Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pakai Bawang Putih untuk Atasi Kutu Air dan Panu, Efektifkah?

Pakai Bawang Putih untuk Atasi Kutu Air dan Panu, Efektifkah?

Terdapat anggapan kalau bawang putih bisa mengatasi masalah kulit, seperti panu dan kutu air. Apa kata dokter tentang keamanan dan efektivitasnya?

Bawang putih dikenal sebagai salah satu bumbu masakan yang sering dibutuhkan untuk menambah kelezatan rasa. Akan tetapi, bawang putih terkadang digunakan untuk mengobati masalah kulit, misalnya kutu air dan panu.

Kutu air dan panu adalah keluhan pada kulit yang cukup mengganggu. Kerap disepelekan, sebenarnya penyakit-penyakit ini berbahaya kalau tidak diobati.

Lantas, apakah pengobatan kutu air dan panu dapat dilakukan dengan bahan alami seperti bawang putih? Simak penjelasan dokter, yuk.

1 dari 3 halaman

Benarkah Bawang Putih Bisa Atasi Kutu Air dan Panu?

Sebenarnya, hal ini masih menjadi perdebatan serius di antara para ahli. Sejauh ini juga belum ada penelitian yang pasti soal bawang putih bisa menyembuhkan kutu air dan panu.

Namun, dr. Devia Irine Putri mengatakan kandungan antijamur dalam bawang putih sebenarnya baik untuk kulit yang mengalami masalah jamur.

"Bawang putih memang bisa berperan sebagai antijamur, yang menekan pertumbuhan jamur," ungkap dr. Devia Irine.

Namun, dokter berusia 27 tahun ini juga menegaskan tidak semua orang bisa pakai bawang putih untuk mengatasi masalah kulit.

Ini karena bawang putih sendiri punya senyawa diallyl disulfide yang bisa memberikan sensasi terbakar atau iritasi pada kulit.

Sensasi terbakar pernah dilaporkan di Inggris ketika salah satu wanita menggunakan bawang putih untuk mengobati infeksi jamur di kulitnya.

Alih-alih mengobati masalah kutu air di kakinya, bawang putih justru membakar parah dan membuat kulit wanita itu melepuh. Kondisi ini membuatnya harus ke dokter.

Artikel Lainnya: Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan

Ketika itu, ia menderita infeksi jamur, serta mengalami kulit yang memerah dan melepuh di kakinya. Dokter akhirnya membilas kaki wanita tersebut dengan air dan kemudian membalutnya. Kulitnya pun sembuh setelah dua minggu.

Dokter Lisa Maier, seorang profesor klinis dermatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Washington, Amerika Serikat, juga memiliki pendapat yang sama dengan dr. Devia Irine.

"Pada dasarnya, agen terkuat dalam bawang putih adalah bahan kimia diallyl disulfide," kata dr. Lisa Maier.

"Itu bisa terjadi karena dua hal, yaitu mengiritasi kulit dan menyebabkan sensasi kulit terbakar. Selain itu, juga bisa menyebabkan dermatitis kontak alergi dan kemudian bisa mendapatkan lebih banyak ruam atau eksim," jelasnya.

Artikel Lainnya: Efek Menempelkan Bawang Putih di Bagian Tubuh yang Sakit

2 dari 3 halaman

Tips Atasi Kutu Air dan Panu yang Terbukti Secara Medis

Kutu air dan panu memang sebaiknya disembuhkan secara medis. Ini terbukti lebih aman dan ampuh dibandingkan dengan bawang putih yang ternyata punya risiko berbahaya.

"Yang pasti kalau terbukti kutu air atau panu, pengobatan bisa menggunakan obat antijamur. Bisa yang dioles atau pakai obat minum bila sudah parah. Selain itu, pastikan juga menjaga kulit tetap bersih dan kering," jelas dr. Devia Irine.

Jika panu sudah dalam kondisi parah atau tidak merespons obat antijamur yang dijual bebas, maka Anda mungkin memerlukan obat resep dokter.

Beberapa obat ini adalah jenis topikal yang Anda oleskan pada kulit dan diminum. Contohnya termasuk:

  • Ketoconazole: krim, gel.
  • Ciclopirox: krim, gel.
  • Tablet flukonazol atau larutan oral.
  • Tablet, kapsul, atau larutan oral
  • Selenium sulfide 2,5 persen: losion.

Setelah perawatan berhasil, warna kulit mungkin tetap tidak merata selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Artikel Lainnya: Benarkah Bawang Putih Bisa Turunkan Kadar Kolesterol Tinggi?

Selain itu, infeksi dapat kembali ketika cuaca panas dan lembap. Dalam kasus yang terus berlanjut, Anda mungkin perlu minum obat 1 atau 2 kali sebulan untuk mencegah infeksi berulang.

Sementara, untuk kasus panu yang ringan, Anda dapat mengoleskan losion, salep, krim, atau sampo antijamur yang dijual di apotek. Biasanya, infeksi jamur dapat diatasi dengan baik oleh kandungan topikal ini, yang meliputi:

  • Krim atau losion
  • Krim
  • Selenium sulfide losion.
  • Gel atau krim
  • Sabun zinc pyrithione.

Sebelum mengaplikasikan krim, salep, atau losion, sebaiknya bersihkan dan keringkan area kulit yang terkena. Kemudian, oleskan tipis obat tersebut 1-2 kali dalam sehari paling tidak selama 2 minggu.

Bila Anda menggunakan produk berbentuk sampo, bilas setelah dibiarkan 5-10 menit. Jika tidak melihat perbaikan setelah 4 minggu, temui dokter karena mungkin dibutuhkan obat yang lebih ampuh.

Jangan langsung mengandalkan bawang putih untuk mengatasi masalah kulit. Lebih baik konsultasi saja ke dokter agar pengobatannya jelas dan efektif. Pakai fitur Chat Premium di aplikasi Klikdokter untuk tanya dengan dokter spesialis kulit.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar