Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Dianggap Membosankan, Pelajaran Sejarah Ternyata Bermanfaat Bagi Anak

Dianggap Membosankan, Pelajaran Sejarah Ternyata Bermanfaat Bagi Anak

Belajar sejarah bukan sekadar mendengar cerita masa lalu. Agar anak makin semangat, kenali manfaat belajar sejarah untuk kecerdasan dan perkembangannya.

Sepertinya manfaat pelajaran sejarah mesti dipahami oleh banyak orang. Sebab, masyarakat sempat dihebohkan dengan isu bahwa mata pelajaran ini akan dihapus dari kurikulum nasional.  

Meski sudah dibantah dan diklarifikasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mata pelajaran yang masuk dalam bidang sosial tersebut terlanjur menjadi buah bibir warganet

1 dari 4 halaman

Ada Anggapan Belajar Sejarah Membosankan, Kenapa Bisa?

Sejarah kerap kali dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan. Sebab, orang-orang merasa tidak memiliki tantangan saat belajar bidang tersebut. 

Murid atau mahasiswa tinggal menyimak, itulah yang terpikir oleh sebagian orang khususnya anak muda sebagai hal yang bikin ngantuk. Berbeda dengan bidang sosial lain atau ilmu sains yang bersifat dinamis dan dapat diujicobakan. 

Los Angeles Times pun pernah melaporkan, sejak 2007 jurusan sejarah telah kehilangan pangsa pasarnya di bidang akademisi. Persentasenya menurun dari 2,2 persen menjadi 1,7 persen saja. 

Kelas kelulusan tahun 2014 dari universitas besar di Amerika juga begitu. Lulusan bidang sejarah berkurang 9 persen dari tahun sebelumnya.

2 dari 4 halaman

Manfaat Belajar Sejarah untuk Anak

Walaupun pada kenyataannya antusiasme orang-orang terhadap sejarah sedang menurun, kita tidak boleh membiarkan anak-anak malas untuk belajar sejarah! 

Tak usah muluk-muluk agar bisa berguna bagi nusa dan bangsa, manfaat belajar sejarah buat anak pada dasarnya bisa mendukung perkembangan diri serta kecerdasan otaknya. 

Agar lebih jelas, inilah manfaat belajar sejarah menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog

  1. Membantu Menghilangkan Kebingungan di Masa Sekarang

Pelajaran sejarah untuk anak bisa membantunya dalam menghilangkan kebingungan yang timbul dari beragam peristiwa yang ada, sehingga ia jadi lebih mudah memahami kondisi yang terjadi saat ini. 

“Selain itu, ia dapat dilatih untuk menganalisis suatu hal yang sifatnya asing,” kata Ikhsan. 

  1. Menambah Wawasan secara Umum

Dengan belajar sejarah, anak-anak memiliki wawasan dan informasi yang lebih luas tentang kejadian yang sudah terjadi. 

“Dengan memiliki wawasan terdahulu, bisa membuat anak menjadi lebih mudah memahami kondisi dan tampak lebih cerdas juga,” tambahnya. 

Artikel Lainnya: Manfaat Les bagi Perkembangan Otak Anak

  1. Belajar Menghargai, Mengerti Perjuangan, dan Bersyukur

Manfaat belajar sejarah selanjutnya adalah mereka tumbuh menjadi pribadi yang bisa menghargai, menghormati komunitas mereka, sekaligus merasa bertanggung jawab. 

Karena tahu betapa susahnya mendapatkan hidup seperti sekarang ini, sejak kecil pun mereka memiliki rasa syukur yang tinggi atas kejadian masa lalu. 

Bahkan, bukan tak mungkin pelajaran sejarah bisa meningkatkan kepercayaan diri, rasa bangga, dan semangatnya. 

  1. Memahami Perbedaan sedari Kecil

Semua orang termasuk anak-anak tidak harus menyukai setiap gaya seni yang berbau sejarah atau tindakan tokoh di masa lampau. 

Sebab, setiap insan memiliki alasannya tersendiri dan memang begitulah hidup. Hal ini memungkinkan anak untuk beradaptasi dan berpikiran terbuka. 

  1. Melatih Anak Berpikir Kritis sejak Dini

Mengapa dia melakukannya? Perubahan apa yang menyebabkan hal itu? Apa artinya ini? – semua pertanyaan tersebut akan dilontarkan anak-anak yang belajar sejarah. 

Tingkat keingintahuan yang kuat adalah naluri utama yang sebenarnya kita butuhkan untuk bertahan hidup. Mereka memiliki keinginan kuat untuk memahami dunia di sekitar sejak usia yang sangat muda. 

Jika ini diteruskan hingga dewasa, maka mereka akan dapat menilai situasi dan membentuk opini berdasarkan fakta. Keren, kan?

Artikel Lainnya: 7 Pelajaran untuk Anak Saat Mengajaknya Belanja

3 dari 4 halaman

Cara Mengajarkan Sejarah Memang Harus Menarik

Semua manfaat di atas tidak akan terasa apabila metode pengajaran sejarah untuk anak kurang menarik. 

Maksudnya kurang menarik di sini adalah pengajar hanya menyuruh murid membaca atau mendengarkan cerita dengan gaya penyampaian yang datar, kemudian langsung disuruh mencatat. 

Psikolog Ikhsan menyarankan, “Coba ketika belajar sejarah, jangan cuma pakai tulisan atau gambar buram. Coba sambil dipraktikkan, khususnya buat anak-anak. Misalnya belajar tentang manusia purba atau benda-benda peninggalannya, kita bisa sambil pakai alat peraganya. Mendatangi museum pun direkomendasikan agar ada wujud nyatanya.”

Sedangkan untuk remaja hingga dewasa, akan lebih menarik bila proses pembelajaran melalui video. 

Murid-murid pun bisa diberi tugas untuk membuat konten kekinian di media sosialnya yang bertemakan sejarah, tetapi harus dari sumber yang valid. 

Meski begitu, metode konvensional juga tetap bisa dilakukan. Bercerita, memahami, dan mencatat tetap bisa diterapkan asalkan pengajar membangun suasana yang nyaman di dalam kelas. 

Sebaiknya, pengajar jangan hanya menceritakan di mejanya. Berkeliling di antara murid dan menyelipkan humor juga bisa membantu menghidupkan suasana kelas. 

Manfaat belajar sejarah untuk anak memang luar biasa, bahkan bisa berdampak positif sampai ia dewasa. Informasi lainnya seputar pola belajar dan asuh anak bisa Anda dapatkan di artikel lainnya hanya di aplikasi KliKdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar