Sukses

Bisakah Kondisi Buta Warna Disembuhkan? Ini Kata Dokter

Kondisi buta warna banyak terjadi pada beberapa orang. Apakah kondisi ini bisa disembuhkan? Simak apa kata dokter.

Normalnya, manusia dapat membedakan beberapa jenis warna dengan jelas. Namun, pada orang buta warna, ia tidak bisa melihat warna lain, seperti hijau serta merah.

Bahkan, pada beberapa kasus, orang buta warna hanya bisa melihat dunia hanya dalam warna hitam dan putih saja. Lantas, apa kondisi ini bisa disembuhkan? Simak penuturan dokter mengenai pengobatan kondisi berikut ini. 

1 dari 5 halaman

Sekilas Tentang Buta Warna

Buta warna adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa melihat warna tertentu. Warna yang tidak bisa dilihat umumnya, seperti merah, biru, serta hijau.

Pada dasarnya, ada dua sel saraf yang berfungsi agar mata bisa melihat dengan jelas. 

Pertama ada sel batang yang berfungsi agar mata bisa melihat saat kita berada di kondisi atau ruangan gelap. 

Kedua, ada sel kerucut yang bekerja untuk mendeteksi cahaya dan akan dipersepsikan sebagai warna. 

Pada orang normal, pada matanya memiliki tiga sel kerucut untuk membedakan warna dasar. 

Sementara pada orang buta warna, fungsi sel kerucutnya tidak bekerja dengan baik.  Buta warna juga bisa terjadi karena orang tersebut tidak memiliki satu, dua, atau bahkan ketiga sel kerucut yang berfungsi membedakan sejumlah warna dasar.

Alhasil, mereka hanya dapat melihat beberapa warna sesuai jumlah sel kerucut yang dimilikinya. Jika tidak memiliki atau fungsi semua sel kerucutnya bermasalah, warna yang ia lihat pun hanya hitam dan putih.

Artikel Lainnya: Ketahui Metode Tes Buta Warna dan Jenis-jenis Buta Warna

2 dari 5 halaman

Penelitian: Terapi Gen untuk Mengatasi Monyet Buta Warna

Berbagai ahli mencoba mencari cara untuk menyembuhkan kondisi ini. Salah satunya dilakukan oleh peneliti dari University of Washington di Amerika Serikat yang mencoba mengobati monyet buta warna melalui terapi gen. 

Sebelum uji coba dilaksanakan, monyet diperintahkan menyentuh bercak warna tersembunyi di antara banyak titik berwarna abu-abu. Lalu, monyet buta warna tersebut dipastikan kesulitan mengenali warna merah atau hijau.

Peneliti pun langsung melakukan uji coba dengan cara menyuntikkan gen L-opsin ke dalam sel kerucut retina mata monyet. 

Beberapa minggu setelahnya, monyet tersebut melakukan tes buta warna lagi. Hasilnya, monyet dapat melihat warna merah dan hijau yang sebelumnya tidak dapat dilihat. Persepsi warna yang dilihat monyet pun perlahan membaik. 

Artikel Lainnya: Orang Buta Warna Hanya Bisa Melihat Warna Hitam dan Putih, Benarkah?

3 dari 5 halaman

Jadi, Apa Buta Warna Pada Manusia Bisa disembuhkan?

Soal ini, dr. Valda Garcia mengatakan masih belum ditemukan pengobatan atau cara untuk mengatasi masalah buta warna yang dialami manusia. 

Ini karena perlu diketahui juga kondisi tidak mampu membedakan atau melihat warna ini disebabkan karena kelainan genetik atau bawaan. 

Lalu, bagaimana dengan penelitian dengan monyet tersebut? “Penelitian ini mungkin bisa dilakukan di hewan, tapi masih butuh uji klinis lebih lanjut. Belum tentu hasilnya bisa sama di manusia,” jelas dr. Valda. 

Penelitian di atas sendiri nyatanya juga belum mengakui bahwa terapi tersebut aman untuk manusia. 

Kendati demikian, studi ini bisa menjadi salah satu semangat serta materi awal untuk membantu memperbaiki kondisi buta warna manusia ke depan nanti. 

Artikel Lainnya: Cara Menjaga Kesehatan Mata

4 dari 5 halaman

Meski Tak Bisa Disembuhkan, Ada Kacamata yang Bisa Membantu

Kondisi colorblindness ini lantas membuat para ahli mencoba membantu penderita buta warna agar dapat melihat lebih baik, antara lain dengan membuat kacamata khusus. 

“Sebenarnya kalau dia buta warna tanpa gangguan refraksi, seperti minus, plus, atau silinder, tajam penglihatannya bagus cuma sulit untuk membedakan warna. Ada kacamata yang bisa bantu membedakan warna, tapi efeknya tidak signifikan dan belum tentu bekerja di semua orang dengan buta warna,” kata dr. Valda.

Salah satu kacamata yang dibuat untuk membantu memperjelas melihat warna tertentu adalah Enchroma. 

Dilansir dari American Academy of Ophthalmology, produsen Enchroma meyakini buta warna terjadi karena adanya tumpang tindih gelombang cahaya. Kondisi tumpang tindih ini menyebabkan beberapa warna tidak bisa ditangkap mata dan otak dengan jelas. 

Kacamata ini bekerja dengan memblokir beberapa cahaya menggunakan mineral agar porsi gelombang cahaya warna merah dan hijau punya jumlah cukup. Dengan begitu, otak dapat menangkap sinyal lebih jelas untuk membantu membedakan warna.

Sayangnya, penglihatan warna ini hanya bertahan selama Anda memakai kacamata tersebut. Seberapa jelas warna yang akan dilihat pun akan berbeda-beda setiap orangnya. 

Maka dari itu, sebelum memutuskan membeli kacamata khusus buta warna ini, Anda harus konsultasi dulu ke dokter. 

Nantinya, dokter dapat memeriksa kondisi mata dan merekomendasikan kacamata yang bisa Anda coba gunakan untuk memperbaiki penglihatan warna. 

Apabila ingin tahu soal buta warna  lebih lanjut, simak terus informasinya lewat artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter. Mau konsultasi dengan dokter? Gunakan fitur LiveChat 24 Jam!

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar