Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mau Pandemi COVID-19 Usai? Ketahui Pentingnya 3M dan 3T!

Mau Pandemi COVID-19 Usai? Ketahui Pentingnya 3M dan 3T!

Katanya, pandemi COVID-19 tidak akan selesai cepat jika kita tak disiplin melakukan 3M dan 3T. Istilah apa sih itu sebenarnya? Seberapa penting hal tersebut?

Lebih dari 280 ribu orang di Indonesia sudah terinfeksi virus corona. Jumlah yang meninggal dunia pun sudah di atas 10 ribu jiwa. Jika kita melihat berita yang berseliweran, kondisi ekonomi juga sangat terpukul akibat pandemi ini.

Namun di sisi lain, masih banyak yang melanggar 3M dan kurang kuat di 3T. Suatu kombinasi yang tidak saling menguntungkan, bukan?

1 dari 4 halaman

Bagaimana Sejauh Ini 3T di Indonesia?

Jangan terlalu bingung saat mendengar istilah 3M dan 3T. Pasalnya, keduanya sudah dilakukan sejak lama, tepatnya sejak awal pandemi COVID-19.

Sebenarnya, 3M adalah singkatan dari menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Adapun 3T adalah kependekan dari testing, tracing, dan treatment. Nah, anggapan bahwa Indonesia masih rendah 3T-nya bukannya tanpa data, lho

Dilansir dari Pandemic Talks, tests people harian Indonesia baru 70 persen standar minimal dari WHO untuk Indonesia (27.707 berbanding 38.500).

Hal yang membuat ini semakin kurang baik, sebanyak 48 persen tes tersebut dilakukan di DKI Jakarta. Artinya, masih banyak orang-orang di daerah belum terjangkau oleh tes ini.

“Isu utama dari testing adalah kapasitas rendah, tidak merata, dan produksi hasil yang lama,” kata Pandemic Talks dalam Instagram mereka.

Data tersebut mereka dapatkan dari Kementerian Kesehatan RI dan Worldometer pada 27 September 2020. 

Di sisi lain, kemampuan tracing Indonesia juga dianggap lemah. Menurut penghitungan KawalCOVID19, kemampuan lacak kita hanya 3,3.

Ini berarti, setiap satu kasus positif, hanya dilakukan pelacakan dan isolasi terhadap tiga orang! Padahal, WHO menyarankan standar lebih dari 30!

Lalu, soal treatment. Pandemic Talks mengatakan, “Belum ada metode yang bisa dijadikan dasar penilaian seberapa baik sistem isolasi, terutama untuk isolasi mandiri.” 

“Kedua, pengaturan sistem rujukan untuk perawatan di rumah sakit khusus COVID-19. Dan terakhir adalah regulasi mengenai protokol pengobatan bagi kelompok COVID-19 dengan gejala sedang dan berat.” 

Ketiga kondisi treatment tersebut bahkan bisa digolongkan buruk. 

Artikel Lainnya: Mau Mulai Beraktivitas? Ini Level Risiko Terinfeksi Virus Corona!

2 dari 4 halaman

Bagaimana Sejauh Ini 3M di Indonesia?

Kalau 3T merupakan tugas pemerintah, untuk 3M, itu merupakan peran masyarakat. Hasil survei BPS pada September 2020 melaporkan, 74 persen masyarakat sudah mematuhi hal ini. 

Selain itu, kepatuhan masyarakat dalam memakai masker juga lumayan, yaitu berada di angka 92 persen. Sayangnya, survei tersebut tidak menyebutkan apakah penggunaan masker di negara kota sudah sesuai standar atau belum. 

Lalu, bagaimana soal mencuci tangan? Ternyata, terjadi penurunan kebiasaan tersebut dari 80 persen menjadi 76 persen.

Secara umum, masyarakat cukup patuh menjalankan 3M. Komitmen tersebut hanya perlu ditingkatkan dan dipertahankan. 

Artikel Lainnya: Lawan Corona, Ini Rekomendasi Disinfektan yang Efektif dari WHO

3 dari 4 halaman

Kata Dokter soal Pentingnya 3M dan 3T dalam Pandemi COVID-19

Menanggapi kenyataan 3M dan 3T di atas, dr. Devia Irine Putri mengakui adanya keterlambatan dan kurangnya ketegasan dari pihak pemerintah terkait 3T. 

“Untuk bagian yang treatment sendiri, dokter pun mau bagaimana lagi. Treatment yang buruk, ya, karena fasilitasnya yang kurang memadai dan banyak tenaga medis yang sudah kelelahan menghadapi ini,” jelas dr. Devia. 

Dirinya menambahkan, “Untuk 3M, sebenarnya sering juga saya lihat masih banyak yang kumpul-kumpul dan enggan pakai masker. Meski persentase yang patuh itu cukup besar. Tapi kalau kita mau ini cepat berakhir, harus lebih ditingkatkan lagi.”

Usaha untuk mengakhiri masa-masa susah di dalam pandemi COVID-19 pada dasarnya tidak bisa dilakukan satu pihak saja. 

Ya, meski belum ditemukan obatnya dan vaksin juga masih dikembangkan, setidaknya, kita menurunkan efek buruknya ke semua aspek kehidupan dengan melakukan 3M dan 3T bersama-sama.

Jika tidak dilakukan, pandemi akan semakin lama selesai dan efek buruknya akan semakin membuat kehidupan banyak pihak semakin sulit. 

Itu dia penjelasan seputar 3M dan 3T di masa pandemi COVID-19. Bila Anda masih ada pertanyaan seputar virus corona, langsung saja konsultasikan hal tersebut pada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi  KlikDokter.

(HNS/AYU)

1 Komentar