Sukses

Jenis-Jenis Jamu yang Tidak Aman bagi Ibu Hamil

Kalau sedang hamil, konsumsi apa pun perlu hati-hati, termasuk jamu. Nah, ketahui jenis jamu yang aman untuk ibu hamil di sini.

Jamu sudah sejak lama menjadi salah satu minuman herbal untuk meningkatkan kesehatan. Tidak sedikit orang yang sangat bergantung pada jamu agar selalu sehat.

Bahkan, jamu yang sering disebut empon-empon kembali hits sekarang ini setelah muncul virus corona. Jamu tersebut dianggap bisa memperkuat daya tahan tubuh.

Namun, tidak semua jamu aman khususnya bagi ibu hamil.  Ada beberapa jenis yang terlarang untuk diminum oleh wanita yang sedang mengandung. Biasanya, semua berhubungan dengan kesehatan janin.

1 dari 3 halaman

Jamu yang Terlarang untuk Ibu Hamil

Ibu hamil memang harus hati-hati saat minum jamu. Menurut dr. Devia Irine Putri, sebenarnya ibu hamil memang tidak boleh minum jamu tradisional.

"Apalagi yang dijual bebas dan belum terdaftar dari BPOM, itu lebih berbahaya. Kecuali mau buat sendiri. Misalnya, pakai jahe untuk mengurangi mual atau kencur untuk meredakan sakit tenggorokan," jelas dr. Devia Irine.

Namun, memang ada herbal atau jamu yang dilarang di masa kehamilan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Saw Palmetto

Saw palmetto diambil dari pohon palem berukuran kecil yang telah lama digunakan untuk pengobatan gangguan pada kandung kemih, nyeri panggul kronis, gairah seks yang menurun, kerontokan rambut, hormon tidak seimbang, dan kanker prostat.

Ketika digunakan secara oral, saw palmetto dapat berpengaruh pada aktivitas hormonal selama kehamilan. Gangguan keseimbangan hormon bisa memicu komplikasi pada kehamilan.

  1. Ephedra

Herbal ini adalah tanaman seperti semak cemara yang berasal dari Mongolia dan Asia bagian tengah. Di Tiongkok, sejak lama ephedra telah digunakan untuk mengatasi pilek, flu, demam, hidung tersumbat, sakit kepala, asma, dan sesak napas.

Namun, efek samping dari ephedra yang diketahui adalah kadar gula darah yang bisa meningkat.

Saat mengandung, jika kadar gula naik maka bisa memicu diabetes gestasional. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk menghindari jamu ini selama kehamilan dan menyusui.

Artikel Lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Minum Jamu Tradisional?

  1. Echinacea

Ada sembilan spesies echinacea, semuanya berasal dari Amerika Utara. Echinacea digunakan sebagai suplemen untuk meredakan flu dan infeksi lainnya dengan harapan dapat meningkatkan sistem kekebalan agar lebih efektif melawan infeksi atau gejala yang terkait dengan infeksi.

Banyak penelitian telah dilakukan terkait echinacea dan flu. Efek sampingnya yang paling umum adalah gejala pada saluran pencernaan, seperti mual atau sakit perut.

Selain itu, dalam jumlah yang sangat kecil, echinacea purpurea diketahui memiliki efek buruk pada sperma dan sel telur, terutama penurunan kemampuan sperma untuk menembus sel telur.

  1. Black Cohosh

Black cohosh adalah tanaman asli Amerika Utara. Beberapa orang menggunakan black cohosh sebagai suplemen makanan untuk gejala hot flashes dan gejala menopause lainnya.

Meskipun penelitian dan data sangat terbatas, black cohosh juga telah digunakan untuk meredakan kram menstruasi dan menginduksi persalinan.

Namun, dalam jurnal yang diterbitkan oleh National Center for Complementary and Integrative Health, Amerika Serikat, black cohosh mungkin berbahaya bagi janin dalam kandungan.

  1. St. John's Wort

St. John's wort telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati gangguan mental dan nyeri saraf. Contohnya, sebagai obat untuk depresi, kecemasan, dan gangguan tidur.

Selain echinacea purpurea, St. John's wort dengan dosis yang sangat rendah juga memiliki efek buruk pada sperma dan sel telur, serta ada potensi mutasi genetik yang dapat mengganggu kesehatan kehamilan.

Untuk lebih jelasnya, Food and Drug Administration (FDA), AS, mengimbau wanita hamil untuk tidak mengonsumsi produk herbal apa pun tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Ibu hamil juga disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli herbal profesional bila ingin mengonsumsi minuman herbal atau jamu selama kehamilan.

Artikel Lainnya: 5 Manfaat Kencur untuk Ibu Hamil

2 dari 3 halaman

Panduan Minum Jamu yang Aman untuk Ibu Hamil

Kalau Anda merasa yakin bisa minum jamu dan manfaatnya yang didapatkan baik, boleh-boleh saja minum herbal saat sedang hamil. Namun, jelas ada aturan yang harus diikuti.

Salah satunya yang paling penting adalah produk jamu sudah harus ada izin edar dari BPOM. Coba cek produknya melalui website resmi BPOM. Kalau terdaftar, biasanya akan mudah ditemukan dalam laman resminya.

Selain itu, berdiskusi dengan dokter juga sangat penting. Jadi, Anda mendapat pengetahuan yang tepat soal jamu.

"Kalau mau minum jamu, diskusikan dulu dengan dokter, boleh atau tidak. Karena, setiap kondisi ibu hamil berbeda-beda. Kalau beli jamu, baca dan cermati petunjuk penggunaan, komposisi, dan keamanannya untuk ibu hamil. Biasanya tertulis di label kemasan," jelas dr. Devia Irine.

Sebagai rekomendasi yang aman, sebisa mungkin bikin jamu sendiri. Anda bisa menentukan sendiri bahan yang ingin digunakan dan kebersihannya. Campuran dan takarannya bisa mengikuti instruksi dari dokter kandungan.

Itulah beberapa jenis jamu yang perlu dihindari selama mengandung. Untuk konsultasi lebih praktis terkait produk herbal dengan dokter, gunakan LiveChat dari Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar