Sukses

Bayi Boleh Makan Jamur, Ini Tips Sehatnya!

Ingin memberi jamur untuk melengkapi nutrisi bayi? Boleh saja, kok! Berikut manfaatnya dan beberapa hal yang perlu Anda tahu tentang asupan jamur untuk bayi.

Jamur menjadi salah satu bahan makanan yang mudah dikombinasikan dengan hidangan lainnya. Mulai dari tumisan sayuran, pasta, hingga sup. Rasanya yang gurih dan lezat dari jamur juga jadi favorit untuk dibuat kaldu masakan.

Selain itu, manfaat jamur sudah banyak dikenal bermanfaat bagi kesehatan. Lantas, apakah bayi juga boleh makan jamur? Yuk, simak penjelasan dokter.

1 dari 4 halaman

Ketentuan Makan Jamur untuk Bayi

Sebenarnya, tidak ada aturan ketat bagi bayi untuk mengonsumsi jamur, khususnya bayi yang mulai makan makanan utuh atau padat. 

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A, bayi boleh makan jamur dan bisa dimulai ketika sudah masuk masa MPASI, yaitu usia enam bulan. Namun, tetap ada hal-hal yang mesti diperhatikan. Misalnya, kesegaran dan kebersihan jamur, serta pengolahannya. 

Karena teksturnya yang cukup lunak, jamur yang sudah dipotong-potong bisa menjadi camilan (finger food) yang cocok untuk bayi. Tapi, cara ini bergantung pada usia bayi.

“Untuk penyajian jamur, harus disesuaikan dengan tekstur MPASI berdasarkan usia anak. Usia 6-8 bulan, bubur halus. Lalu, 9-11 bulan bisa bubur kasar dan finger food. Untuk 12 bulan ke atas, bisa berupa makanan biasa yang dicincang jamurnya,” jelas dr. Reza.

Dalam penyajiannya, Anda harus membersihkan jamur sampai bersih dan memasaknya. Sebab, jamur mentah dikhawatirkan dapat membuat bayi keracunan.

Pilih jamur yang umum dijual di pasaran dan sudah pasti aman untuk dimakan. Hindari memberikan sembarang jamur untuk bayi. 

Jenis jamur liar yang tidak umum dapat berisiko menimbulkan keluhan pada bayi, bahkan mengancam keselamatannya.

Artikel Lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Makan Jamur?

2 dari 4 halaman

Manfaat Jamur untuk Kesehatan Bayi

Jamur mengandung serat, protein, serta beragam vitamin dan mineral. Contohnya vitamin C, B1, B2, B3, dan B9, serta kalium, sodium, dan fosfor.

Bahan makanan yang berbentuk seperti payung ini dapat membantu memelihara kesehatan bayi, berikut beberapa manfaatnya:

  1. Meningkatkan Sistem Kekebalan

Jamur mengandung beberapa komponen penting yang membantu menjaga daya tahan tubuh, seperti beta glucan, triterpenoid, dan mineral. Kandungan-kandungan tersebut dapat mengaktifkan sel-sel sistem imun.

  1. Menjaga Kesehatan Jantung

Dalam studi berjudul Nutritional and Medicinal Values of Mushrooms, beta glucan dalam jamur merupakan bentuk serat yang sering dikaitkan dengan pengendalian kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung.

  1. Memiliki Efek Antioksidan

Sebuah studi menunjukkan, jamur memiliki efek antioksidan yang potensial bila dikonsumsi secara teratur. Kandungan polysaccharides dalam jamur berhubungan dengan efek antioksidan tersebut.

  1. Mengurangi Peradangan pada Tubuh

Terdapat ulasan dalam Journal of Food Chemistry yang menyatakan, jamur merupakan superfood dan menjadi asupan yang baik untuk pola makan sehari-hari.

Beberapa senyawa bioaktif seperti polysaccharides, proteoglycans, terpenoid, fenolik, steroid, dan lectin kerap dikaitkan dengan kemampuan antiinflamasi dari jamur.

  1. Menyehatkan Hati

Selain dapat meningkatkan kesehatan jantung, jamur juga dikenal dapat membantu memelihara kesehatan organ hati.  

Artikel Lainnya: Ibu, Ini 10 Makanan Paling Sehat untuk MPASI

3 dari 4 halaman

Risiko yang Bisa Terjadi saat Bayi Makan Jamur

Meski terdapat beberapa manfaat penting yang baik bagi kesehatan bayi, jamur juga bisa menimbulkan sejumlah dampak buruk pada bayi yang tak cocok mengonsumsinya.

Risiko pertama yang mungkin terjadi adalah alergi. Bila dalam keluarga ada riwayat alergi dengan jamur, sebaiknya berhati-hati bila hendak memberikannya kepada bayi. 

Kedua, jamur juga berisiko menyebabkan keracunan. Hal ini bisa disebabkan oleh jenis jamur yang dikonsumsi, atau ketika bayi makan jamur yang mentah atau kurang matang.

Sebagai contoh, dermatitis shiitake merupakan salah satu jenis keluhan yang mungkin muncul saat seseorang makan jamur shiitake mentah atau kurang matang.

Jamur yang banyak dijual di supermarket pada dasarnya aman. Namun, Anda tetap perlu memerhatikan cara pemilihan, penyimpanan, dan penyajiannya untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan pada bayi.

“Bila jamur tidak fresh lagi, tidak bersih, dan tidak dimasak dengan benar, bayi bisa terkena diare, muntah, atau keluhan lainnya,” ujar dr. Reza. 

Jadi, boleh saja Bunda bila ingin memberi jamur untuk bayi, asalkan umurnya sudah mencukupi dan tidak ada kondisi medis tertentu. Ingin tanya-tanya lebih lanjut seputar asupan gizi bayi dengan dokter? Pakai fitur LiveChat dari Klikdokter!

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar