Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Diare setelah Minum Yogurt? Ini Penyebab dan Cara Atasinya!

Anak Diare setelah Minum Yogurt? Ini Penyebab dan Cara Atasinya!

Tujuan awal bunda kasih yoghurt ke anak agar pencernaannya sehat. Tapi, hasilnya malah bikin si kecil sakit perut dan diare, ya? Coba cek penyebabnya di sini.

Bicara soal makanan atau minuman yang menyehatkan pencernaan, pasti tak akan jauh-jauh dari yoghurt. Sebab, yoghurt mengandung bakteri baik yang memang dibutuhkan oleh saluran cerna. 

Namun, bagaimana jika hasil yang didapatkan justru sebaliknya? Bukannya sehat, justru anak jadi mengalami diare setelah minum yoghurt! Kira-kira, apa penyebabnya?

1 dari 3 halaman

Penyebab Anak Diare setelah Minum Yogurt

Ternyata, ada dua hal yang bisa menyebabkan si kecil sakit perut lalu diare setelah mengonsumsi minuman susu fermentasi tersebut. Berikut penyebabnya:

  • Intoleransi Laktosa

Menurut dr. Atika, faktor penyebab diare pasca konsumsi yoghurt karena anak mengalami intoleransi laktosa. 

“Justru sebenarnya, yoghurt terbukti mengurangi diare karena ada kandungan probiotik di dalamnya. Kalau dia malah diare, maka perutnya yang tak bisa menerima laktosa,” jelasnya.

Laktosa sendiri merupakan karbohidrat utama di dalam susu beserta produk olahannya. Untuk mengurai laktosa di dalam saluran cerna, kita membutuhkan enzim laktase yang diproduksi usus halus.

Apabila tidak terdapat enzim laktase yang cukup dalam pencernaan, maka seseorang bisa mengalami intoleransi laktosa. 

Penderita yang mengonsumsi yoghurt akan memiliki penumpukan laktosa di pencernaan lalu difermentasi oleh bakteri di usus. 

Inilah yang akhirnya membuat seseorang, dalam hal ini anak Anda, mengalami kembung, sakit perut, lalu diare setelah mengonsumsi yoghurt.

Kendati begitu, jumlah laktosa di dalam yoghurt sebenarnya lebih sedikit daripada susu sapi murni yang belum diolah. 

Namun dalam beberapa kasus, enzim laktase yang dimiliki pencernaan seseorang memang sangat sedikit dan tidak dapat memecah laktosa secara keseluruhan.

Artikel Lainnya: Tips Mengobati Diare untuk Ibu Menyusui

  • Alergi Susu Sapi

Intoleransi laktosa ternyata berbeda dengan alergi susu. Intoleransi tidak berhubungan dengan sistem daya tahan tubuh, sedangkan alergi susu berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. 

Alergi susu umumnya disebabkan karena genetik atau diturunkan dari riwayat keluarga.

Pada anak yang alergi, sistem kekebalan tubuhnya mengenali protein susu sapi sebagai zat berbahaya. Akhirnya, tubuh memproduksi antibodi Immunoglobulin E (IgE) yang bisa menetralkan protein susu sapi.

Saat tubuh anak berkontak dengan protein kasein maupun whey dari susu, antibodi IgE akan mengenali dan menyampaikan sinyal ke sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan histamin. Dari sinilah gejala alergi muncul. 

Terlebih, dua protein tersebut cukup sulit dihindari, karena kebanyakan produk makanan kemasan yang dijual di pasaran mengandung kasein dan whey

Jika anak alergi susu sapi, umumnya dia juga tak cocok dengan susu kambing. 

Artikel Lainnya: 4 Minuman Terbaik untuk Gantikan Cairan Tubuh saat Diare

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Diare pada Anak karena Konsumsi Yoghurt

Cara mengatasi anak yang diare karena mengonsumsi yoghurt sebetulnya sama dengan menangani diare karena penyebab lainnya. 

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua saat si kecil terus buang air besar dengan kondisi feses lembek atau bahkan cair. Berikut caranya:

  • Cegah Dehidrasi dengan Cairan

Bunda bisa memberikan air putih atau cairan oralit yang terbuat dari air putih, garam, dan gula. Hindari memberikan minuman manis, apalagi minuman bersoda karena itu bisa membuat diare lebih buruk!

  • Cegah Malnutrisi dengan Makanan yang Tepat

Saat mengalami gangguan pencernaan, perut biasanya tak bisa menerima semua jenis makanan. Hindari memberikan makanan yang kering dan bertekstur keras. 

Berikan makanan lembut dan bila perlu berkuah bening. Misalnya saja memberikan bubur dengan sup ayam atau pisang. Hindari dulu memberikan sayur-sayuran dan aneka buah. 

Artikel Lainnya: Jika Bayi Diare, Anda Perlu Melakukan Ini

  • Jangan Langsung Berikan Obat! 

Anda tidak disarankan untuk langsung memberikan obat diare kepada anak-anak. 

Jika timbul gejala seperti di bawah ini, Anda harus langsung memeriksakannya ke rumah sakit dan biarkan dokter memutuskan harus memberikan obat apa. Adapun gejala yang dimaksud meliputi:

  • Anak jadi lemas.
  • Tidak buang air kecil dan tidak ada air mata saat menangis.
  • Demam tinggi.
  • Selama 8 jam sudah diare lebih dari 4 kali.
  • Sesak napas.
  • Muntah dengan cairan kuning, hijau, atau merah.
  • Ada darah pada feses.
  • Mulai terjadi penurunan kesadaran.

Itu dia penjelasan tentang penyebab dan cara mengatasi anak diare setelah minum yoghurt. Meski secara umum yoghurt baik untuk kesehatan, bisa menjadi malapetaka buat anak yang punya intoleransi laktosa dan alergi susu. Jadi, berhati-hatilah untuk ke depannya. 

Apabila ada pertanyaan seputar kondisi anak atau konsumsi yoghurt, konsultasi ke dokter lewat fitur LiveChat dan baca informasi kesehatan menarik lainnya hanya di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar