sebagainya. 

  • Pola Hidup Tidak Sehat

Kebiasaan tidur larut malam, konsumsi makanan berlemak, merokok, dan minum alkohol dapat menyebabkan jerawat muncul pada tubuh.

Artikel lainnya: Benarkah Konsumsi Antibiotik Mempengaruhi Kinerja Kontrasepsi?

Nah, ketika jerawat-jerawat tersebut muncul, pengaplikasian bahan alami kerap dipilih terlebih dahulu. Misalnya saja, dengan menggunakan air lemon, madu, hingga es batu. Akan tetapi, pada jerawat meradang yang menyakitkan, obat amoxicillin banyak digunakan.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Amoxicillin?

Dokter Karin Wiradarma menjelaskan, amoxicillin adalah obat yang banyak digunakan untuk mengatasi penyakit akibat infeksi. Obat golongan antibiotik tersebut tersedia dalam bentuk sirup atau kapsul.

“Amoxicillin bekerja dengan cara mencegah bakteri di dalam tubuh berkembang biak, sekaligus membunuh bakteri tersebut. Obat ini juga digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh infeksi seperti pilek biasa dan flu,” ujar dr. Karin. 

Dia mengingatkan, tidak disarankan mengonsumsi amoxicillin tanpa resep dokter.

Artikel lainnya: Cuma Hoax, Amoxicillin Bukan Obat Virus Corona

2 dari 4 halaman

Atasi Jerawat dengan Amoxicillin 

Meski tidak disarankan untuk dikonsumsi sembarangan, banyak orang menggunakan amoxicillin untuk mengatasi jerawat. Obat ini juga diklaim ampuh mengatasi jerawat. Apakah manfaat amoxicillin untuk jerawat tersebut tepat?

Menjawab hal tersebut, dr. Karin menegaskan bahwa penggunaan obat amoxicillin untuk mengatasi jerawat tidak efektif. Bahkan, kata dia, tidak akan membuahkan hasil. 

“Amoxicillin merupakan jenis antibiotik dengan golongan penisillin dengan spektrum sedang. Obat ini bukan untuk mengatasi jerawat,” jelas dr. Karin. 

“Antibiotik tersebut digunakan untuk pasien yang sedang terinfeksi. Misalnya, pilek, infeksi saluran pernapasan, saluran kemih, telinga, dan sebagainya,” dia menambahkan.

Jika ingin menggunakan obat minum untuk mengatasi jerawat, biasanya dokter akan memberikan antibiotik khusus sesuai kondisi Anda. Jenis antibiotik yang biasa digunakan sebagai obat jerawat, misalnya, golongan makrolida atau tetrasiklin. 

“Jenis obat-obatan itu bisa diberikan dalam bentuk topikal, krim, maupun obat minum. Dan ingat ya, semua jenis obat ini tetap harus menggunakan resep dokter. Jadi tidak bisa sembarang dibeli atau ditebus,” kata dr. Karin. 

Artikel lainnya: Benarkah Antibiotik Bikin Gigi Rusak?

3 dari 4 halaman

Bahaya Antibiotik Dipakai Berulang Tanpa Resep Dokter

Mengonsumsi antibiotik tanpa resep dan diagnosis yang tepat dari dokter tidaklah disarankan. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan indikasi bisa berdampak buruk pada tubuh. Salah satunya, menurut dr. Karin, tubuh menjadi resistensi terhadap bakteri.

“Resistensi terhadap bakteri maksudnya adalah bakteri jahat jadi kebal terhadap obat-obatan yang masuk dalam tubuh, termasuk pada antibiotik,” kata dr. Karin. 

Selain itu, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan diagnosis dan dosis dari dokter juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan lain, seperti:

  • Muncul Keluhan Gangguan Pencernaan

Ini merupakan efek yang paling umum terjadi pada tubuh. Penderitanya akan mengalami mual, diare, muntah, dan kram perut. 

  • Muncul Reaksi Alergi 

Selain keluhan gangguan pencernaan, bisa juga muncul reaksi alergi akibat penggunaan antibiotik berlebihan. Kasus semacam itu memang jarang terjadi, tapi potensi risikonya tetap ada.

  • Sensitif terhadap Cahaya 

Golongan antibiotik tertentu, terutama tetrasiklin, bisa menyebabkan Anda lebih sensitif terhadap cahaya. Melihat sedikit layar ponsel, sinar matahari, atau sinar lampu, saja bisa membuat silau mata. 

Itu sebabnya, jangan mengonsumsi sembarang antibiotik, termasuk Amoxicillin untuk mengatasi jerawat. Kalau jerawat sudah tak tertahankan, lebih baik berkonsultasi pada dokter spesialis kulit dan kelamin.

Untuk mengetahui informasi seputar kesehatan dan gaya hidup, baca artikel kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar