Sukses

Ketagihan Pakai Fitness Tracker, Ini Efek Buruknya!

Alat fitness tracker memang bermanfaat, tapi kalau terus ditengok, itu sudah ketagihan! Lantas, adakah efek buruk ketagihan pakai fitness tracker menurut dokter?

Smartwatch dan fitness tracker telah menjadi barang populer dalam beberapa tahun terakhir. Tak cuma melacak jumlah langkah harian, alat ini juga bisa mendeteksi detak jantung, waktu tidur, hingga memetakan riwayat latihan Anda.

Perangkat ini pun dapat membuat Anda terus termotivasi untuk mencapai tujuan latihan, baik yang dilakukan sendiri maupun bersama teman-teman.

Di sisi lain, penggunaan fitness tracker yang berlebihan juga bisa menjadi bumerang, lho.

Ya, yang tadinya bisa membantu latihan, kecanduan pakai alat ini justru dapat memperburuk momen latihan, kondisi tubuh, serta mental Anda. Tak percaya? Simak di bawah ini penjelasannya, ya!

Tanda-Tanda Anda Ketagihan Pakai Fitness Tracker

Dilansir Very Well, ada beberapa tanda bahwa Anda mungkin terobsesi menggunakan segalanya pakai fitness tracker, antara lain:

  • Fitness tracker membuat Anda terus menerus berlatih, bahkan sampai harus menambah durasi waktu berolahraga. Akhirnya, olahraga yang lakukan jadi berlebihan.
  • Kecanduan pakai fitness tracker bisa ditandai ketika Anda jadi mengabaikan teman, melupakan pekerjaan rumah, dan menarik diri dari berbagai aktivitas menyenangkan lainnya.

Akhirnya, Anda hanya fokus latihan guna memenuhi goals angka dan data di alat fitness tracker.

  • Anda jadi merasa cemas, mudah tersinggung, atau kesal saat tidak dapat menggunakan perangkat kebugaran yang satu ini.
  • Anda merasa kesal dan malu ketika tidak bisa mencapai target aktivitas harian yang sudah ditetapkan.
  • Anda tak bisa olahraga tanpa alat tersebut dan timbul rasa bersaing dengan orang lain. Bahkan, di luar waktu olahraga pun, Anda tetap memakainya.

Artikel Lainnya: Manfaat Jalan Kaki Setiap Hari bagi Kesehatan

1 dari 3 halaman

Apa Bahayanya Ketagihan Pakai Fitness Tracker?

Menanggapi soal pakai fitness tracker yang berlebihan, begini penjelasan dr. Nabila Viera Yovita.

Seperti yang sempat disinggung di atas, penggunaan fitness tracker sebenarnya sangat membantu seseorang untuk mengidentifikasi kemajuan prosesnya dalam menjalani gaya hidup sehat.

“Jadi, semua kembali ke niat orang yang menggunakannya. Contoh, bila digunakan hanya untuk pamer di media sosial, seakan-akan menunjukkan bahwa dia mengalami peningkatan karena kompetitif dengan teman-temannya, itu justru bisa menyebabkan penggunaan berulang yang sifatnya berlebih terhadap tubuhnya sendiri!” jelasnya.

Dokter Nabila menambahkan, “Alhasil, kebiasaan tersebut akan merugikan diri penggunanya. Contoh yang paling sering terjadi adalah cedera otot dan struktur tubuh lainnya. Lalu, bisa juga malah menurunkan daya tahan tubuh.

Ingat, olahraga yang berlebihan justru nggak bikin tubuh sehat alias terbalik kondisinya.

Kondisi mental pun sempat dibahas oleh dr. Nabila. Menurutnya, ketagihan pakai fitness tracker dapat merusak kesehatan mental orang tersebut karena tujuan olahraganya menjadi salah atau berubah.

“Ya, penggunaannya sudah bukan untuk memperbaiki diri, tapi untuk ajang pamer semata. Sudah ada yang berubah di sini dan itu sebenarnya tak baik,” tambahnya.

Artikel Lainnya: Ini Panduan Olahraga di Gym pada Masa New Normal

2 dari 3 halaman

Bagaimana Mengatasi Ketagihan Pakai Fitness Tracker?

Kecanduan pakai fitness tracker ini dapat diatasi dengan cara mudah, asalkan Anda benar-benar niat untuk berubah. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Tetapkan Batasan

Cobalah untuk membatasi penggunaan alat ini secara bertahap. Katakan pada diri sendiri bahwa Anda hanya akan memeriksa data atau angka di fitness tracker beberapa kali dalam hari. Batasi jumlah langkah harian ke tingkat yang nyaman dan tidak terlalu tinggi.

  • Harus Ada Distraksi

Agar tak selalu terpaku pada latihan yang di data oleh perangkat kebugaran, coba lakukan hal lain. Misalnya, Anda bisa memasang alarm untuk membatasi waktu latihan berlebih atau bersosialisasi dengan kerabat.

  • Lepas dan Hapus Aplikasi

Tidak memakai fitness tracker sesekali dapat membantu mencegah Anda agar tidak olahraga berlebihan.

Bila perlu, hapus aplikasinya dari ponsel agar tak melulu cek notifikasi, seperti jumlah langkah, kalori, detak jantung, dan lain sebagainya.

  • Fokus pada Kualitas daripada Kuantitas

Jangan terpaku menetapkan jumlah langkah harian yang ambisius. Lebih baik lakukan latihan dengan kuantitas yang cukup namun berkualitas. Misalnya, dengan berlatih dari intensitas rendah ke sedang dan dilakukan secara rutin. 

Artikel Lainnya: Praktis, Ini Cara Membentuk Otot Lengan Tanpa ke Gym

  • Bukan Karena Alat, Temukan Motivasi Diri

Penting juga untuk menemukan cara agar diri ini tetap termotivasi untuk berolahraga.

Contohnya, Anda berolahraga karena ingin tampil lebih bugar, mau menghindari penyakit kronis di kemudian hari, atau karena memang ingin hidup lebih sehat.

  • Minta Bantuan pada Dokter

Konsultasi dengan dokter jika obsesi Anda dengan alat tersebut sampai mengganggu kehidupan sehari-hari. Anda mungkin saja mengalami kecanduan olahraga.

Kecanduan ini merupakan perilaku yang berdampak serius pada kesehatan Anda ke depannya.

Pakai fitness tracker pada dasarnya dapat memudahkan Anda dalam menjalani pola hidup sehat. Namun, sesuatu yang berlebihan akan membuat hal baik berubah menjadi negatif.

Maka itu, berhati-hatilah mulai sekarang, batasi diri agar tidak terlalu bergantung pada perangkat tersebut.

Apabila masih ada pertanyaan seputar kebugaran, olahraga, atau masalah kecanduan lainnya, langsung saja konsultasikan hal tersebut pada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar