Sukses

Di Usia Berapa Si Kecil Boleh Tidak Tidur Siang?

Anak-anak biasanya lekat dengan aktivitas tidur siang. Lalu, kapan sebenarnya anak boleh untuk tidak tidur siang?

Bayi baru lahir hingga usianya memasuki kategori balita, umumnya akan rutin tidur siang. Seiring berjalannya waktu, misalnya masuk usia sekolah, rutinitas tidur siang anak-anak pun mulai ditinggalkan. 

Kadang orang tua khawatir, apa si kecil tidak lelah, ya, kalau tidak tidur siang? Lalu, di usia berapa anak boleh berhenti rutin tidur siang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan dokter berikut ini. 

1 dari 4 halaman

Pentingnya Waktu Tidur Siang Anak

Tidur siang adalah salah satu kegiatan penting yang wajib dilakukan anak-anak. Aktivitas ini membantu agar fisik serta mental anak usia dini semakin berkembang. 

Tidur siang juga membantu anak-anak agar tidak kelelahan. Apabila capek, suasana hati anak dapat terpengaruh dan ia pun sulit tidur di malam hari.

Tak hanya itu, waktu tidur siang anak dapat menjadi momen istirahat orang tua untuk turut melepas lelah atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. 

Durasi tidur siang anak berbeda-beda sesuai usianya. Dilansir dari KidsHealth, berikut durasi tidur anak dalam sehari termasuk waktu tidur siangnya:

  • Bayi Baru Lahir Sampai Usia 6 bulan

Bayi baru lahir umumnya membutuhkan waktu total tidur sekitar 14 hingga 18 jam per hari. Ia juga cenderung tidur dan bangun setiap satu sampai tiga jam sekali untuk menyusu. 

Saat mendekati usia empat bulan, ritme tidur bayi menjadi lebih teratur. Bayi bisa tidur hingga 12 jam di malam hari dan tidur siang selama tiga jam sehari.

  • Bayi Usia 6 Sampai 12 bulan

Pada usia ini, bayi biasanya tidur total sekitar 14 jam dalam sehari. Ini termasuk dua kali tidur siang yang masing-masing berlangsung selama sekitar 20 menit hingga dua jam. 

  • Balita Usia 1 sampai 3 tahun

Balita butuh 12 jam hingga 14 jam total waktu tidur, ini termasuk tidur siang selama satu hingga tiga jam dalam sehari. 

Sedangkan untuk usia satu tahun, mungkin anak masih perlu tidur siang sebanyak dua kali. 

Pastikan anak tidak tidur siang terlalu sore karena dapat membuat ia sulit untuk tidur di malam hari. 

  • Usia prasekolah (3 sampai 5 tahun)

Anak-anak pra sekolah rata-rata butuh tidur sekitar 11 hingga 12 jam di malam hari, ditambah tidur siang sekitar satu atau dua jam.

  • Usia sekolah (5 hingga 12 tahun)

Anak usia sekolah butuh waktu sekitar 10 hingga 11 jam total tidur di malam hari. Beberapa anak mungkin masih suka tidur siang, namun beberapa ada yang tidak mau beristirahat.

Artikel Lainnya: Anak Susah Tidur Siang? Mungkin Ini Penyebabnya

2 dari 4 halaman

Kapan Anak Boleh Tidak Tidur Siang?

Soal ini, sebenarnya tidak ada rumusan pasti. Sebab, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, anak usia pra sekolah sudah boleh untuk tidak tidur siang. 

"Sebenarnya di usia pra sekolah, usia tiga hingga lima tahun, nap time atau kebutuhan tidur siang tidak terlalu esensial bayi dan balita. Jadi, mungkin kalau harus pakai cut off, di usia 3-5 tahun tidak wajib tidur siang," jelas dr. Sepriani Timurtini Limbong.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa usia tersebut juga tetap boleh tidur siang. Bisa diingatkan ke mereka bahwa tidur siang sebanyak satu kali saja sudah cukup.

Sedangkan untuk anak usia sekolah dasar, sebenarnya tidak apa untuk tidak tidur siang. 

Namun, berhubung usai pulang sekolah biasanya anak sudah kelelahan, tidak ada salahnya merekomendasikan mereka untuk tidur siang dulu sebelum bermain sore hari nanti. 

Artikel Lainnya: Usia Berapa Anak Sebaiknya Belajar Tidur Sendiri?

3 dari 4 halaman

Ada Hal Lain yang Perlu Diperhatikan

Dokter Devia Irine Putri mengatakan, meski boleh tidak tidur siang pada usia tertentu, tetapi ada beberapa hal lain yang harus dipertimbangkan orang tua.

"Kalau memang tidak tidur siang, artinya orang tua harus memerhatikan jenis aktivitas dan jam istirahat anak. Mungkin tidur siang bisa diganti dengan istirahat seperti duduk-duduk sambil makan camilan bersama," ungkap dr. Devia.

"Kalau aktivitasnya berlebihan, seperti main terus dan ada aktivitas tambahan kayak olahraga atau les, mungkin jam tidur malamnya bisa lebih dini," sambung dr. Devia Irine. 

Dokter Devia turut menyarankan, kalau anak sempat tidur siang, usahakan jam tidur malamnya sekitar jam sembilan malam. Namun, kalau tidak tidur siang, tidur malamnya bisa dipercepat sekitar jam 8 malam. 

"Apabila setelah melakukan aktivitas atau di tengah aktivitas siang hari ternyata si anak mengantuk, artinya memang dia butuh istirahat. Jadi, kita biarkan dia untuk istirahat atau tidur siang," pungkas dr. Devia. 

Jika masih ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut tentang tidur siang, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter. Mau lebih praktis? Ajukan pertanyaan lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar